
Mereka kompak melihat ke ujung pintu, dan.. bukan kinen yang berada di sana? Lalu.. siapa?.
Seorang pria paruh baya tiba tiba muncul disitu, oh ayolah.. Freya sedang lelah sangat lelah untuk menebak siapa orang itu?.
“Maaf tuan, anda sepertinya salah ruangan” ujar Freya mengambil alih sebelum pandu mengusir dengan kasar orang itu.
“Tidak mungkin nona..” balas orang itu sok benar.
“Baiklah tuan, siapa yang anda cari?” tanya pandu dengan gigi bergemeletuk tak karuan, sudah jelas orang ini salah tapi dia masih mengelak.
“EHM, saya mencari Freya.. Freya gladhis purnama” jawaban orang itu membuat Freya berdiri secara tiba tiba.
“Untuk apa kau mencari isteri ku?” suara dingin Revan akhirnya muncul, awalnya ia tak peduli dengan orang itu namun mendengarnya yang menyebut nama isterinya..
“Oh anda suaminya nona Freya?” tanya orang itu pura pura amnesia.
Seharusnya orang itu tak ikut tuannya kemari! Menyesal pun tak berguna.. delard pada akhirnya harus di korban kan fern untuk memanggil Freya ke tempatnya.
Tapi sayangnya itu tak semudah yang difikirkan oleh tuannya!.
“Jawab” satu kata untuk membalas perkataan delard.
“Tuan saya meminta anda untuk menjawab pertanyaannya barusan” ujar pandu menjelaskan, bagaimanapun ia tau kata kata tuannya ini relatif singkat dan tak jelas.
‘ Aku tau! Dia sama menyebalkannya dengan tuan, kau pasti sangat kesusahan sama seperti diriku’ batin delard menatap penuh kasihan pada pandu, setelahnya ia mencoba memikirkan alasan yang cukup konkret.
“Begitu.. saya hanya.. hanya..” pada akhirnya delard tak menemukan alasan yang tepat.
________________________
Kinen sekarang tengah berjalan jalan di taman rumah sakit walau fikirannya melalang buana ke sang mommy.
Meski begitu ia tak berniat kembali apalagi mengingat aura abangnya yang sangat menekan dirinya.
Kalau mommynya bangun sang kakak pasti mengabarinya jadi ia tak terlalu khawatir.
Namun rasa kekhawatirannya memuncak drastis ketika melihat seseorang yang jelas ia kenal sebagai rival sang Abang.
“Bukankah itu rivalnya Abang? F- siapa ya namanya? Oh iya.. fern!” gumam kinen berbicara sendiri.
Namun yang jadi pertanyaannya adalah.. kenapa orang itu di rumah sakit ini? Dan kemana asistennya?.
__ADS_1
Kinen jelas tau, fern juga mempunyai asisten sama seperti Abang nya yang mempunyai pandu sebagai asisten.
Mata kinen menjadi dingin ia berbalik, ia lalu berlari di sepanjang koridor rumah sakit untungnya lariannya seringan bulu yah sama seperti sang mommy.
Meski mendapat teriakan dari beberapa orang namun ia tak membuat keributan yang begitu teramat.
Ia diteriaki karena kinen tak sengaja menabrak mereka, tetap saja ilmu beladiri kinen ini masih pemula dari pada mommy atau abangnya.
Jika di ibaratkan maka kinen itu junior sedangkan mommy tari, mommy quqi, Daddy Joni, uncle Rafa dan abangnya itu senior.
BRAK
Kinen membanting keras pintu ruangan mommy, ia mendelik ke seseorang pria yang asing baginya.
Otaknya bekerja dengan cepat, pria itu pasti asisten dari fern.
“Kamu kenapa kin?” tanya Freya mendekat ke arah kinen.
Kinen yang melihat Freya mendekat pun menarik tangan kakak nya itu, hal ini membuat Freya berada di jangkauan kinen atau lebih tepatnya di belakang kinen.
Yang kinen khawatirkan hanya freya, lantaran Abang dan pandu itu sudah bisa beladiri, tentang mommy? Pandu pasti akan melindungi mommy.
Maka revanlah yang akan menghabisi asisten itu.
“Siapa orang itu?!” tanya balik kinen dengan sedikit membentak.
“Saya tidak tau nona namun dia mencari nyonya muda” jawab pandu, meski pandu sendiri juga heran mengapa nona mudanya ini bertanya demikian?.
“Kenapa kau mencari kakak ipar ku?” tanya kinen datar ke arah delard yang meneguk ludahnya susah payah.
Revan dan pandu saja belum mengizinkan sekarang malah si adik ipar yang datang.
‘ Keluarga purnama memang menyeramkan!’ batin delard menatap ke Revan dan kinen secara bergantian.
Seketika sesuatu terlintas di otaknya, melenceng sekali dari topik yang tengah mereka bahas.
Kenapa wajah Revan dan kinen berbeda?.
“S*alan! Jawab pertanyaanku!” gertak kinen menatap tajam ke delard yang malah bengong.
“Saya hanya.. ingin nona itu untuk menunjukkan jalan pada saya” alasan yang sama sekali tak masuk di akal terucap secara tiba tiba dari delard.
__ADS_1
“Alasan! Kenapa kau tidak meminta para suster atau resepsionis untuk memberitahu mu?” tanya kinen semakin menatap delard tajam.
Pandu dan Revan tanpa sadar diam membisu.
Bedanya jika pandu diam agar tak terkena amarah kinen, Revan diam karena ia berfikir kenapa adiknya marah dan.. siapa orang ini?.
Entah naluri atau apa Revan menoleh ke luar ruangan, tiba tiba matanya menjadi dingin ketika sadar sesuatu.
Ia meraih pistol yang ia sembunyikan di balik jasnya dan menodongkan senjata itu pada delard.
Dan disambut pelototan dari Freya dan pandu, di bonusi tatapan terkejut delard.
Delard memang tak pernah bisa menyamar!.
“Kenapa kau ada disini b*jingan? Kau.. mengincar wanitaku?” pertanyaan dingin itu akhirnya terlontar.
Kinen yang tau bahwa abangnya sudah sadar pun membawa kakak iparnya plus mendorong mommy yang sudah sadar namun linglung.
Mendorong? Iya, mommy sudah di taruh kinen di kursi roda.
BRUAK BRAK
Kinen mendorong cepat mommynya yang masih tak mengerti dengan keadaan dan masih tetap menggandeng tangan kakaknya.
Jujur saja Freya mengakui kekuatan kinen yang mampu mendorong kursi roda itu dengan satu tangan, walau sempat menimbulkan keributan.
Namun tetap kan? Kinen memang kuat.. atau itu gen?.
________________________
Hayo kalian tau kan tentang misteri gen? Wah bibit unggul Daddy Joni dan mommy quqi tak bisa di remehkan!.
Fern.. fern, sama aja kayak Revan yang sukanya numbalin pandu! Rival tapi sama aja, dasar!.
Kira kira.. kapan Freya tau ya? Dan gimana reaksinya?.
Btw author ganti nama doang, jangan ngira kalau authornya ganti ya guys, sebab author nya masih tetap yang berganti hanya namanya doang.
Udahlah! Sampai jumpa lagi di chapter yang selanjutnya!.
Jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
__ADS_1
Thank u!
- Nadira