My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.97. Bersyukur atas segalanya


__ADS_3

“Hm hmm~”.


Senandungan yang begitu indah namun menyeramkan melantun di sebuah taman ‘mawar’, bukan.. ini bukan taman yang penuh dengan bunga seperti yang kalian bayangkan melainkan taman berisi MAYAT DENGAN DARAH BERCECERAN NYARIS SEPERTI TAMAN MAWAR.


Bayangkan, berapa banyak mayat itu hingga bisa membentuk taman?.


Pria gila mana yang akan melakukan ini?.


SRET


SRET


SRET


“Akhh”, sahut demi sahutan rintihan terdengar dengan begitu menyedihkannya.


“Harusnya kau begitu tahu apa yang dirimu lakukan, tuan muda purnama” ujar orang yang tadinya bersenandung dengan nada yang dingin.


Bagaimana ia bisa terima jika si br*ngsek itu baru saja menghamili adiknya dan mencampakkan nya begitu saja?.


Bahkan adiknya hampir tidak memiliki tempat tujuan, bohong rasanya jika ia tak tahu apapun tentang hal ini.


Pria itu, fern terlihat kehilangan kesabarannya.


Delard bahkan memandang horor pada sang tuan, sebab sejatinya mereka memiliki penjaga yang bisa membereskan ‘pengganggu’ sesuai perintah.


Namun.. tuannya malah mengatasinya dengan tangannya sendiri, sejatinya delard hanya kasihan pada orang-orang yang dibantai oleh sang tuan.


Jika Revan mafia, maka orang yang tengah memercikkan darah ke lantai dan pipinya ini lebih berbahaya lagi.


Sebab fern adalah seorang psikopat, jika fern berniat untuk menjadi mafia dengan SERIUS maka ia bisa menggeser posisi Revan sebagai king mafia saat ini.



PS: ilustrasi fern, by: pinterest.


“Akhh”, lagi-lagi suara rintihan kembali terdengar.


Hal itu membuat delard meringis pelan, ini bukan seperti delard tak pernah menumpahkan darah, hanya saja.. teknik tuannya ini sedikit..


Fern hanya berniat bermain-main pada korbannya, bahkan korbannya ia beri suntikan agar si korban tak cepat m*ti.


Itulah yang membuat delard meringis sebab.. tuannya akan terus menerus menyiksa tanpa berniat berhenti.


Di dalam hati delard hanya berdoa agar ada yang bisa menghentikan tindakan mengerikan di hadapannya.


Bukannya apa, namun.. fern seharusnya tak melakukan tindakan kriminal dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


Sejak tuannya itu di telantarkan oleh keluarganya dia mulai terjun ke dunia bawah.


Sulit namun nyata, nyonya grea dan nona Freya tak tahu tentang ini, hanya tuan Hunter yang tahu.


DRRT


DRRT


Mendengar nada dering dari ponsel fern membuat delard menarik nafas lega, setidaknya tuannya itu akan berhenti sesaat.


Tangan fern yang penuh darah meraih ponselnya tanpa memperdulikan kebersihan.


“Siapa yang berani mengganggu diriku?”.


Setelah berucap demikian fern baru melihat nama kontak yang tertera di layar hanponnya.


Terlambat sekali bukan?.


“Ah, bukan begitu sayang.. abang tadi tidak melihat nama kontak saat mengangkat telefon” fern berucap dengan sedikit hangat.


Delard mulai tahu bahwa yang bisa meredakan amarah si tuan psiko ini hanya sang nona muda, yah tak heran sebab delard pun tahu bagaimana fern sangat menyayangi Freya.


“Hey! Tunggu-”, ucap fern dengan panik, namun..


TUT TUT TUT, panggilan berakhir.


Pria itu lalu melirik pada delard yang berada di dekatnya.


“Ayo pergi ke mansion”.


***


Beberapa saat yang lalu..


“Ma, Abang mana? Kok ngga ada disini?” tanya seorang wanita muda pada wanita lainnya.


“Eh, mama ngga tahu sayang coba kamu telefon dia” jawab si mama, grea.


Yah mereka adalah Freya dan mama grea.


Freya mengangguk lalu meraih ponsel miliknya yang berada di dekatnya.


Tersambung!.


“Siapa yang berani mengganggu diriku?”.


Freya mengernyit ketika mendengar suara ini, suara yang sangat berbeda dengan suara abangnya selama ini.

__ADS_1


“Oh begitu ya? Jadi Frey menganggu? Yaudah! Frey ngga akan menelefon Abang lagi”.


“Ah, bukan begitu sayang.. Abang tadi tidak melihat nama kontak saat mengangkat telefon”.


“Terserah!”.


Tanpa mau menunggu jawaban Freya langsung menutup telfonnya, entah kenapa akhir-akhir ini emosinya naik turun tak teratur.


“Ada apa sayang? Kenapa kamu kelihatan kesal begitu?” tanya mama grea.


Freya akhirnya menghela nafasnya “Tidak ma, hanya saja Frey sendiri bingung.. kenapa emosi Frey sama sekali tak bisa terkontrol?”.


Keterangan : Freya akan menyebut dirinya ‘frey’ ketika berbicara dengan mama grea, papa Hunter dan abangnya, sebab di keluarga ini dia yang paling muda, alasan lain? Yah Freya juga senang memanggil dirinya Frey hanya dengan keluarga angkatnya.


“Ah, itu hal biasa.. kamu kan lagi hamil, mama pernah baca di internet kalau emosi bumil itu selalu naik turun” balas mama grea mengelus lembut kepala Freya.


“Tak terasa ya, mama udah mau jadi oma” ujar mama grea terkekeh.


Freya yang mendengar pun ikut tertawa ringan “Itu berarti sekarang mama sudah tua”.


“Heh, tua-tua begini mama masih cantik loh!” sahut mama grea.


Hal itu sukses membuat tawa di antara mama grea dan Freya.


‘ Aku fikir dulu aku tak akan bisa bahagia, namun nyatanya Tuhan memberiku keluarga yang sangat harmonis walau sekarang sedang ada kerikil yang menghambat’ batin Freya.


Yah, nikmat mana yang kau dustakan Frey?.


“Hayo Puteri mama mikir apa?” goda mama grea ketika melihat Freya melamun di tengah-tengah tawanya.


“Frey tidak memikirkan apapun kok” balas Freya tersenyum.


Batinannya itu membuat freya mengingat sesuatu, lagi-lagi ia hanya bisa berdoa bahwa mommy dan kinen baik-baik saja.


______________________________


huaa maafin author yg ga up-up, ini ada kaitannya dengan pembelajaran sekolah yang udah mulai aktip.


yah.. jadi tugas author pun menumpuk bagai gunung yang amat tinggi.


Tapi author pastiin author ngga akan berhenti di tengah jalan lagi kayak beberapa bulan yang lalu.


di tahun kemarin author sempet berhenti satu bulan lebih, tapi hal itu ngga bakal keulang lagi.


ah ya, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


thank u readers!.

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2