My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.82. Permintaan nyonya muda


__ADS_3

Fern kini lebih bugar dari yang biasanya, ditambah senyum secerah mentari tak pernah absen dari wajah datar fern hari ini.


“Tuan.. anda kenapa?” tanya delard hati hati.


Ini pun sudah sangat aneh! Tuannya ini tiba tiba selalu tersenyum, mana sikap angkuh, dan dingin tuannya ini?.


“Apa maksudmu? Ini hari yang bahagia! Aku harus bertemu adik ku” jawab fern terus tersenyum.


‘ Bukan begitu tuan! Tapi Senyum itu tak cocok di wajah datar tuan’ batin delard yang tak berani mengungkapkan di dunia nyata.


“Ayo! Percepat mobilnya, kenapa mobil ini lambat seperti siput?” tanya fern sedikit membentak namun senyum tetap hadir di wajah pria tampan itu.


‘ Bukan seperti itu! Ini sudah di atas rata rata’ lagi lagi ucapan itu hanya hadir di batinnya tanpa berani ia ucapkan secara langsung.


“Delard! Ku bilang percepat mobilnya” perintah turun dari fern.


“Tapi tuan.. kecepatan mobil ini sudah di atas rata rata” balas delard mencoba tabah.


“Alasan!”.


Delard pun harus memendam rasa gondoknya, ia hanya mampu tersenyum paksa.


Walau wajah tuannya sudah tersenyum bak mentari namun cara bicaranya yang sinis masih tetap ada.


Delard mendongak menatap pelangi yang begitu indah seketika tanpa sadar batinnya bersenandung.


‘ Pelangi pelangi alangkah indah mu, kalau aku bisa, aku mau lari, dari tuanku.. yang teramat gila, pelangi pelangi tolonglah aku! JENG JENG!’ batin delard mulai menangis.


“Awas kepalamu jatuh delard” peringat fern, kalau delard terus mendongak kemungkinan kepalanya akan lepas.


Lalu.. siapa yang akan menyetir? Fern sedang tak mau bekerja, suasana hatinya sedang bagus.


“Iya tuan”.


‘ Siapa yang bisa menolong diriku dari kegilaan tuan muda?’ batin delard meratapi nasib.

__ADS_1


________________________


Suasana mungkin bisa dibilang hening di ruangan mommy.


Sampai Freya bertanya lagi “Pan, kau belum menjawab pertanyaan terakhirku, kau kemana saja sampai baru muncul sekarang?”.


Seketika pandu terdiam, pertanyaan yang ia hindari akhirnya muncul kembali, semua jawaban yang sempat ia fikirkan seketika musnah.


Revan yang melihat mata dingin pandu sekilas pun mulai menjadi penasaran, kejadian apa yang bisa membuat pandu dingin begitu?.


“Saya hanya bertemu benalu nyonya” jawab pandu yang seratus persen jujur, bukannya ia tak pernah berbohong namun ia tak terbiasa berbohong pada orang yang dekat.


Seperti nyonyanya ini.


“Benalu?” ulang Freya dengan intonasi tanya.


“Jangan difikirkan nyonya, kalau bisa jangan menanyakan hal ini lagi, pembicaraan ini hanya membawa luka bagi saya” jelas pandu tanpa ekspresi.


Itu cukup menjadi perenungan bagi Freya.


“Jika kau bisa memikirkan sesuatu sekeras ini maka beritahu aku, apa salahku padamu?” tanya Revan dingin pada freya.


Pandu seketika diam karena takut bicara aneh aneh, lagipula jika ia mengeluarkan argumennya sekarang maka ia pasti akan dihukum oleh si tuan.


“Huft! Kau bahkan tidak tau apa yang membuat diriku marah” balas Freya mendengus kesal.


“Cih, dasar tidak peka membujuk wanita saja tidak tau” sambung Freya.


Lagi lagi hanya helaan nafas kasar yang mampu di dikeluarkan oleh revan, penyebabnya tentu wanita yang sudah berstatus isterinya itu.


“Aku tidak tau karena aku tak pernah mengejar wanita, aku tak tau karena aku sudah lama melupakan hal itu, namun aku akan menuruti perkataan mu asal jangan marah lagi padaku” ujar Revan dingin.


Tanpa di sadari mulut pandu dan Freya terbuka secara reflek.


Ini..benar benar Revan? OMG! Revan yang es itu berbicara panjang! Sayangnya itu tak Sempat untuk di rekam.

__ADS_1


“Benar?” tanya Freya untuk mengkonfirmasi perkataan Revan barusan.


Seketika pandu jadi merasakan hal aneh.


‘ Sepertinya permintaan nyonya ini tak akan main main’ batin pandu.


“Hm, kau mau apa? Tas branded? Hanpon unlimited? Black card?” tanya Revan datar padahal barang barang itu memiliki harga yang menjulang ke langit.


Kalau tentang black card, selaku bos mafia Revan sudah punya banyak.


Freya menggeleng pelan, ia bukan seperti wanita wanita lainnya yang gemar bershoping ria.


Lalu Revan menaikkan alisnya seolah bertanya “Lalu apa”.


“Permintaan ku nanti saja di mansion mommy, sebab hal itu tak bisa di lakukan disini” ucap Freya diam diam tersenyum licik.


Pandu yang sedang mengamati Freya jelas melihat senyum Freya, ia merasa merinding seketika.


‘ Apa yang akan kau perbuat nyonya?’ batin pandu melihat ke tuannya yang sedang melihat ke jendela.


Apa... Tuannya tidak melihat senyum licik dari Freya tadi?.


Alamak!


Apapun yang akan di minta oleh nyonya freyanya ini, pandu selalu berdoa agar permintaan nyonya mudanya tidak membuatnya dalam masalah.


Karena sudah jelas kalau Freya tidak mau barang barang mewah, pemikiran wanita yang satu ini tidak bisa di tebak.


“Uhuk”


Suara batuk itu membuat Freya, Revan dan pandu mengalihkan pandangannya ke ranjang mommy.


Mereka mendesah pelan ketika menyadari bahwa suara itu bukan berasal dari mommy.


Lalu... Siapa?.

__ADS_1


________________________


__ADS_2