My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.48. baik atau tidaknya orang tak bergantung pada derajat


__ADS_3

"Benarkah lus ? Tapi aku yakin mendengar suara tadi" jelas Freya agak ragu.


"T-tapi saya tidak mendengar apapun nyonya" sahut Lusi , oh ayolah ! Nyonya muda percaya saja pada Lusi !.


"Mungkin hanya sugesti ku saja"


Pandu pun akhirnya bisa menghela nafas lega , akhirnya nyonya muda bisa percaya pada Lusi.


"Eh.. itu jas siapa ?"


Mendengar pertanyaan itu Revan dan pandu saling memandang satu sama lain , mereka tadi tidak meninggalkan jejak ! Lalu.. jas siapa yang dimaksud Freya ?.


Lalu Revan pun melotot sementara pandu hanya tersenyum paksa , itu jas pandu ! Pandu tak sengaja melepas jasnya tadi !.


"Eh ? Mungkin jas itu punya para pengawal nyonya"


Revan dan pandu pun tetap dalam kondisi yang sama namun tetap diam tak berbicara apapun , mereka harus menemukan cara keluar dari sini.


"Tapi.. mereka kan tak pakai jas lus !" Ujar freya.


"Eh .... Saya juga tidak tahu nyonya" Lusi bertambah gugup kali ini.


"Aku.. sepertinya aku pernah melihat jas ini , tapi dimana ya ?" Ujar Freya berfikir keras sedangkan pandu sudah meneguk ludah secara kasar.


"Ah ! Ini bukannya jas pandu ya !" Teriak Freya .


Mati sudah ! Tamat riwayatmu pan!.


"Bukankah itu berarti pandu tadi kesini?" Tanya Freya pada Lusi yang terlihat ketakutan.


"S-sepertinya hanya kebetulan nyonya , jas seperti itu tidak hanya ada satu saja" jawab Lusi.


"Tapi aku yakin ini punyanya pandu ! Soalnya parfumnya sama ! Mana ada kebetulan yang seperti ini ?" Ucap Freya membuat pandu berkeringat.


"Saya tidak tahu nyonya" sahut lusi.


Kening Freya pun berkerut kenapa Lusi seperti ketakutan ? Kan Freya hanya bertanya.


"Apa yang kau sembunyikan dariku lus ?" Tanya Freya pada akhirnya.


"Sejak kapan nyonya pintar" gumam pandu sengsara.


Revan hanya diam saja , apa benar Freya dibantu adinda ? Jika seperti itu.. lalu kemana puterinya ?.


"M-maaf nyonya , saya tidak menyembunyikan apapun!" Jawab Lusi.


Hal ini membuat suasana makin tegang saja!.


"N-nyonya beres beresnya sudah selesai , buah tadi mau diapakan nyonya ?" Tanya Lusi berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya ! Apa kau bisa membuat jus alpukat ? Juga salad buah ?" Tanya Freya balik pada Lusi.


"Saya bisa nyonya , baiklah saya buatkan dahulu" jawab Lusi lalu pergi ke dapur.


"Aneh sekali... Kenapa bisa jas pandu disini ya ?" Tanya Freya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Ayo cari ruang cctv Freya ! , Mari menjelajah !" Ujar Freya , Freya jelas tidak mau pusing akan penemuan jas pandu.


' ruang cctv ?' batin Revan seperti ada yang janggal.


Lalu Revan dan pandu saling memandang.


Pandu yang terlalu gugup pun menyenggol salah satu vas di belakangnya.


Prang


"Eh.. SIAPA ITU !" teriak Freya ketika mendengar suara.


Segera Freya berlari ke sumber suara , tak mungkin barang barang bisa jatuh sendiri tanpa disentuh kan ?.


"Pandu !! Revan !!" Teriak Freya membuat Lusi keluar dari dapur.


Lah jika akhirnya ketahuan seperti ini , lalu buat apa Lusi berbohong ? Sia sia saja!.


"E-eh hai nyonya" sapa pandu cengengesan.


Freya pun menatap tajam pada pandu dan revan lalu menjewer telinga keduanya.


"Kemana saja kalian hah ?! Kinen ada di rumah sakit tidak kunjung sadar ! Lalu kalian tidak pernah menjenguknya sama sekali ! Telefonku juga tidak diangkat ! Mau kalian apa !" Omel Freya pada keduanya.


"N-nyonya sakit , lepaskan" ujar pandu memegang telinganya sementara Revan hanya diam menatap dingin pada pandu , bagaimana bisa pandu seceroboh ini?.


Susah susah dirinya menjauh dari Freya agar freya aman , malah jadi seperti ini.


Freya pun melepas tangannya dari telinga keduanya.


Tentu saja , dr itu mengatakan kinen baik baik saja , tapi kinen tak kunjung sadar yah sepertinya kesabaran mommy sudah mulai habis.


"Oh iya ! Tadi aku dengar percakapan di gang" sambung freya.


"Percakapan ?" Ulang Revan menatap Freya.


Freya mengangguk membenarkan lalu menceritakan semuanya.


"Begitu ! Jadi itu kinen yang ku kenal atau tidak ?" Tanya Freya.


"K-kau bilang.. mereka mengatakan kinen.p. ?" Tanya seseorang dari belakang sontak semuanya menoleh ke belakang.


Disana mommy berdiri dengan mengepal tangannya , mommy tadi sengaja pulang untuk mengambil keperluan kinen lagi sementara kinen disana dijaga ketat oleh 5 bodyguard eh tanpa diduga ia malah mendengar sesuatu yang cukup mencengangkan.


"Benar nyonya" balas Freya mengangguk sedikit kaku.


"Gang mana ?" Tanya mommy lagi.


"Gang Flores 12" jawab Freya yang memang sudah menghafal nama gangnya.


"....." Setelah itu tak ada jawaban disana masing masing dari mereka memikirkan kemungkinan kemungkinan yang mungkin buruk bagi kinen.


Tak lama mommy menangis lagi! Apa ia gagal menjaga kinen ?.


Freya dengan kaku pun mendekat lalu memeluk mommy dengan erat seolah memberi dukungan.

__ADS_1


mau bagaimanapun ... Freya juga merasa sakit saat melihat kinen terbaring di brankar apa lagi mommy ?.


"Kenapa kau peduli padaku ? Bukankah aku sangat jahat padamu ?" Tanya mommy pada Freya , yah ia.. ia selama ini jahatt sekali kepada Freya lalu kenapa Freya malah?.


"Nyonya.. anda itu seorang ibu , saya yang baru dekat dengan kinen saja merasa sakit.. lalu bagaimana anda yang selalu ada di samping kinen ?" Tanya Freya dengan nada yang sedikit ambigu.


"Apa.. apa menurutmu.. orang kalangan bawah itu tidak semuanya jahat ?" Simpul mommy.


Revan yang merupakan anaknya hanya diam ! Ah yang benar saja !.


"Nyonya.. orang kalangan bawah maupun orang kalangan atas itu ada yang baik dan jahat, tapi bukan berarti kalangan bawah selalu jahat atau kalangan atas selalu baik" jawab Freya yang biasanya mendengar ceramah adinda tentang kalangan atas dan kalangan bawah.


"Itu berarti aku selama ini salah..." Sambung mommy.


Revan hanya tersenyum tipis sedangkan pandu dan Lusi sudah menangis terharu.


________________________


"Wah wah tak beres ini menantu !" Seru mommy pada Freya.


Yah sepertinya mommy sudah sadar tentang ini , dan.. kita harus berterima kasih pada kinen karena memaksa Freya untuk tinggal di rumahnya.


"Iya mom !" Balas Freya , jangan tanyakan panggilan Freya ! Nyonya besar yang memaksa !.


"Hey ! Revan kau ini kenapa diam saja ? Lihat menantuku saja lebih pintar darimu !" Ujar mommy dengan nada sinis.


Yah menantunya ini menemukan penyebab kejadian tragis yang menimpa Puteri kesayangannya , sementara puteranya ini ?.


Mommy cukup memendam dendam saat Revan tidak mengunjungi kinen sama sekali , walau mommy sudah tahu alasannya tapi kan.. tetap saja ! apa tak bisa meluangkan waktu sedikitt saja ?.


"Ada apa dengan nada bicaramu mom ?" Tanya Revan heran.


"Fikir saja sendiri !" Jawab mommy dengan nada ketus.


"Mommy marah ?" Tanya Revan lagi , perasaan ia tidak berbuat salah lalu kenapa momnya marah ?.


"Menurutmu bagaimana Revanno gramantha purnama !!!" Jawab mommy kesal pada anak sulungnya ini.


Revan hanya menghela nafas kasar "apa yang harus aku lakukan agar kau tidak marah lagi mom ?".


"Buatkan aku cucu !" Ujar mommy dengan nada semangat , ia yakin putera esnya ini belum menjalankan program untuk mendapatkan anak selama ini !.


"Hah ?" Beo Freya , awalnya tadi Freya terkekeh kecil karena Revan terlihat sengsara karena mommy namun ketika mendengar apa yang diinginkan mommy Freya memasang wajah sengsara.


"A-anak mom ?" Tanya Freya mengulangi perkataan mommy yang membuat Freya tercengang.


"iya anak ! apa kalian tidak mau membuatkan ku cucu ?" ujar mommy pada anak dan menantunya.


loh loh bentar ! Yang membuat mommy marah kan Revan kok Freya kena imbasnya sih ?.


________________________


heyyo ! author up lagi ! gimana kabar kalian semua ? jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan ya !


okey *see u !

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2