
Pandu mengusap telinganya yang sakit, semoga saja gendang telinganya tidak pecah hanya karena mendengarkan teriakan super duper dari sang nyonya dan nonanya ini.
“Kau tidak bercanda kan? Awas saja kalau kau berbohong!” kinen meninggikan suaranya dan menatap tajam kearah pandu.
Beruntung ini rumah sakit milik keluarga purnama jadi tak akan ada orang yang berani menegur atau bahkan mengusir kinen.
“Saya tidak berbohong nona, tuan muda arron hanyalah anak angkat keluarga Arron karena nyonya Arron tak bisa mengandung sebab rahimnya sudah diangkat ketika ia mengalami kecelakaan bersama tuan besar arron belasan tahun lalu” balas pandu menjelaskan.
“Jangan bilang kalau tuan muda arr- ah maksud ku anak tertua Graham juga bernasib sama seperti Freya?” kini mommy yang bertanya.
“Benar nyonya” jawab pandu tegas.
“Apa?! Astaga keluarga Graham benar-benar gila! Bagaimana bisa mereka membuang anak seperti itu? Tidakkah mereka tahu kalau banyak orang menginginkan anak di dunia ini?” mommy mengomel tak karuan.
“Aku dan quqi saja melindungi anak mati-matian, aku tak menduga jika ada orang tua seperti itu! Tunggu.. bukankah tuan dan nyonya Graham ikut dengan Rina? Itu berarti mereka berada di suatu tempat yang jarang di datangi orang lain mungkin itu di salah satu ruangan mansion Graham!.”
Mommy lagi-lagi mengeluarkan argumentasi miliknya, memang benar kan tuan dan nyonya Graham ingin melindungi Rina toh?.
DEG
Revan melotot begitu pula kinen, “Mommy jenius!.”
“Eh? Iya tapi mommy mau menemukan menantu dulu urusan itu nanti-nanti saja, lagian emang ada yang bisa memastikan ketika kalian menemukan freya maka keluarga Arron akan melepaskan Freya begitu saja?” tanya mommy sarkastik.
“Benar juga, apalagi tuan muda arron itu musuh bebuyutan Abang” balas kinen.
Revan yang di bicarakan malah memandang jauh ke jendela ruang rawatnya.
“Kalau begitu sebaiknya langsung di cek saja ke enam negara itu!” usul mommy.
“But mom, luasnya itu loh bisa-bisa nanti kak Freya ketemunya dua tahun kemudian!” protes kinen.
“Tidak perlu di periksa semuanya, arah helikopter itu ke Utara sedangkan negara S dan L ada di timur, negara P ada di arah barat, jadi tinggal negara T, K dan negara C” jelas Revan panjang.
“Tapi tetap bang, meskipun itu membantu untuk mengurangi penyelidikan namun luas masing-masing negara itu sejuta lebih!” balas kinen.
“Hmm, kalau begitu kalian harus menyelidiki, dimana saja mansion arron berada dengan begitu akan mempersingkat waktu” ucap mommy.
Dengan kata lain, mereka hanya akan menyelidiki wilayah sekitar dimana mansion arron berdiri.
“Tapi dimana kita akan tahu informasi tentang mansion keluarga Arron yang notabenenya masuk urutan ke dua keluarga terkaya se-asia?” tanya pandu bingung.
“Cari tahu tentang tempat dimana black dragon’s beraksi dengan tingkat intensitas yang tinggi, maka kita akan menemukannya” jawab Revan panjang.
“Ah benar! Kelihatannya tuan muda arron itu seorang psikopat, dapat dilihat dari caranya yang agak gila saat menyerang Abang!” sahut kinen.
Dengan kata lain, tempat dimana intensitas pembunuhan meningkat dan itu disebabkan oleh black dragon’s maka disanalah tempat tuan muda arron berada.
Revan yakin kalau king f itu sayang pada Freya maka jika di sana ada king f maka disitu juga Freya berada.
Kesimpulan yang sangat tepat.
Kenapa king f akan berada di tempat yang pembunuhannya meningkat? Mudah saja, secara king f pasti kesal karena dia tak bisa membalas Revan, jadi imbasnya ia pasti akan membunuh orang secara berlebihan.
Dengan kesimpulan ini, bisa Revan pastikan kalau para penjahat akan habis dalam jangka waktu 3 bulan.
***
“Huaa Abang, udah lama Abang ngga ketemu Frey, lagian kenapa Abang ngirim Frey sendirian disini?” tanya Freya, gadis itu bergelayut manja di tangan abangnya.
Fern, yang keadaannya baru saja optimal setelah melakukan operasi tentu merasakan sakit namun rasa sakit itu tak seberapa besar hingga dia harus menjauh, jangan kan menjauh, saat ia baru di operasi pun dia tidak meringis atau apapun itu.
Memang pria batu.
“N-nona..” Andra dan delard sama-sama berseteru, mereka berharap agar nonanya tak menyentuh tubuh fern dahulu.
“Apa?” tanya Freya jutek, pandangan tajam ia arahkan pada delard dan Andra.
DEG
Nafas delard dan Andra tercekat, tadi si nona manja eh sekarang jutek, bagaimana..?
“Emm, t-tidak nona nam-namun saya sudah menyuruh para koki untuk memasak dan se-sebaiknya kita makan dahulu” jawab Andra tergagap, pasalnya bukan hanya Freya namun mata tajam fern juga mengarah ke dirinya.
__ADS_1
Mata elang fern itu seolah mengancam, ‘Jangan memberitahu apapun padanya atau kau akan habis di tanganku’.
“Iya juga.. yasudahlah bang ayo kita makan, kalian juga” ujar Freya melirik ke delard dan andra.
Jutek-jutek begini Freya masih peduli pada orang di sekitarnya dan ini sangat melegakan.
Awalnya baik delard maupun Andra sama-sama mengira jika Freya itu seorang psikopat sama seperti abangnya.
Beberapa saat kemudian setelah mereka sudah selesai makan..
“Bang! Andra itu siapa sih? Kenapa Abang mempercayakan frey padanya?” tanya Freya penasaran tanpa melihat situasi, delard hanya tersenyum kecil melihat betapa beraninya nona mudanya ini.
Freya berani bertanya begitu di depan Andra, beruntung saja Freya itu adik tersayang fern sebab itulah delard dan Andra tak akan pernah berani mengusiknya.
“Ah, dia itu orang kedua yang Abang percayai setelah delard” yah dalam hal mafia maksudnya.
“Hm? Abang mempercayai Andra? Bukannya Andra itu pengawal baru ya?” tanya Freya mengernyit.
Berdasarkan hasil ingatan dirinya saat di mansion Arron Andra sama sekali tak terlihat, ditambah dengan pengakuan Andra bahwa dia adalah pengawal baru.
Freya bertanya-tanya, abangnya bukan orang yang gampang percaya, lalu bagaimana bisa abangnya langsung mempercayai Andra begitu saja?.
“Siapa yang bilang begitu?” tanya fern, hal ini membuat Andra mengusap leher jenjang miliknya, Andra merasa tertohok dengan ucapan sinis dari tuan mudanya.
“Andra sendiri, lagipula frey tak pernah melihat Andra di mansion” jawab Freya.
“Hmm.. ah dek! Kamu mau sekolah tidak? Abang sudah mendaftarkanmu di sekolah dekat sini” ucap fern mengalihkan topik.
Sekolah? Dulu pernah fern membuat adiknya sekolah privat eh ternyata hanya bertahan dua minggu sebab si freyanya tak nyaman makanya itu fern mendaftarkan adiknya di sekolah umum yang elit tentunya.
Masalah penjagaan? Identitas Freya disembunyikan oleh fern, lalu mata-mata suruhan fern pasti akan selalu memantau Freya.
Jadi, fern selalu siap akan semua konsekuensi.
“Bukan ide yang buruk, lagipula frey sudah bisa membaca, menulis dan menghitung” benar sekali, saat sekolah privat pun Freya di ajari pelajaran tapi.. Freya belum sempat belajar tentang herbivora, karnivora dan omnivora.
Oleh sebab itulah ia tak tahu kalau singa adalah contoh dari hewan karnivora.
“Tidak papa, kamu juga akan berada di kelas khusus bersama dengan 5 orang lainnya yang memiliki kondisi sama sepertimu” jelas fern mengelus rambut Freya dengan penuh kasih sayang.
Freya pun mengangguk mengerti, wanita muda yang kecil nan imut itu terlihat sangat bersemangat untuk mulai bersekolah.
“Umm, Frey sekolah dimana bang?” tanya Freya penasaran.
“Di sma charles jeriand” jawab fern enteng, memang usia Freya sekarang harusnya masuk di SMA.
Tapi kan Freya saja tidak punya ijazah sd/mi? Lalu bagaimana sang Abang mendaftarkan dirinya?.
“Bentar, bagaimana bisa Abang mendaftarkan Frey? Frey bahkan tidak punya ijazah sekolah dasar” tanya Freya lagi.
“Semuanya mudah sayang, sudahlah tenang saja” jawab fern, memang benar tinggal menepok uang beres semua.
‘Orang kaya mah bebas Tinggal merintah lalu menunggu hasilnya, lah kami yang melaksanakan ini gimana nasibnya?!’ batin delard bersuara dengan sangat ngenesnya.
Sudahlah! Menjadi asisten seorang lelaki gila seperti fern dan Revan memang sangat susah plus menyebalkan.
Mau menolak tak berani, mau menurut tugasnya susah!.
“Baiklah” mau tak mau Freya hanya bisa mengiyakan.
“Pintar, sayang” balas fern menenggelamkan kepala Freya di pelukannya.
“Emm, Abang?” panggil Freya melepaskan diri dari pelukan abangnya dan menatap manik mata milik fern.
GLEK
fern yang entah mengapa merasa tidak enak pun memandang tajam ke arah Freya, “Ada apa, sayang?.”
Tapi Freya tak menjawab pertanyaan fern, wanita itu malah terkikik kecil dan mengedipkan matanya.
seperti membayangkan sesuatu.
Delard dan Andra pun saling bersitatap, satu hal yang mereka tahu, nonanya akan membuat masalah baru.
__ADS_1
Pertanyaannya, masalah jenis apa itu?.
***
“Nona..” Andra meringis malu, punya dendam kesumat apa nona mudanya ini padanya?.
Fern dan delard pun menggelengkan kepalanya melihat betapa nelangsanya Andra akibat ulah dari Freya.
“Apa? bukankah kau lucu memakai aksesoris itu” ujar Freya malah mengeluarkan kamera hanponnya.
Fiks! Andra benar-benar tak berdaya.
CEKREK
CEKREK
CEKREK
bunyi itu berasal dari hanpon Freya, tanpa bertanya pun Andra tahu bahwa Freya sedang memotret dirinya.
kini hanya helaan nafas yang bisa ia keluarkan, sejujurnya ia ingin mencekik si nona namun disini ada fern.
Kenapa Andra ingin mencekik Freya? jika ditanya maka Andra akan menjawab dengan gamblang ‘Nona itu selalu membuat saya greget, saya juga selalu di susahkan olehnya’.
seperti saat ini, Freya dengan jahilnya memasang berbagai aksesoris di andra, awalnya Freya ingin melakukannya pada sang Abang.
Sayang sekali, fern lebih dahulu mengetahuinya dan fern menggelengkan kepalanya sambil melirik sendu pada Freya.
Fern kan sudah pernah menjadi korban keganasan si bumil, Freya yang melihat penolakan tegas dari fern pun melirik ke arah delard dan Andra bergantian.
Flashback on
setelah fern menolak Freya dengan tegas..
“Andra, delard!” seru Freya dengan seringai jahil di wajahnya.
sifat Freya ini benar-benar ganda!.
“A-ada apa nona?” tanya Andra dan delard bersamaan, namun mereka sama-sama gugup.
“Cepat gunting, batu, kertas yang kalah harus ikut denganku!” jawab Freya enteng.
Delard yang pernah tahu metode yang digunakan sang nona pun mulai berjaga-jaga.
“Andra! ayo” ajak delard dengan datar, Andra pun mengernyit saat delard menanggapi Freya dengan serius.
akhirnya Andra pun bermain gunting, batu kertas dengan delard.
hasilnya Andra yang kalah, Andra gunting sedangkan delard batu.
“Andra, ayo ikut!” perintah Freya membuat Andra patuh seperti anak ayam.
Eh tau-taunya Freya malah memakaikan kalung, anting, cincin, jepit, bando dan aksesoris wanita lainnya.
Tau gini, Andra tak akan mau menuruti Freya!.
Flashback off
Andra mendelik saat delard tertawa kecil, ia tak berani melototkan matanya pada fern sebab fern itu majikannya.
Sayang sekali delard sama sekali tak menghiraukan pelototan dari Andra.
_______________________________
Hallo readers! udah lama ya author ngga up hampir seminggu 🙏.
but, author ucapin terima kasih banyak buat readers yang sudah mendukung author selama ini.
Yah, seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
thank u again~
-Nadira
__ADS_1