
Ayura hanya memandang sulit pada duo A yang kini menatap ke arah jendela, “Apa yang kalian tunggu?.”
Duo A pun melihat ke ayura, “Ma.. kami menunggu papa. Ini sudah bertahun-tahun lamanya papa tidak bertemu kami, dan kami pun ingin tahu bagaimana rupa papa.”
DEG
Seketika jantung ayura berdetak dengan cepat, bukan mau dirinya melahirkan tanpa suami namun pria brngsk itulah yang membuang duo A!.
Tahu-tahu setelah gawangnya dibobol ia terbangun di sebuah gubuk kosong jauh dari kota, lalu ia berusaha hingga ia memiliki rumah kecil untuk ditumpangi bersama duo A.
Ayura baru tahu bahwa ia mengandung pada 3 bulan setelah kejadian itu berlangsung (usia duo A saat itu 2 bulan), ia juga tak ingat wajah pria itu.
Lantas... Apa yang bisa ia katakan pada dua anak kembarnya ini?.
Aura memandang Arfi yang ternyata juga menatapnya, mereka sengaja. Yah mereka hanya ingin agar sang mama ingat tentang papa mereka.
Arron Fernandez putra, pewaris keluarga Arron, seorang psycopath dan mantan dari organisasi mafia terbesar nomor 2. Yups duo A mengetahui ini namun tidak dengan mama mereka.
Entah bagaimana reaksi ayura jika dia tahu bahwa papa duo A sekaligus orang yang menggagahinya malam itu ialah seorang psycopath?.
“Ma, kenapa ekspresi mama begitu? Apa kami... Menanyakan sesuatu yang salah?” tanya aura dengan polosnya.
Ayura yang tersadar dari lamunannya pun menggeleng pelan, “Bukan begitu darling.. hanya saja—.”
Ucapan ayura tersendat karena ia benar-benar belum menemukan alasan yang tepat, yakali ia bilang tentang kejadian sesungguhnya.
‘Aku takut nanti mereka akan sedih’ batin ayura padahal kejadian ini tak akan terjadi sebab nyatanya duo A ini lebih tahu dahulu sebelum bertanya pada sang mama.
Aura melihat abangnya, Arfi yang mengerti isyarat aura pun berucap lagi. “Mama, mungkin malam ini papa tidak akan datang lagi.. aku juga sudah mengantuk, apa kita tidur saja ya ma?.”
Arfi memberi solusi pada sang mama, ayura yang mendengar pun mengangguk dengan semangat yang membara.
Pada akhirnya ayura berada di tengah diapit oleh Arfi di kiri dan aura di kanan, ayura pun mulai menyanyikan lagu pengantar tidur kesukaan duo A.
“Ma, apa kami boleh memanggil nama?” arfi memotong nyanyian ayura, aura yang kini masih terjaga namun sedikit mengantuk pun hanya menyimak.
“Maksud mu bagaimana sayang?” tanya ayura lirih seraya mengusap lembut rambut aura.
“Seperti dua orang di kelas kami yang sama melakukan lompat kelas. Mereka memanggil diri dengan sebutan nama seperti.. ‘Arfi mau makan ma’ begitu” jawab Arfi yang nyatanya sangat ingin hal seperti ini terjadi.
Aura yang sedari tadi menyimak pun tersenyum, ‘Wah pasti akan sangat lucu kalau aku memanggil diriku dengan nama.’
Ayura yang melihat wajah antusias dari dua anak kembarnya pun mengangguk, lagipula apa salahnya?.
“Tentu, tapi ingat ya kalian boleh memanggil nama kalian di depan mama namun jangan melakukan ini di hadapan para guru dan orang asing ya” ayura menasihati anak-anaknya, sebab orang lain saja sudah tak suka dengan duo Am
__ADS_1
Lantas bagaimana jika setelah ini duo A malah dianggap caper?.
Lalu duo A pun mengangguk, yah tak apa. “Sudahlah sekarang kalian harus tidur, hari sudah larut.”
***
“S*al! Kenapa kau menyekap ku begini? Aku ini calon nyonya muda arron, kau harus bersikap hormat padaku!.”
Delard mengusap telinganya pelan, menjauhkan Omelan j*lang ini dari telinga antiknya. Sangat merepotkan saat ia harus menyekap ga— ah bukan maksudnya wanita ini.
“Sejak kapan aku bilang bahwa kau akan menjadi istriku huh? Lagipula kau bahkan tidak mendapat restu dari mama dan papaku lantas kenapa kau berani menyebut dirimu dengan gelar ‘Calon nyonya muda arron’?.”
Delard yang mendengar nada dingin ini pun berbalik dan menunduk pada sang tuan, brr rasanya lutut pandu sangat kaku untuk digerakkan.
“Lihat saja! Aku akan membuatmu tergila-gila, hahaha aku akan menjadi istrimu nanti!” fern memutar matanya malas ketika mendengar nada angkuh Jessi, si model yang fern curigai terlibat dalam hilangnya wanitanya enam tahun yang lalu.
“Mimpi! Kalau hal seperti itu benar terjadi maka aku pasti sudah gila” balas fern dengan entengnya, ia harusnya mengurusi tentang sistemnya dan revan yang diretas saat ini namun kehadiran si Jessi ini sedikit mengganggunya.
“Kita tidak tahu tentang masa depan bukan?” fern bahkan nyaris muntah ketika mendengar nada menggoda dari Jessi.
“Pergi dari sini atau pergi dari dunia ini?” habis sudah kesabaran fern, ia bahkan tak ragu untuk mengancam Jessi.
“Oh ayolah aku tahu kau ha—.”
“PERGI DARI SINI SEKARANG JUGA ATAU PERGI DARI DUNIA INI DI TANGANKU!” sentakan fern memotong ucapan Jessi.
Akhirnya sorot mata membunuh fern hadiahkan untuk Jessi, sebelum fern bertindak lebih lanjut sebuah dering telepon mengganggunya.
Dengan kesal fern melihat nickname yang ia simpan, ia lalu melirik pada delard yang ada di hadapannya.
“Buat wanita itu kembali ke negara C bagaimanapun caranya, cegah dia untuk kemari lagi! Aku harus menyelesaikan ini secepatnya.”
Fern juga ingin mewawancarai Jessi tentang hilangnya wanita miliknya namun fern rasa ini bukan waktu yang tepat terlebih Jessi ini memiliki reputasi yang baik, fern jelas butuh taktik untuk menemani Jessi bermain.
Setelah perintah tadi turun pada delard fern langsung pergi seraya mengangkat telefon dengan nickname ‘Mafia tobat’ yups benar yang menelefon fern itu Revan.
Jujur saja, fern sepertinya tak pernah mengaca. Bukankah sekarang ia juga keluar dari dunia mafia?.
“Bagaimana bang? Aku jadi penasaran siapa orang yang melakukan ini.”
“Ada benalu yang mengikutiku hingga kemari, aku sangat terganggu dengannya oleh karenanya aku memilih untuk membereskannya dulu agar aku bisa fokus dengan penyelidikan tentang orang itu.”
“Baiklah bang, kalau ada kabar update terbaru Abang harus menghubungiku.”
“Hmm.”
__ADS_1
TUT TUT TUT
Fern menutup telfonnya sepihak, setelahnya fern menuju ke ruangan yang ia gunakan di wilayah ini.
Ia pun mendaratkan tubuhnya di sofa senyaman mungkin dan mulai melacak keberadaan orang-orang itu dengan segera.
Ia memanfaatkan gelombang virus yang nyatanya dikirim oleh duo A agar si papa lebih cepat menemukan mereka.
“Delard dan pandu benar, pelakunya ada dua orang” gumam fern menyangga dagunya.
“Wah, ini semua benar-benar menarik. Aku jadi semakin tak sabar untuk bertemu dengan mereka.”
Sesungguhnya bukan hanya fern yang tidak sabar tetapi duo A juga, sebab baik Arfi maupun aura masih sangat penasaran bagaimana tampang papanya. Masih ganteng atau jelek?, udah tua atau masih muda?.
Kiranya begitu pertanyaan seputar fern yang terletak di kepala duo A.
Sedangkan itu di sisi lain...
“Candra, bagaimana dengan dokumen untuk besok?” Candra menghela nafasnya saat melihat ke arah kinen yang masih saja sibuk tentang pekerjaannya.
Yeah sikap kinen memang tak salah namun kinen terlalu gila kerja akhir-akhir ini.
“Kin, akan lebih baik jika kamu saat ini istirahat terlebih dahulu. Mommy dan Daddy tak akan suka jika kau kelelahan seperti ini.”
Mendengar balasan Candra, kinen pun mengangkat wajahnya untuk menatap mata Candra, ucapan Candra ada benarnya.
“Iya aku tahu, tapi aku hanya takut jika sistem kita juga diretas seperti sistem perusahaan Arron dan purnama” balas kinen menunduk lagi untuk melihat dokumen laporan hasil pemeriksaan sistem di perusahaan pusat berzeliuz.
Berita ini tentu sudah sampai di telinga kinen oleh sebab inilah gadis ini lebih waspada.
_________________________________
Uhu, harap diingat bahwa novel ini adalah cerita yang dikhususkan untuk Fera (Fern dan ayura) plus kindra (kinen dan Candra).
So, author pasti akan memix moment diantara dua pasangan tersebut.
Diharap para pembaca agar selalu enjoy dalam membaca cerita ini.
Ah, author juga mengucapkan terima kasih banyak untuk dukungan kalian semua, baik itu dari like, komentar, rating maupun vote.
Jika dilihat author kemarin benar-benar hilang tanpa kabar, tak up di novel Puteri bungsu sang Duke tak juga up disini.
Yah author punya kesibukan untuk menghampiri sanak saudara sehingga waktu mengetik hanya saat malam namun author yang lelah memilih untuk tidur 😁.
Untuk eps hari raya idul Fitri pada tanggal 2 Mei itu author sudah siap dari satu hari sebelumnya namun untuk kemarin author masih belum siap ditambah mood author yang gampang berubah-ubah.
__ADS_1
Baiklah, sekian untuk curhat author malam ini.
-Nadira