
JDUAR
Petir menyambar dari jendela, petir itu membuat siluet seorang pria terpampang jelas dalam beberapa detik.
Pria itu, yang entah mengapa wajahnya melukiskan rasa rapuh nan kesepian secara bersamaan.
Lagi-lagi takdir membuatnya harus memilih, rasanya ia masih bimbang hingga saat ini.
Padahal sudah satu bulan ia selalu berfikir mengenai topik yang sama, entah dimana ia berada tak ada yang tahu bahkan keluarganya sendiri.
Yang pasti, ia pergi dengan sejuta kenangan yang hinggap di hatinya, sejuta kenangan itu pula yang menyusahkan hatinya.
Sebelum melakukan tes DNA ia memang berfikir kalau gadis itu adalah adik musuh masa lalunya.
Namun berselang lama waktu berlalu ia malah terjebak dengan konyolnya di dalam rencananya.
Niat otak ia hanya akan mengurung gadis itu agar jika ia memang adik musuh masa lalunya maka dia tak akan bisa lari.
Namun apa daya? Hatinya berkehendak lain, hatinya berkhianat kepadanya.
“Tuan..” ******* lelah itu terdengar dari seorang lelaki yang memiliki mimik wajah datar.
Lelaki itu mungkin mengalami kelumpuhan wajah, sebab setelah sang nyonya pergi ia serasa mati.
Seorang wanita yang bisa memporak-porandakan hati sang tuan dan.. juga hati miliknya.
Bohong jika ia tak memendam rasa pada wanita unik itu, namun rasa yang tengah hinggap di hatinya ini berbeda.
Bukan cinta namun rasa sayang seorang kakak pada adiknya, ia selalu berusaha agar rasa ini tak akan bertambah menjadi sesuatu yang akan sulit untuk di hilangkan.
Ia berkali-kali berkaca, agar itu mengingat kan dirinya bahwa ia tak bisa bersaing dengan tuannya sendiri.
“Apa yang kau dapatkan?” pertanyaan dingin itu terdengar.
Langkah pertamanya selalu sama, ia memang di apit oleh dua jalur yang berbeda tujuan.
Namun sekali lagi, langkah awalnya tetap sama.
“Saya mendapat informasi bahwa yang membawa nyonya dan yang berusaha untuk mengacaukan konsentrasi nona kinen adalah king f, musuh anda” jelas lelaki itu, pandu.
Benar, ini letak kesalahan fern, ia terlalu fokus pada nona muda keluarga purnama hingga ia tak mengurusi si tuan purnama.
Sebab fern mengira bahwa Revan, tak akan mencari adiknya, mengingat bagaimana Revan yang menyakiti hati adiknya dan mencampakkan nya.. yah fern mengira begitu.
__ADS_1
“Posisi?” balasan singkat itu membalas laporan pandu.
“Mansion keluarga arron” sahut pandu.
Pandu tahu kalau king f ini tak bisa di remehkan, bahkan pandu yang sudah senior tak bisa menemukan king f dalam waktu dekat.
Satu bulan lebih ia mencari sang nyonya tanpa istirahat bersama dr Anisa.
Satu bulan itu bukanlah waktu yang sedikit..
***
“S*alan!” umpatan kasar itu di layangkan oleh seorang gadis.
Emosinya tengah naik turun akhir-akhir ini.
Ia kini tahu, ia tahu dimana keberadaan kakak perempuannya! Penyelidikannya membuahkan hasil.
Namun yang membuat nya marah adalah, bagaimana bisa tuan muda Arron itu merangkul sang kakak dengan agresif?.
Ia melihatnya, ia baru saja meneliti kembali rekaman cctv di jalan xxx, ia sebenarnya melihat rekaman itu di laptopnya sebab rekaman yang asli sudah di hapus oleh seseorang yang kinen tidak tahu siapakah dia?.
Akhirnya ia bisa menemukan keberadaan kakaknya!.
“Ma, aku menemukan lokasi kak Freya! Tapi..” jawab gadis itu, kinen.
“Apa?! Kenapa kamu tidak memberi tahu mommy? Mommy juga mencari kakakmu! Dimana dia berada?” tanya mommy beruntutan.
“Kakak aman di keluarga arron” jawab kinen, ia kemudian menatap sendu pada laptop di sampingnya.
Ia harus merelakan laptop itu untuk menembus pertahanan keamanan di mansion itu.
Namun rasanya seimbang jika dibalas dengan informasi tentang sang kakak.
Sedangkan itu, keesokan harinya..
Freya sendiri tengah di tarik ke helikopter pribadi keluarga arron oleh fern.
“Bang ini kenapa sih?” tanya Freya tak mengerti, pagi-pagi buta ada banyak pelayan yang sudah selesai membereskan barang barang miliknya.
Lalu ia dipeluk oleh sang mama dan papa yang kini sudah berada di helikopter yang berbeda.
“Darling, tolong jangan bertanya! Ini demi kebaikanmu.. untuk sementara kamu akan Abang kirim ke negara C” jelas fern memaksa freya masuk.
__ADS_1
“Bersama mama papa?” tanya Freya lagi.
Dan hanya gelengan kepala yang ia dapat, benar.. fern memisahkan dirinya, Freya serta mama dan papanya di tempat yang berbeda.
Fern mulanya berbohong pada mama dan papanya bahwa ia akan pergi bersama Freya.
Agar mama dan papanya meninggalkan dirinya, sengaja ia memberangkatkan ortunya terlebih dahulu.
Lalu ia memaksa freya masuk.
BRAK
Pintu helikopter sudah benar-benar tertutup, fern mengangguk pada orang yang tengah menyetir benda terbang itu, helikopter.
Fern dan delard Tetap berada di mansion, mereka tahu bahwa keluarga purnama akan menyerang kemari.
Fern tetap tinggal sebab ia ingin membuat perhitungan dengan si Revan, pria yang beraninya mencampakkan adiknya.
DOR
DOR
DOR
“Sepertinya mereka sudah sampai tuan” ujar delard, fern pun mengangguk.
Delard juga sama ingin menuntut perhitungan, begini-begini nona mudanya itu baik dan patut untuk di hargai bukan di campakkan.
Freya, wanita itu membuat semua orang yang dekat dengannya menjadi sayang padanya tanpa terikat hubungan penting, salah satunya adalah delard.
Namun hal ini juga akan mengundang banyak musuh nantinya, misalnya.. keluarga asli Freya dan fern.
_______________________________
Ck ck ck, Revan-revan sekalinya muncul langsung buat keributan bersama kinen!.
Dasar.
Author ucapin terima kasih banyak buat readers yang mau memberi masukan pada author di bab kemarin, so lope u!.
Ah ya, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u all~
__ADS_1
-Nadira