
"Astaga tuan Revan ada dimana? Aku tidak ingin terkena hukuman lagi" ucap pandu sambil mencari tuannya itu kesana kemari.
Ia bahkan mengelilingi rumah 2 kali, sekarang ia tengah berputar putar di ruangan tuannya.
Sedangkan yang dicari kini sudah berada di ruangannya seraya menatap pandu malas.
"Pan, Kenapa kau berputar putar terus dari tadi?" Revan bertanya pada asistennya.
"Kau..! Bisa diam tidak?! Aku sedang mencari tuan Revan bodoh, Kenapa kau menggangguku yang sedang berfikir?!" Teriak pandu tanpa mengetahui siapa yang ia ajak bicara, revan pun mengepalkan tangannya lantaran tak terima diejek demikian.
"Kau memanggilku bodoh?!" Teriak Revan menatap tajam pandu.
"Kalau memang i-" ucapan pandu terpotong saat ia berbalik lalu mengetahui jika lawan bicaranya adalah tuannya.
"Memang apa?!" Bentak Revan, Revan sepertinya akan menghukum pandu lagi nantinya.
"Hah tidak tuan maaf, saya pikir tadi itu bukan anda" ucap pandu menunduk, baru takut dia.
"Seharusnya kau melihat siapa lawan bicaramu!" Teriak Revan memutar matanya jengah.
"Tunggu tuan sebelum anda menghukum saya, saya ingin melapor" celah pandu.
"Lakukan" balas Revan singkat.
Freya...
Freya sekarang sedang duduk di tempat tidurnya dan merutuki Revan, Saat Revan sudah pergi ia langsung menutup pintu kamarnya itu.
"Kenapa orang itu? Dia bahkan dulu tidak pernah melihatku lalu tiba tiba dia menyuruhku tidur bersamanya?! Dikamar yang sama?!" Gumam Freya kesal.
"Oh dinda, apa yang sedang di rencanakan dad mu itu" imbuh Freya.
"Menyebalkan sangat menyebalkan" ujar Freya.
Setelah itu..
Tok tok tok
"Nyonya.. izinkan saya masuk" ucap seorang wanita yang ada di luar kamar Freya.
"Silahkan masuk pintunya tidak dikunci" balas freya menenangkan dirinya.
Wanita itu pun masuk dengan perlahan.
"Siapa kamu?" Tanya Freya tersenyum padahal ia sudah menduga tentang siapa dia, Freya sekarang bahkan sudah menggerutu di dalam batinannya sendiri.
"Anu nyonya saya salah satu pelayan di sini, tuan meminta saya untuk membereskan barang barang nyonya untuk dipindah ke kamar tuan" tanya pelayan itu.
' orang itu serius, lihatlah tebakanku benar bukan? ' batin Freya.
"Baiklah saya lihat disini bibi, silahkan dilakukan" ucap Freya memberikan izin.
"Baik nyonya, saya lakukan sekarang" balas pelayan itu dengan sopan.
' dih , Revan Revan itu benar benar menyebalkan ' batin Freya.
Pelayan itu pun langsung membereskan barang barang Freya dimulai dari baju baju Freya lalu beberapa barang lain.
Sedangkan Freya yang hanya melihat terus mengumpati Revan di dalam hatinya.
' dasar orang gila apa yang revan lakukan? Dia bahkan sama sekali tidak melihatku dulu saat aku baru menikah dengannya , sekarang ia menyuruhku tidur bersamanya ?! Revan orang gilaa REVAN ORANG GILA' batin Freya .
__ADS_1
Lalu, pelayan itu bicara pada Freya
"Nyonya... Saya sudah mengemasi barang barang anda, sekarang mari saya akan tunjukkan dimana kamar tuan" sahut pelayan itu.
' menyebalkan sangat menyebalkan' batin Freya .
"Mari bi" ucap Freya tersenyum palsu tangannya terkepal dengan kuat, ia masih belum mengerti maksud dari Revan melakukan ini semua.
Pelayan itu pun berjalan di depan dan Freya mengikutinya.
"Apa ini kamar Revan?" Tanya Freya saat sampai di depan pintu.
"Bukan nyonya bukan ini" jawab pelayan itu, setelah itu pelayan mengetik sebuah kode di pintu itu,
Setelah terdengar bunyi kling
Pintu terbuka, ternyata itu pintu dari sebuah lorong.
' gilaa itu pintu lorong apakah kamar Revan tersembunyi ?' batin Freya.
Akhirnya mereka melalui jalan berlika liku.
"Bagaimana aku bisa hafal jika kamar Revan saja melalui jalan berlika-liku seperti ini?" Gumam Freya namun masih bisa didengar pelayan itu.
"Jangan khawatir nyonya nanti anda akan hafal sendiri" balas pelayan itu tersenyum.
Setelah itu mereka sampai di depan sebuah pintu berwarna hitam pekat.
"Nyonya ini adalah kamar tuan Revan, silahkan masuk" ucap pelayan itu membuka pintu namun sama seperti tadi pelayan itu mengetik sebuah kode lalu kling pintu terbuka.
Freya pun hanya mengikuti di belakang pelayan itu, pelayan itu menata semua barang barang Freya.
Sedangkan Freya sibuk memandang kamar yang bahkan minim cahaya namun bisa dikatakan kamar ini cukup mewah.
"Baik bi" ujar Freya tanpa melihat pelayan itu ia kini tengah fokus melihat sebuah foto, ia berjalan mendekati foto itu.
"Ini adinda kan? Foto dengan Revan ? Melihat penampilan Revan sepertinya ini sudah dahulu kala" ujar Freya, sangking asiknya dengan foto tersebut, ia bahkan tidak menyadari bahwa Revan telah masuk ke kamar itu.
"Kau melihatnya?" Tanya Revan dengan dingin dari belakang Freya.
"Iya tentu aku melihatnya tapi... Aku penasaran foto ini diambil kapan ? Revan lebih tampan di foto ini daripada sekarang" jawab Freya tetap melihat foto itu tanpa menyadari bahwa ia berbicara dengan Revan.
Revan pun mengernyitkan dahinya tak mengerti, bukankah ia yang sekarang lebih tampan nan gagah?.
"Kenapa begitu?" Tanya Revan tetap dengan nada dingin khasnya.
"Dia masih tersenyum di foto ini.. memang kalau secara fisik Revan yang sekarang lebih gagah, namun.. ia tidak tersenyum seperti ini" jawab Freya.
"Menurut ku senyuman itu menambah ketampanannya, sedangkan Revan sekarang tidak pernah tersenyum kan bi?" Imbuh Freya .
Yups benar sekali, freya kira ia sedang berbicara dengan bibi pelayan yang tadi mengantarnya.
' bi ?' batin Revan bingung.
"ahh sudahlah bi, lebih baik cepat keluar daripada terkena amarah Revan" ucap Freya.
"Astagaa nyonya... Apa anda mengigau? Saya bukan pelayan di rumah ini, sebaiknya anda menghadal seluruh suara penghuni rumah ini" balas Revan dengan wajah datar.
"Lalu kau si-" Freya tidak mampu berkata kata lagi saat ia berbalik dan mengetahui jika ia sedari tadi berbicara dengan Revan.
"Ehh Revan sejak kapan kau disana?" Tanya Freya salah tingkah.
__ADS_1
"Mungkin sejak kau melihat lukisan itu dan berkomentar tentang diriku" jawab Revan menaikkan bahunya acuh.
"Ahh jangan difikirkan jawabanku.. aku hanya mengasal saja" balas Freya mencengir kuda.
"Aku tidak peduli tentang itu" ujar Revan.
' sifat dinginnya itu kembali , astagaa adinda aku salah berucap tadi ' batin Freya.
' apa benar aku yang dulu lebih tampan ?' batin Revan, sangat bertolak belakang dengan apa yang ia ucapkan tadi, lalu tercipta keheningan di ruangan itu.
Lalu Trang
"Four sirr" teriak pandu .
' tunggu four ?! Apa bagaimana mereka sampai kemari ?!' batin Revan.
Flashback on
Setelah pandu selesai melapor kini ia pasrah entah hukuman apa yang ia terima dari Revan.
"Pan.. aku tidak memberi hukuman yang sulit, aku hanya memintamu untuk menghafal kode yang aku buat" ujar Revan dengan nada datarnya.
"Dengarkan baik baik" imbuh Revan menatap tajam pandu.
"Baik tuan" ucap pandu dengan patuh tanpa membalas sama sekali.
"Yang pertama one sir artinya kau mendapat sebuah surat dari musuh kita terutama Select king, two sir artinya anak buah kita akan segera melawan musuh, dan terakhir four sir artinya musuh kita berada di sini mengerti?" Jelas Revan.
“Kenapa aku bilang select king bukan musuh bebuyutan kita? sebab kau tahu sendiri king F sangat jarang menyerang kita tiba-tiba begini bagaimanapun kita tahu bahwa mereka bukan pengecut yang menyerang saat musuhnya belum siap.”
"Saya mengerti tuan" ujar pandu.
Flashback off
"Kenapa kau terlihat terkejut seperti itu?" Tanya Freya menaikkan sebelah alisnya.
Bukannya menjawab Revan malah berkata, "Diam disini, Jangan keluar Masuk ke dalam lemari! Cepat!” Ujar pria itu sambil mendorong Freya.
Akhirnya mau tak mau Freya harus menurutinya.
"Two sir !!" Teriak pandu .
Setelah memastikan Freya sudah di dalam lemari , Revan pun keluar dari kamar dan berlari menuju pandu.
"Siapa yang menyerang ?" Tanya Revan dingin pada pandu.
"Super king tuan" jawab pandu.
"Dimana mereka ?" Tanya Revan lagi .
"Di lantai bawah" jawab pandu.
"Baiklah cepat bergerak !! , Pan ambilkan pedang di ruangan ku !!" Perintah Revan.
"Baik tuan" ujar pandu .
"Sepertinya aku harus pindah untuk sementara setelah membereskan super king, tidak mungkin aku membahayakan Freya , ini hanya demi menuruti permintaan adinda " gumam Revan .
' kejadian ini akan lebih sering mengingat sebentar lagi adalah malam dimana para mafia berlomba lomba untuk memenangkan posisi tertinggi ' batin Revan.
Setelah itu pandu datang membawa pedang Revan, mereka pun langsung turun kebawah dipimpin Revan.
__ADS_1
Lalu TRASH BRUK
Revan membuat salah seorang anggota super king kehilangan kepalanya sebagai tanda bahwa Revan telah datang dan akan bertindak.