
Revan pun melihat ke arah pandu.
"Kenapa kau sepanik itu ?" Tanya Revan pada pandu yang berlari mendekat ke arahnya.
" Begini tuan... Nyonya.." jawab pandu gugup akan reaksi sang tuan.
"Kenapa !!" Bentak Revan kesal karena ucapan pandu yang terputus putus.
"Begini tuan.." ucap pandu lagi lagi ragu untuk mengatakan hal yang terjadi.
" Apa !!" Teriak Revan bertambah kesal akibat pandu.
"Huft , tuan nyonya tadi mengintip di jendela saat anda melawan tuan yuan, anda tidak perlu khawatir karena saya langsung mengetahuinya dan menutup gorden itu. Dan yang nyonya lihat adalah saat anda menatap tajam tuan yuan" lapor pandu .
"Apa !! Sekarang gadis itu ada dimana ?!!" Teriak Revan menatap tajam pandu.
"Saat saya disuruh ganti pakaian saya memutuskan untuk menggantinya di kamar mandi Anda , setelah selesai saya keluar dan membawa nyonya kebawah agar nyonya tidak curiga , sedangkan saya kemari untuk melapor!" Ujar pandu menjelaskan semua kronologi nya.
"Bagus ! Sekarang kau bereskan mayat ini sedangkan aku akan pergi mengganti pakaian ini dan mengurus gadis kecil itu !" Perintah Revan tegas.
"Baik tuan" ujar pandu patuh , lalu membereskan mayat Yuan.
Revan..
Ia sekarang melewati gerbang di belakang dan berjalan lalu menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya yang juga terkena noda darah .
' sialan , aku yang menjadi tuan di tempat ini tapi aku yang masuk dari gerbang belakang seperti pencuri' batin Revan dengan kesal.
Revan pun langsung mengambil pakaiannya dan memasuki kamar mandinya untuk berganti pakaian.
Lalu turun ke lantai bawah untuk melihat Freya.
Beruntung semua darah yang berceceran juga mayat yang sangat banyak jumlahnya sudah disingkirkan dari sana.
Revan terfokus kepada Freya yang saat ini sedang tersenyum riang.
"Hahaha , itu lucu sekali !!" Ucap Freya masih tertawa ..
__ADS_1
"Saya tau itu nyonya , dan yang lebih parahnya lagi saya tidak menyadarinya " ujar seseorang yang menemani Freya.
Revan pun mendekati mereka.
"T-tuan" ujar orang itu menunduk.
Freya pun menoleh ke belakangnya dan melihat Revan sedang menatapnya tajam.
"Maaf tuan , saya tidak melihat anda tadi" ucap Freya lalu sedikit membungkukkan badannya .
' kepada orang lain ia sangat santai sedangkan padaku tidak ! Apa yang diinginkan gadis ini !!' batin Revan.
" Hmm" dehem Revan lalu menatap orang yang menemani Freya .
"Siapa kau ?!" Ucap Revan dingin , ia tau semua orang yang ia pekerjakan , dan Revan terlihat asing dengan orang itu, dan terlebih.. bagaimana ia masuk kemari?.
"S-saya Lusi , saya ingin melamar pekerjaan tuan.." ucap Lusi.
"Tapi kenapa kau malah ada disini bukannya menemui pandu ?!" Bentak Revan.
' astaga aku lupa , aku menyuruh pandu membereskan mayat Yuan tadi' batin Revan merutuki kebodohannya.
"Lusi ? Kau akan melamar sebagai apa ?" Tanya Freya .
"Saya akan melamar sebagai pelayan nyonya" jawab Lusi.
Freya tiba tiba menatap penuh harap pada Revan yang tak jauh dari posisinya dan Lusi.
"Tuan , apa Lusi bisa menjadi pelayan saya ? , Saya nyaman berada di samping Lusi " ujarnya pada Revan.
"Silahkan saja ! , Tapi dia harus menemui pandu terlebih dahulu !!" Ujar Revan menatap tajam Lusi .
"B-baik tuan.." ujar Lusi.
Setelah itu pun pandu datang ..
"Pan ! Urus wanita itu dia mau melamar pekerjaan !!" Suruh Revan tegas dengan menunjuk Lusi.
__ADS_1
Setelah itu Revan pun pergi menuju ruangannya tanpa mendengar kesanggupan pandu.
' sial sekali nasibku tadi aku selesai berperang lalu membereskan mayat mayat itu , sekarang ?!!' batin pandu meratapi nasibnya .
"Baiklah nona nama anda siapa ?" Tanya pandu mengalihkan pandangannya pada Lusi.
"Lusi tuan" jawab Lusi.
"Lusi ikut saya !!" Perintah pandu lalu berjalan menjauh dengan Lusi yang mengikutinya dari belakang.
Mereka meninggalkan Freya sendirian.
Ia pun memutuskan untuk mencari Revan.
' astagaa bagaimana aku bisa membantu Dinda jika aku bahkan tidak dekat dengan daddynya ' batin Freya.
Ia pun mau berbelok ke perpustakaan tapi..
Brukk
Freya menabrak seseorang , ia bahkan terjatuh tetapi orang itu menangkapnya.
Setelah ituu krak
Pergelangan kaki Freya keseleo karena pergelangan kakinya sempat berputar saat ia jatuh.
Freya pun meringis lalu menatap orang yang menangkapnya.
"Kau itu bagaimana ?! Apakah kau tidak bisa berhati hati ?!" Teriak Revan.
"Maaf tuan saya tidak melihat anda tadi" ucap Freya , Freya pun menatap revan , Revan juga menatap Freya tanpa sengaja mata mereka bertemu.
1 detik , 2 detik , 3 detik , 5 detik
"Kyaa" teriak Freya.
Lalu Freya berusaha berdiri namun ia terjatuh.
__ADS_1