
Lima bulan kemudian...
(five months later).
^^^Author ngga punya ide selain skip kesini soalnya masih banyak alur yang belum terlaksana setelah Revan dan yang lain menemukan Freya 🙃 dan cara Revan menemukan Freya juga sudah author terangkan di eps sebelum-sebelumnya.^^^
“Abang!” teriak si bumil yang baru saja pulang dari kuliahnya, bumil ini memiliki kemampuan yang mengagumkan, baru lima bulan lalu abangnya memasukkannya di SMA terdekat tetapi dua bulan setelah masuk wanita ini langsung lulus dan lanjut ke jenjang kuliah.
“Maaf nona tapi tuan tidak berada disini, tuan sedang berada di perusahaan” ujar seorang pria yang muncul dari dalam mansion.
Setelahnya terdapat seorang lelaki yang menyusul bumil tersebut, “Nona kenapa anda gemar sekali berlari? Saya bisa dimarahi tuan kalau nona sampai terjatuh!” omel lelaki tersebut layaknya ibu-ibu yang memarahi anaknya.
“Kau itu berlebihan Andra!” sahut si bumil, Freya.
Andra kembali setelah dua Minggu menghilang, pertempuran di negara T dimenangkan oleh black dragon’s tetapi Andra memiliki luka yang cukup dalam hingga harus di rawat inap selama dua Minggu.
“Dan.. Abang kemana tadi katamu?” tanya Freya pada delard, pria yang sedari tadi berada di mansion.
“Tuan ke perusahaan nona” jawab delard lagi, Andra pun mengernyit.
Katanya fern ke perusahaan tetapi mengapa pria itu tak membawa delard bersamanya? Jangan bilang kalau fern mau memb*nuh orang lagi.
Akhir-akhir ini fern selalu meluapkan amarahnya tentunya tanpa diketahui oleh Freya.
“Tapi kenapa Abang tidak membawamu?” tanya Freya curiga pada delard, Andra menatap Freya yang ternyata memiliki dugaan yang sama sepertinya.
Sedangkan delard mendengus pelan, nona mudanya ini sudah sangat pintar dan tidak bisa dibohongi lagi, dan ini sangat meresahkan untuknya.
“Nona, tuan delard harus memantau para pengawal baru di mansion ini, anda tahu kan? Tuan delard di tugaskan tuan fern untuk mengawasi mereka?” Andra berucap panjang untuk mengelabui Freya.
Walau memang benar adanya jika delard disuruh fern untuk mengawasi para pengawal baru dan tentu saja Freya mengetahui hal ini.
“Jadi Abang meninggalkan delard disini untuk mengawasi mereka, begitu kesimpulanmu?” Freya menatap Andra.
Dan tentunya Andra mengangguk membenarkan, bumil ini benar-benar sangat pintar saat ini.
“Lalu kemana mama grea dan papa Hunter sekarang?” Freya pun bertanya terus-menerus.
Tuan dan nyonya Arron sudah berada di mansion ini dua bulan yang lalu, katanya mereka merindukan Freya itu sebabnya para bawahan keluarga Arron mengantar tuan dan nyonya Arron ke mansion dimana fern dan freya berada.
“Tuan dan nyonya sedang pergi nona” delard terpaksa berbohong lagi.
Freya pun mengernyit, “Kau berbohong ya? Sudah jelas-jelas tadi saat aku mau berangkat mama bilang kalau dia ingin aku menemaninya pergi ke pusat buku!.”
Dengan kata lain, mama grea tidak mungkin keluar ketika ia sudah mengatur janji dengan sang Puteri.
GLEK
Andra dan delard sama-sama meneguk ludahnya susah, walau Andra tak tahu alasan mengapa delard berbohong namun jika Freya mengetahui bahwa delard berbohong ia juga yang akan kena getahnya.
“Sayang, kau sudah pulang ya?” suara itu membuat Freya menoleh ke belakang.
Melihat sang nyonya, Andra dan delard pun menghela nafasnya lega setidaknya Freya akan lupa tentang topik ini.
“Mama?” panggil Freya lalu berjalan kecil ke nyonya Arron.
__ADS_1
“Hati-hati sayang, lihat perutmu sudah besar jadi jangan berlari-lari lagi” ujar mama grea lalu mengusap lembut perut Freya.
DUG
Elusan mama grea dibalas tendangan oleh seseorang yang masih mengontrak di perut Freya.
“Engh, pukulannya sangat kuat ma” Freya merintih membuat mama grea mengelus perutnya sekali lagi dan.. janin itu diam.
“Sepertinya kedua janinmu sangat aktif frey” ujar mama grea tersenyum.
Dua janin? Sekarang usia kandungan Freya sudah enam bulan, sebulan yang lalu Freya melakukan USG dan hasilnya dua bayi kembar.
Jika menurut prediksi dokter bayi itu satu perempuan dan satu laki-laki entah benar atau tidaknya, tetapi Freya maupun keluarga Arron tak peduli dengan jenis kelamin bayi tersebut sebab apapun jenis kelaminnya mereka tetaplah seorang anak dari si bungsu Arron.
“Mama habis darimana? Katanya mau ditemani sama Frey harusnya mama ada di rumah dong” gerutu Freya sekaligus pertanyaan yang ia ajukan pada delard tadi.
“Ah, mama baru saja dari kafe dekat sini rencananya mama juga mau membawa kamu kesana makanya mama memesan meja disana dulu” balas mama grea tanpa ragu, nyonya besar arron mengatakan hal yang benar, tetapi ini juga tak sepenuhnya benar.
Maksudnya perkataan mama grea itu separuh jujur separuh bohong!.
Sedangkan itu di sisi lain..
Fern memandang tajam pada lelaki yang berhasil menemukan adiknya dan tanpa tahu malunya lelaki itu malah langsung nyelonong masuk ke dalam mansion.
Di sebelah kanannya terdapat seorang gadis muda sedangkan di sebelah kirinya terdapat wanita paruh baya yang menemani lelaki itu.
Fern tak hanya sendiri, ia disini bersama papa Hunter dan rupa-rupanya papa Hunter malah menyetujui hal yang di ajukan oleh lelaki itu.
“Sudahlah fern, kau ini kenapa?” ujar papa Hunter membuat pandangan fern teralihkan.
“Heh! Apa yang kau katakan? Papa juga sayang sama Freya! Papa menyetujuinya untuk bertemu Freya dan membawanya jika Freya setuju nak, lagipula papa tahu kalau dia sudah sangat bekerja keras untuk menemukan freya” balas papa Hunter yang mencoba tidak terbawa emosi.
“Tapi pa” fern terlihat tak setuju dengan perkataan papa Hunter.
“Mmm, tuan muda arron” panggil gadis muda di sebelah kanan lelaki itu.
Fern pun mengarahkan tatapan tajamnya pada gadis itu, kinen.
“Saya dan mommy tak ada masalah dengan kalian kan? Bisakah kami menemui kakak dan janinnya?” tanya kinen formal.
Sebelum fern menjawab papa Hunter sudah terlebih dahulu menyahut, “Pergilah! Freya berada di bawah dengan isteri ku ingat jangan paksa dia untuk kembali bersama kalian.”
“Terima kasih tuan.”
Setelah itu secepat kilat mommy dan kinen keluar dari ruangan dan segera berlari menuju tempat dimana Freya berada.
Lelaki itu, Revan hanya bisa memandang pintu dimana kinen dan mommy keluar seolah-olah lelaki itu juga ingin pergi dengan tujuan yang sama.
“Pa!” fern mengeluh pada papanya, bagaimana bisa papanya berubah dalam sekejap mata?.
“Fern berikan kesempatan pada mereka lagipula Freya juga sedang mengandung, dan dia sudah bekerja keras untuk menemukan Freya bahkan sudah lima bulan ia tak berhenti mencari nak” balas papa Hunter melirik ke Revan yang hanya diam dengan ekspresi datar.
“Ck, kau mungkin bisa mendapatkan izin dari papaku tapi aku tidak mengizinkanmu!” ujar fern lalu keluar dari ruangan dengan emosi.
BRAK
__ADS_1
Alhasil pintu itu terbanting dengan keras.
Papa Hunter lalu melirik pada Revan, kebetulan sekali Revan juga sedang melirik pada papa Hunter.
“Terima kasih tuan karena sudah memberikan kesempatan pada saya” seumur-umur nih baru sekali Revan berterima kasih pada orang lain selain freya setelah kematian adinda ajaib kan?.
Jelas dong ajaib pakai banget!.
“Hm, tapi ingat jangan membuat anak gadisku kecewa lagi, tentunya kau harus membiarkan Freya memilih lalu kau juga harus meluluhkan hati beku milik fern, anak tertuaku sangat sensitif jika membicarakan hal-hal yang menyangkut tentang Freya” balas papa Hunter hangat.
“Baik tuan” sahut Revan mengangguk mengerti.
“Panggil papa saja, begitu pula dengan isteriku panggil dia mama seperti Freya sebab keputusan yang ku ambil sudah aku diskusikan dengan isteri ku” ucap papa Hunter.
“Baik papa.”
***
“Kak Freya!” teriakan kinen membuat Freya yang tadinya ingin menaiki mobil bersama mamanya mematung seketika.
Freya menatap mama grea dan mendapati senyum lebar di wajah mamanya, seperti semua ini sudah direncanakan oleh sang mama.
“Menantu!” kali ini Freya menoleh lalu membulatkan matanya melihat kinen dan mommynya berlari ke arahnya.
“Loh kinen mommy?” panggil Freya tak percaya, mommy dan adik iparnya sampai mencarinya di negara ini!.
Freya pikir mereka tak akan mencari dirinya walau iya mungkin hanya sekilas namun ternyata sudah enam bulan (lima bulan di negara C dan satu bulan di mansion Arron saat Freya menghilang) mereka tak berhenti mencarinya.
GREP
Mommy dan kinen memeluk erat Freya begitu pula Freya namun sebuah tendangan membuat mommy dan kinen melepaskan pelukannya seketika.
Mommy dan kinen pun bertatapan dengan antusias sementara Freya dan mama grea hanya tersenyum.
“Dia bergerak! Oh astaga!” teriak kinen heboh.
Freya terkekeh pelan mendengar teriakan kinen yang sangat heboh.
_______________________________
Author skip to five Mounth later sebab yah kan semua rahasia sudah diketahui Freya lalu proses pencarian ala Revan dan kinen pun sudah diketahui.
Sekalian sih, mumpung semuanya sudah terungkap tinggal kita lihat gimana si Daddy beku meluluhkan babang fern.
Lucu nih, beku mencairkan beku jadi gimana tuh?.
Hahaha, kemungkinan nih author ngga bakal skip skip lagi sampai Freya melahirkan sebab author juga masih mau menyiksa Revan dengan segala permintaan berkedok ngidam dari calon mommy.
Masa iya hanya fern, delard dan Andra saja yang kena? Revan juga harus kena dong! Malah harus lebih berat lagi, kan itu kecebongnya Revan!.
Pftt, sudahlah jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u~
-Nadira
__ADS_1