
Fern memandang datar kearah papa dan asistennya yang ketiduran, meski begitu ia tak berniat membangunkan mereka.
Mereka memang memerlukan energi untuk bangun keesokan harinya, hanya saja fern juga tak berniat tidur. Mau tau alasannya?.
Itu semua karena sebuah informasi yang terpampang jelas di laptopnya, ia tadinya ingin beristirahat sebentar dari dokumen itu dengan menggantikannya dengan penyelidikan Jessi.
Eh ternyata hasilnya begitu mengejutkan.
“Segitu ter-obsesinya dia pada uangku?” gumam fern yang mulai mengkhawatirkan ayura, ia jelas masih ingat bagaimana para musuh Revan memperlakukan Freya.
Namun kasus Freya lebih ringan sebab adiknya itu cenderung bar-bar dan mencari jalan keluar lain, masih ingatkan bagaimana Rina ditaklukkan oleh adiknya?.
Tetapi ayura? Istrinya itu tak berpengalaman.
Semua pertanyaan itu berkutat di fikiran fern, pria itu terkadang lupa jikalau kehidupan manusia berpangkat tinggi memang menyusahkan, akan tetapi masih lebih menyusahkan lagi grusak-grusuk tetangga.
Dan.. ayura bisa menghadapinya. Ini sudah menjadi bukti jika ayura itu kuat bukan?.
Yah, ketakutan fern mungkin hanya angin lalu.
Jika Freya bar-bar maka kakak iparnya itu keras kepala. Realitanya seluruh wanita di keluarga Arron tak ada yang otaknya waras.
Fern yang masih merasa tak tenang langsung beranjak dari kantornya, ia meraih kunci mobil dan menjalankan mobilnya ke area mansion arron.
Ketika sampai di mansion, gerbang terbuka dan fern tentu langsung masuk kedalam. Kaki panjangnya menjelajah di dalam mansion tersebut.
Melihat dari larutnya malam dan gelapnya mansion saat ini, pasti semua orang sudah tidur kecuali para pengawal tentunya.
Tapi, meski begini fern tetap berjaga-jaga dengan meletakkan sistem keamanan di sini.
Fern, benar-benar manusia yang berhati-hati dalam melangkah.
CEKLEK
Fern membuka pintu kamarnya, ia menghela nafas lega ketika menemukan ayura yang tertidur dengan selimut.
Perlahan kakinya melangkah, mata tajam fern berubah menjadi teduh ketika melihat begitu indahnya wanitanya di bawah rembulan.
Sinar rembulan menambah kecantikan ayura.
“She is your mine, fern” lirih fern mengusap rambut ayura sejenak.
__ADS_1
Kemudian mata fern salah fokus pada bibir ayura yang begitu manis, seketika ia menc*** bibir itu dengan lembut takut jikalau gerakannya itu bisa membangunkan ayura.
Tak begitu lama, fern langsung melepaskan tautan mereka. Membiarkan ayura kembali menarik nafas. Fern pun mengusap bibir ayura yang terlihat basah karenanya.
“Aku baru tau jika kau tidak mudah terbangun saat tidur” gumam fern saat mendengar dengkuran halus milik ayura.
Meski begitu, ayura masih tetap indah.
“Ekhem.”
Mendengar deheman yang cukup lirih ini fern langsung menoleh ke arah pintu, disana terdapat sang mama dengan rambut acak-acakan, memakai baju tidur dan membawa panci di salah satu tangannya.
Fern pun menitipkan kecupan tipis di kening ayura dan keluar dari kamar mereka, menutup kembali pintunya dan menatap ke arah sang mama.
“Kenapa mama terbangun?” tanya fern lirih, ia tak mau membangunkan ayura.
“Tadinya, mama tidur namun mama mendengar suara. Kau tau kan? Mama kalau tidur itu agak sensitif dengan suara, apalagi fitur kedap suara di kamarmu tadi sudah mama matikan. Alhasil mama yang panik langsung meraih panci di samping mama dan melihat kemari.”
N: saat Freya melakukan pertempuran dengan Rina, dia menggunakan fitur kedap suara tingkat tinggi, makanya mama grea tak mendengarnya.
“Eh ternyata, mama malah mendapati pemandangan manis.”
Mama grea menggelengkan kepalanya ketika melihat sendiri kelakuan anaknya, beruntung sudah sah.
“Untuk menghadapi papamu” jawab mama grea, fern malah semakin bingung.
Mama grea pun merasa gemas pada pasangan muda arron ini, ayura tadi juga terlihat tak faham dan sekarang fern juga begitu.
Wah tanda-tanda jodoh ini mah.
“Ma, bisakah mama merahasiakan ini dari ayura? Aku..” mengetahui keraguan anaknya mama grea pun tersenyum.
“Tentu, mama bisa merahasiakannya dari ayura.”
“Terima kasih ma, sekarang mama harus kembali tidur. Aku juga akan kembali ke perusahaan.”
***
Kinen menggamit lengan Claire ketakutan, bagaimana tidak? Di malam ini ia harus pulang terlambat! Parahnya, mobil mereka sempat-sempatnya mogok di tengah jalan.
“Aku harus membeli mobil Lamborghini terbaru nanti yang lebih berguna dari Lamborghini yang lama” gumam kinen kesal. Claire pun hanya terkekeh, matanya melirik ke lengan kinen yang melingkar di tangannya.
__ADS_1
SRET TYAR
Kinen menatap panik ke sekitarnya ketika mendengar suara ini, Claire langsung menarik kinen ke pelukannya memeluknya dengan erat dan mengawasi daerah sekitar.
Matanya menjadi tajam ketika ia melihat dalang masalah ini.
“Sudah kuduga, aku jelas merasa janggal. Bagaimana bisa mobil Lamborghini bisa mogok begitu saja? Pasti ada dalang dari kejadian ini, bukan begitu hm?.”
Kinen mendongak dan mendapati bahwa Claire tengah menyunggingkan senyum sinis ke arah lain.
“Cerdas sekali, sayangnya kau bukan siapa-siapa! Serahkan nona berzeliuz itu maka kau akan selamat.”
Kinen menggelengkan kepalanya ketika mendengar suara seseorang, dia pasti berniat menculik dan menyakitinya. Beginilah hidup orang atas.
“Sebaiknya kau yang lari b*doh! Jangan membuat dirimu m*ti dengan sia-sia” kinen membalas ucapan orang tersebut meski ia masih dalam pelukan Claire, nyatanya orang yang mencegat mereka tak tau siapa Claire.
Dia dengan beraninya menantang seorang raja vampire, sekali hisap mampus dah tu orang!.
“Kau harusnya tau identitas orang yang kau tantang guguk!” kinen mencoba memperingatkan orang itu sebagai seorang manusia.
“Memangnya apa yang bisa dilakukan orang kecil sepertinya?” kekehan dingin Claire muncul saat orang ini tetap Keukeh menantang dirinya, padahal Kinen sudah memperingatkan orang itu.
“Hilih, dia kan juga manusia.”
“Yaiyalah dia manusia, kau fikir dia apa hah?” Claire menatap kinen yang tak memberitahu identitasnya.
Fiks, kinen harus jadi ratunya. Kinen ini bisa dipercaya dan dia selalu menepati janji.
“Tapi dia itu asistenku, dia tak akan memberikanku dengan mudah tau!” kesal kinen, ia adalah gadis yang tumbuh dengan prinsip bahwa janji itu harus ditepati.
Kinen serasa greget karena gadis itu saat ini tak dapat memberitahu orang tersebut.
Claire meraih bahu kinen, menarik gadis itu ke belakangnya lantas ia menatap tajam kearah orang tersebut.
Ketika Candra mulai menatap orang tersebut dengan miring kinen memalingkan pandangannya ke arah lain, tak mau melihat pemandangan berdarah.
“Claire, awas aku takutnya ada cctv disini” peringat kinen.
Claire pun terkekeh geli, ia bisa menggunakan sihir lantas kenapa ia harus takut? Lagian ia tak akan menggunakan kekuatan vampirenya.
Sepertinya, kinen salah faham. Sebenarnya Claire akan menghukum orang yang begitu lancang menginginkan calon gadisnya dengan cara yang aestetik.
__ADS_1
TBC