
"Sudahlah tuan ingin bertemu denganmu" ujar pandu, Pandu pun mengantarkan Lusi ke ruangan Revan.
"Lusi !! Kenapa kau kemari setelah dua bulan ?" Tanya Revan menatap tajam Lusi.
"Saya hanya ingin membalas Budi tuan" jawab Lusi, entah berbohong ataupun tidak.
"Cih , apa kau benar benar ingin membalas Budi ?" Tanya Revan lagi, sebagai seorang mafia, ia tau seberapa kerasnya dunia ini.
"Iya tuan saya benar benar ingin membalas Budi" jawab Lusi.
"Baguslah !! Kau menjadi pelayan pribadi Freya , jaga gadis menyebalkan itu !!" Ujar Revan dingin lalu menyuruh Lusi keluar.
' nyonya tidak menyebalkan ! ' batin Lusi kesal.
Lusi pun keluar dari ruangan itu.
Ia menghampiri Freya karena ia sudah menjadi pelayan pribadi Freya maka ia akan mengikuti kemanapun Freya pergi.
"Eh Lusi ? Apa kau sudah diterima ?" Tanya Freya menatap Lusi yang mendekat ke arahnya
"Ya nyonya, dan saya menjadi pelayan pribadi anda" jawab Lusi tersenyum.
"Ahh beruntungnya aku bisa mendapat teman bicara disini" ujar Freya sambil membalas senyuman Lusi.
Lalu Freya memutuskan pergi dari perpustakaan , Lusi pun dengan setia mengikutinya.
Lusi benar benar ingin membalas Budi, bukan yang lainnya karena ia benar benar tulus melakukan ini.
Revan...
__ADS_1
"Pan !! Kau tetap awasi Freya , aku yakin akan banyak musuh yang mengincarnya" titah Revan pada pandu.
"Baik tuan ! , Apa tuan akan membiarkan nyonya di sini ?" Tanya pandu menatap Revan.
"Tidak ! Dia tidak aman disini !!" Jawab Revan cepat, namun agak bimbang.
"lalu bagaimana keputusan anda tuan ?" Tanya pandu semakin penasaran.
"Aku sedikit tidak yakin.. tapi sebaiknya dia dikirim ke rumah mommy.." jawab Revan agak berat.
"Baiklah ke rumah mo- apa ?!!! Tuan serius ?! Ke rumah nyonya besar !!" Ucap pandu terkejut akan keputusan tuannya.
"Bagaimana lagi ? Aku juga tidak ingin ia ja- eh tanpa pengawalan" gugup Revan.
Padahal tadi dia mau mengatakan kalau ia tidak mau Freya jauh darinya karena diantara semua rumah atau bahkan mansion hanya rumah mom nya yang paling dekat dengan rumahnya. entah kenapa ? Mungkin karena sikap gadis itu yang terkadang anggun terkadang suka membuat orang orang dan dirinya kesal.
"Aku juga khawatir tentang itu.. tapi tidak ada pilihan lain " timpal Revan.
' ha ? Apa tuan mengkhawatirkan nyonya muda ? Ahh sepertinya usaha nyonya berhasil walau tuan tidak mengetahui perasaannya' batin pandu tersenyum tipis.
"Baiklah tuan seperti yang anda ucapkan.. kita akan mengirim nyonya kesana da-" ucapan pandu terpotong karena ada pelayan yang tiba tiba masuk ke ruangan Revan.
"Apa yang kau lakukan !! Kenapa kau tidak mengetuk dulu !!" Bentak pandu .
"M-maaf tuan saya sudah mengetuk sedari tadi.." ucap pelayan itu.
"Kenapa kau kemari !" Ucap Revan dingin pada pelayan itu.
"Ada nona kinen dibawah tuan" ujar pelayan itu tak berani menatap Revan dan pandu karena takut.
__ADS_1
"Kinen ?! Kenapa dia kemari ?!" Gumam Revan kebingungan, ia yakin mommynya pasti melarang adik nya itu kemari.. lalu kenapa adiknya?.
"Baiklah pergi !! Kami akan kebawah sebentar lagi" ujar Revan memberi perintah.
"Baik tuan" ujar pelayan itu sesegera mungkin ingin keluar dari tempatnya berdiri.
Setelah pelayan itu pergi Revan dan pandu pun turun, Dilihatnya adiknya kinen sedang berbicara dengan seorang gadis , di belakang gadis itu ada wanita yang merupakan pelayan pribadi gadis tersebut.
Revan mengenal orang yang berbicara pada kinen , ia adalah Freya sedangkan wanita yang dibelakangnya adalah Lusi yang saat ini adalah pelayan pribadi Freya.
Dilihatnya sang adik sesekali tertawa sedangkan Freya hanya tersenyum karena Freya masih mengingat perkataan Revan untuk tidak tertawa.
"Kinen.. kenapa kau kemari ?" Tanya Revan dengan menatap tajam kinen yang juga menatap ke arahnya.
"Oh ayolah bang, aku hanya mengunjungimu ! Dan siapa kakak yang berbicara padaku ini ? Aku ingin tinggal bersamanya " jawab kinen menatap Freya.
Freya sendiri hanya tercengang ia sedang berfikir apa gadis muda di depannya adalah adik Revan ?.
"Dia kakak iparmu !" Ujar Revan atas pertanyaan kinen tanpa ragu.
"Apa !!! Bang, kau menikah tanpa mengundangku ?" Tanya kinen tak percaya dengan nada yang ia buat buat.
"Hmm" dehem Revan karena malas berdebat dengan adiknya itu.
Kinen mengalihkan tatapannya ke Freya gadis yang cantik memiliki rambut pirang berwarna hitam pekat, tubuh ramping dan ideal tak lupa matanya yang berwarna coklat kehitaman yang indah juga bibirnya yang Semerah ceri.
"Wow , kakak sangat cantik maafkan aku karena aku tidak mengenali kakak.. bang Revan sama sekali tidak memberitahu" ujar kinen merasa bersalah.
Kinen yaa gadis itu memang manja tapi ia adalah gadis yang ceria walau di balik keceriaannya ia sering menangis karena selalu tertimpa masalah karena marganya yang tidak ia tunjukkan membuat semua teman temannya memandang kinen remeh.
__ADS_1