My Mafia Husband

My Mafia Husband
AGSMM : Ending?


__ADS_3

Pada akhirnya aura, Arfi dan ayura pergi ke perusahaan Arron, ayura sesekali menghela nafasnya kasar.


“Nyonya kita sudah sampai, itu tuan fern menunggu anda di depan perusahaan” ayura melebarkan matanya ketika mendengar ucapan si sopir.


Untuk apa fern menunggunya?.


“Uh, baiklah. Ayo anak-anak kita turun” balas ayura menoleh ke anaknya yang sangat bersemangat.


BRAK


“Pa—.”


“Shtt” ayura meminta duo A agar diam hingga dua anak itu melirik ke sang mama.


“Tidak boleh berteriak, ayo kita ke resepsionis dulu” fern terkekeh ketika melihat tingkah ayura.


Sebenarnya, pernikahan fern memang sudah dipublik namun istri dan anak-anaknya itu masih belum di publik. Takutnya musuh yang tadinya fokus ke fern akan menargetkan duo A, bahkan ayura.


Tentu, ayura mengetahui ini. Ia sudah berkali-kali hidup dalam bahaya, ia tak ingin putra-putrinya juga merasakan hal yang sama.


“But ma, itu papa disana” aura menunjuk fern yang juga tengah memperhatikan mereka secara diam-diam tentunya.


“Sudahlah, mama kasih dua pilihan. Kita ke resepsionis dulu atau kita pulang sekarang juga?” ayura mengancam duo A, terpaksa. Sebab ayura memang tak pernah bertingkah begini kecuali kalau duo A membuat kesalahan.


Ayura bahkan tahu bahwa anak-anaknya ini berusaha menyatukan dirinya dan fern. Memang hal itu bisa terjadi ya?.


“Oke, kita ke resepsionis dulu” aura dan Arfi akhirnya menurut pada ayura, ayura mengembangkan senyum bangganya dan menggiring anaknya.


“Excuse me” dengan gaya ayura menghampiri resepsionis itu, ia harus berlagak seperti orang luar negeri.


(Permisi.)


“Ah, who’s you miss?” resepsionis itu memandang duo A, ia mengira bahwa ayura adalah orang yang datang untuk kesekian kalinya. Mengaku sebagai nyonya muda.


(Ah, siapa anda nona?.)


“I am from Italian, i have A meeting and Mr.arron” mendengar balasan dari ayura, sang resepsionis pun menghela nafas lega.


(Saya dari Italia, saya memiliki pertemuan dengan tuan Arron.)

__ADS_1


“Have you made an appointment with mr arron miss?” resepsionis itu bertanya dengan sopan.


(Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Arron nona?.)


“Yes, i have” balas ayura cepat.


(Ya, aku punya.)


“Okay, you can go to XX, in there you can see the meeting room.”


(Oke, anda dapat pergi ke XX, di sana Anda dapat melihat ruang meeting.)


Ayura mengangguk dan tersenyum, “Thank you.”


(Terima kasih.)


“My pleasure Miss.”


(Dengan senang hati, nona.)


Ayura kembali menggandeng duo A dan menaiki lift, namun tujuannya adalah lantai dimana ruang kerja fern berada.


TOK TOK TOK


“Papa, ini ayura.”


“Hey, kau tidak akan menyapa suamimu juga hm?” ayura terjingkat dan menoleh ke belakang, fern terlihat mengawasinya dengan lekat.


“Untuk apa?” ketus ayura kembali fokus ke pintu.


“Tak akan ada gunanya kau mengetuknya terus-menerus, papa dan delard tak ada disana. Bahkan duo A juga” balas fern mendekati ayura.


“Apa sih maksudmu? Kan Arfi dan aura ada di samping—” ayura memotong perkataannya saat ia tak bisa melihat duo A disampingnya.


“Loh mana Arfi dan aura?!” ayura terlihat panik namun fern segera merebut pinggang wanitanya.


Fern mendelusupkan kepalanya ke ceruk leher ayura dengan berbisik, “Papa membawa mereka.”


“I love you, i know you hate me.. but give me a chance to try” tubuh ayura menegang.

__ADS_1


(Aku mencintaimu, aku tahu kau membenciku.. tapi beri aku kesempatan untuk berusaha.)


Ayura menyibak senyum tipisnya, “Berusahalah semampumu.. fern.”


“Yeah, of course darling.”


(Yeah, tentu saja sayang.)


Tanpa disadari ayura Jessi menangkap perlakuan fern pada ayura, fern sadar namun ia malah membuat ayura semakin dekat dengan dirinya.


Ia melirik pada pengawal tersembunyinya yang lain, “Bereskan dia.”


Mau tak mau, fern harus mengambil langkah ini untuk kesejahteraan ayura, dan duo A.


Fern tersenyum sinis saat Jessi berhasil di tangkap tanpa menimbulkan suara.


Fern lalu menarik kepalanya dari leher ayura dan menatap ayura, sangat dalam hingga ayura menolehkan kepalanya ke arah lain.


Sebenarnya, ayura membiarkan fern berusaha sebab setidaknya jika usaha fern berhasil maka aura dan Arfi akan memiliki ayah sungguhan. Itu kan impian anak-anaknya dari dulu. Ayura akan merasa bahwa dirinya sangat jahat jika ia tak mengabulkan permintaan aura dan Arfi.


“Jadi, kau, papa dan duo A sudah merencanakannya ya?” ayura bertanya pada fern.


“Iya, jangan lupakan mama. Mama juga ikut berperan” balas fern terkekeh pelan.


“Sudah kuduga.”


The end~


-


Akhirnya ni novel tamat jugaa, untuk informasi lebih lanjut tentang S3 author akan memberi bab khusus untuk itu.


Saat ini ide S3 sudah ada di kepala author.


Jadi, author tinggal membuat kerangkanya saja.


Thank u for u support~.


And.. see youu!.

__ADS_1


-Nadira


__ADS_2