My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.68. Misi penyelamatan


__ADS_3

Hari berganti, dari malam menjadi siang, posisi kinen dan mommy kini sudah sampai di tujuan penculik setelah menaiki kapal ilegal dari pelabuhan xxx.


Revan? Entah anak itu sedang dimana karena mommy maupun kinen tidak melihat Revan dan pandu dimanapun.


"Abang mana mom?" Tanya kinen berbisik.


"Mommy juga tidak tahu, kan mommy kesini sama kamu" jawab mommy dengan berbisik juga.


"Iya juga" gumam kinen melihat sekitar, apa mungkin abangnya belum tahu? Atau.. abangnya tidak peduli dengan kakak iparnya? Yaudah! Ceraikan aja kakaknya!! Jangan pakai alasan kalau ponakannya yang ingin lagi!.


Namun semua umpatan hanya tertahan di hati, karena orang yang ingin diberi umpatan malah tidak muncul di hadapannya.


"Apa mungkin Abang tidak peduli dengan kakak mom?" Tanya kinen lirih.


"Entahlah, mom tidak tahu tapi kalau memang begitu maka lebih baik Freya diceraikan saja, kasihan kalau Freya begitu terus apalagi sudah ada Mak lampir di hubungan mereka" jawab mommy.


Kinen menganggukkan kepalanya mendengar jawaban mommy yang memang masuk akal.


Sudah ada Mak lampir alias orang ketiga di hubungan Abang dan kakak iparnya namun.. abangnya?.


Sudahlah! Dibahas juga tidak akan selesai lebih baik ia dan mommy fokus ke misi penyelamatan kakak ipar kesayangannya, Freya.


"Mom, itu kan orang yang?" Tanya kinen tak meneruskan ucapannya karena sang mommy pasti mengerti apa yang ditanyakan oleh dirinya.


"Iya benar, ayo" jawab mommy lalu melangkah pelan dengan santai seolah berjalan biasa, akting yang sudah ia kuasai sejak dahulu.


Kinen mengikuti momnya dengan berjalan anggun sambil memperhatikan sekeliling seolah olah wisatawan baru.


Mereka menggunakan cadar, kacamata dan topi kebetulan walau masih pagi matahari sudah terik.

__ADS_1


Itu membantu mereka agar tidak dikenali oleh si penculik ini.


Kenapa? Karena orang yang menculik Freya sudah pernah melihat pandu,Revan, mommy bahkan kinen dengan jarak yang cukup dekat.


Oh oke, mommy seperti kembali ke masa lalu saat ia masih bermain main seperti ini.


"Okāsan kūsō shinaide"


(Mom, jangan melamun), ucap kinen seolah olah mengagumi pemandangan, itu karena orang yang menculik kakaknya tidak faham bahasa asing.


Bagaimana kinen tahu? Bukan kinen namanya jika tidak tahu latar belakang musuhnya.


Mommy pun membalas ucapan kinen dengan senyuman tak mungkin kan kalau mommy menjawab? Kan kinen berpura pura sedang mengagumi alam.


Padahal puterinya itu lengket sekali dengan yang namanya alam jadi pemandangan seperti ini sudah biasa dilihatnya.


Sedangkan itu..


"Mana tuan kalian? Bukankah beliau bilang akan meeting dengan tuan saya sekarang?" Tanya fern datar pada resepsionis di depannya.


Padahal itu semua bohong! Ia hanya mau meminta waktu untuk berbicara mengenai identitas asli sang adik.


Bukannya fern tak mau langsung memberitahu Freya, ia sudah mencari cari adiknya di rumah sakit, di cafe bahkan ia sudah mengirim mata mata di mansion mertua adiknya.


Tidak ketahuan? Tentu saja, mata mata fern menyamar menjadi pelayan pribadi adiknya Freya.


Tapi pertanyaannya kemana semua orang yang bermarga purnama ini? Kenapa mereka seolah olah punya urusan yang sangat penting hingga semuanya menghilang bak ditelan bumi?.


"Maaf tuan, saya tidak tahu tuan Revan dan tuan pandu tidak datang ke perusahaan hari ini" Balas resepsionis itu menunduk.

__ADS_1


Fern memang ganteng tapi tatapan dingin yang ia tunjukkan membuat sang resepsionis memilih untuk menunduk daripada menatap mata fern.


"Kabar?" Tanya fern singkat, ia sudah tak perlu basa basi busuk!.


Resepsionis itu diam karena dilanda kebingungan dengan pertanyaan fern yang singkat.


Delard yang sedari tadi membiarkan tuannya berbicara mulai mengambil alih.


"Maksud tuan saya apakah ada kabar tentang tuan Revan dan tuan pandu?" Tanya delard mengambil alih.


"Oh.. maaf tuan namun belum ada kabar tentang tuan kami" jawab resepsionis itu.


"Yasudah, nanti beritahu tuan kalian ya, kami dari A.F.P company ingin bertemu dengan beliau" balas delard ketika melihat tuannya berbalik menuju pintu keluar.


"Baik tuan, akan saya sampaikan" sahut resepsionis itu sambil mengangkat kepalanya karena aura yang sedari tadi menekannya sudah tidak ada.


Mendengar balasan dari orang yang ia ajak bicara delard pun mengangguk lalu mengikuti tuannya menuju mobil mereka eh lebih tepatnya mobil fern.


"Dimana mereka?" Tanya fern datar setelah delard mengemudikan mobilnya.


"Saya tidak tahu tuan" jawab delard sambil fokus untuk menyetir.


' ya mana saya tahu tuan?! Kan saya ini bawahan Anda bukan bawahan adik ipar anda!' batin delard ngedumel tak karuan namun naasnya protesnya hanya berani ia keluarkan dalam batinan bukan omongan.


Kenapa? Tentu karena ia masih sayang nyawanya, lagipula nyawa itu tidak bisa diisi lagi!.


Namun ada hal lucu yang dapat ditangkap oleh delard apakah pengalaman tuannya yang tak lain dan tak bukan adalah fern ini akan diberi judul 'musuhku ternyata suami adik kesayanganku?!' ingin sekali ia tertawa namun masih ia tahan.


________________________

__ADS_1


__ADS_2