
"kenapa raut wajahmu seperti itu ?" Tanya Freya semakin sangatt curiga ! Lusi biasanya tidak bersikap seperti ini ! Aneh sekali !.
"A-ah tidak nyonya ! Mungkin hanya perasaan anda saja" jawab Lusi semakin gugup , ia tak bisa berbohong !.
"Hey ! Kau tak bisa berbohong padaku lus ! Katakan apa yang terjadi di dapur ?" Sahut Freya mulai panik.
Akhirnya tanpa menunggu jawaban Lusi , Freya langsung berlari menuju ke bawah.
"Eh nyonyaaaa jangan turunn !" Teriak Lusi lalu menyusul Freya ke bawah , ia harap nyonyanya tak melihat kejadian tadi !.
"Aaaaaaaa"
Teriakan itu muncul dari lantai bawah , membuat Lusi makin panik bahkan sampai berlari kencang.
"N-nyonya ! Saya sudah bilang ka-" ucapan Lusi terpotong karena kejadian di depannya berbeda dari fikirannya.
"Lusi , siapa yang membuat berantakan seperti inii !" Ujar Freya dengan nada kesal.
' yah beruntung nyonya hanya melihat hasil kejadian ! Bukan prosesnya ! Sedangkan aku ?..' batin Lusi agak ngenes.
"Lusiii" tegur Freya melihat Lusi melamun ! Ia hanya takut Lusi kerasukan ! Kalau kerasukan siapa yang mengeluarkan jinnya ?.
"Eh iya nyonya kenapa ?" Tanya Lusi menatap nyonya mudanya.
"Lusiii !! Aku tanya kenapa bisa berantakan seperti inii ?" Ujar Freya mengulangi pertanyaannya.
__ADS_1
"M-maaf nyonya saya tak tahu" jawab Lusi.
"Ah lupakan , ayo kita bereskan!" Ajak Freya mulai semangat lagi.
Lusi pun hanya tersenyum sambil mengangguk sebagai jawaban , ini langka ! Langka sekali , jarang ada majikan yang mau bersih bersih seperti Freya !.
"Eh tunggu , kemana orang orang di rumah ini ?" Tanya Freya yang mulai menyadari jika para pelayan dan pengawal tidak ada di tempat nya.
"E-entahlah nyonya mungkin mereka sedang istirahat" jawab Lusi sambil tersenyum kaku.
' lebih tepatnya sebagian istirahat selamanya' batin Lusi meneguk ludahnya kasar.
"Ya sudahlah ! Ayo lus " ujar Freya sambil mulai membereskan barang barang yang berceceran.
________________________
"Karena itulah , cepat habisi" balas pria di hadapannya dengan nada dingin , orang itu tak lain dan tak bukan adalah Revan !.
"Astaga , masih 11 kelompok lagi tuan! Bersabarlah" timpal pandu , yah sepertinya ia tahu mengapa tuannya ini sangat tergesa gesa , apalagi orang tadi itu... Suruhan musuh bebuyutan tuannya!.
Musuh yang ini cukup licik , ketua mereka menggunakan anak buah ! Bukan langsung turun.
Sejauh ini musuh yang sudah di babat habis oleh tuannya ini sudah 21 kelompok!.
Yah cukup sangat tergesa gesa , peperangan ini baru satu Minggu !,
__ADS_1
Singkatnya tuannya ini menyerang 1 hari 3 kelompok !.
Wah benar benar gila , tuannya sedang gila saat ini!.
Bahkan jika biasanya tuannya hanya akan turun tangan jika musuhnya kuat! Tapi sekarang... Tuannya ikut campur entah musuh yang level bawah atau yang level standart!.
"Percepat!" Satu kata untuk menjawab ucapan pandu.
Pandu pun hanya bisa melongo , hah percepat katanya? Ini saja satu hari , pagi 1 kelompok siang 1 kelompok dan malam 1 kelompok ! Dan sekarang malah dipercepat ?.
Oh gila ! Pandu mau pensiun saja !.
"Tuan , anda sudah gila ya ? Apa karena anda tidak bertemu nyonya muda ?" Tanya pandu karena cukup kesal dengan sifat tuannya kali ini.
"Kau mau mati pan !!" Teriak Revan tanpa mengetahui konsekuensinya.
"Eh , lus suara siapa itu ya ?"
Sayup sayup terdengar suara dari tempat yang dekat dengan tempat persembunyian pandu dan Revan.
"Shtt tuan jangan berisik" bisik pandu.
"Jangan memerintahku" balas Revan dengan berbisik juga bagaimanapun Revan ini tetap orang yang angkuh.
"Mungkin nyonya salah dengar"
__ADS_1
Jika didengar yang membalas pasti Lusi , bahkan pandu berani menebak jika senyum gadis itu pasti kaku.