
Dokter Anisa menatap khawatir pada sang mama dan nyonyanya itu.
“Mama dan nyonya tadi dengar kan? Kami tidak terlibat apapun! Lalu kenapa saya dibawa kesini?” ujar dr Anisa masih bersikeras.
Gadis itu dan pandu digiring oleh mommy dan mama Dewi ke mansion baru purnama.
“Mama tidak percaya, kamu berani berbohong pada mama. Sudahlah menurut saja kami tahu apa yang terjadi” balas mama Dewi yang mana membuat pandu dan dr Anisa melotot.
Baru saja pandu ingin membela diri di pintu terdapat seseorang yang nafasnya tersenggal-senggal, semua orang pun tahu bahwa orang itu baru saja berlari.
“Kenapa mom? Kenapa ada dokter disini? Apa mommy terluka?” pertanyaan itu mampu membuat pandu kembali bungkam.
Jika kalian menyangka bahwa itu Revan maka kalian salah besar, itu Freya.. wanita yang hampir membuat pandu tenggelam di area asmara.
“Bukan sayang, kamu duduk saja setelah Revan datang mom akan menjelaskan segalanya” Freya pun mengangguk mendengar balasan dari sang mommy.
Baru saja Freya ingin duduk ia baru sadar bahwa ada orang lain disana.
“Mm, maaf nona? Saya tidak melihat anda tadi” Freya pun berucap dengan sopan sambil menundukkan kepalanya sedikit.
“Aduh-aduh! Kamu itu lagi hamil nak jangan begini, ayo duduk saja” balas mama Dewi tersenyum ramah.
Freya pun mengerti, ia pun duduk di samping mommy dan mama Dewi dengan kata lain Freya berada di tengah-tengah.
TAK
TAK
TAK
“Kenapa mom me—” Revan yang awalnya ingin bertanya pun terdiam ketika ia melihat sosok seorang Freya.
Tadi baru bertemu loh padahal.
“Nah bagus! Sekarang kamu sudah datang, duduk disana mom dan jeng dewi akan menjelaskan semuanya!” titah mommy membuat Revan menurut seketika.
Bagaimanapun Revan juga harus berbakti pada orang tua kan?.
Beberapa saat kemudian...
“Apa?! Pan kau itu bagaimana sih? Halalin dulu dong!” Freya pun protes pada pandu yang dibalas gelengan lemah oleh pandu.
Sampai kapan ia harus menolak begini sih? Percuma tidak ada yang mendengar.
“Bukan begitu nyonya, ini hanya salah faham” dokter Anisa membela diri.
“Ngga usah ngelak dok” balas Freya memandang sedih pada dr Anisa, Freya kira dr Anisa pasti sedih karena perbuatan pandu padahal de Anisa sekarang sedang pusing tujuh keliling karena kesalahfahaman ini menjelma menjadi sesuatu yang besar.
“Tapi saya mengatakan yang sebenarnya nyonyaa?!” dokter Anisa pun berteriak frustasi.
“Mom, Tante aku setuju lebih baik mereka dinikahkan besok saja.”
JDYAR
Bak tersambar listrik dr Anisa dan pandu sama-sama terjingkat ketika mendengar ucapan Revan.
“Tuan, anda juga mengira bahwa saya benar-benar..?” pandu memandang tak percaya pada sang tuan.
“Kita itu sama-sama pria dewasa pan” balas Revan datar, dengan kata lain mereka bisa tahu apa yang terjadi satu sama lain jika berhubungan dengan s*.
^^^(padahal ngga gitu ceritanya 🤣).^^^
“Iya, Revan benar mom, Tante lebih baik langsung besok! Aku kenal kok orang yang bisa jadi penghulu disini lebih baik dilaksanakan secepat mungkin” balas Freya menyahut.
“Nyonya bukan begitu!” akhirnya suara lemah keluar juga dari dr Anisa.
“Iya nyonya, saya dan dia sama sekali tidak melakukan apapun!” teriak pandu nyaris terduduk di lantai secara mengenaskan.
__ADS_1
“Sudah pan, dok kalian tidak usah mengelak” Freya tetap kukuh pada pandangannya.
“Iya kita harus segera melaksanakan pernikahan” dr Anisa pun kembali terkejut ketika mendengar suara dari sang mama.
“But ma, kenapa langsung nikah? Kami bener ngga berbuat apapun tadi hanya sebatas kesalahfahaman saja!” balas dokter Anisa menatap ke netra mamanya.
“Iya jeng, benar! Kita tidak mungkin bisa menyiapkan pesta pernikahan yang mewah dalam sehari maka dari itu pernikahannya akan dilaksanakan di mansion ini lalu resepsinya kita buat semeriah mungkin” sahut mommy.
Dokter Anisa pun berteriak frustasi saat ucapannya tak di hiraukan.
“Iya jeng benar, besok pukul lima pagi kita akan langsung menikahkan mereka!” balas mama Dewi.
Freya dan Revan pun mengangguk setuju sedangkan dokter Anisa dan pandu hanya bisa terduduk lemas di kursinya.
‘Tolong seorang saja bilang pada mereka bahwa ini hanya kesalahfahaman!’ batin dokter anisa menatap nelangsa pada mamanya, nyonya besar, dan nyonya mudanya itu.
“Frey, cepat hubungi kenalan mu” mommy berbicara pada freya, bumil itu mengangguk dan segera menelefon si kenalannya itu.
“Jangan nyonya” dokter Anisa masih berteriak frustasi tetapi Freya juga tidak menghiraukannya.
Ia fikir dokter Anisa hanya malu dengan terciduknya mereka, padahal bukan begitu.
TUT TU-
“Bonjour, désolé de déranger votre temps.”
(halo, maaf mengganggu waktumu.)
“Hé, non, vous n'interrompez pas mon temps. pourquoi m'as-tu appelé?.”
(hai, tidak kamu tidak mengganggu waktuku. Kenapa kamu meneleponku?.)
“Mon ami veut se marier, alors pouvez-vous venir demain ?.”
(Temanku ingin menikah, jadi apa kamu bisa datang besok?.
“Demain? Quelle heure est-il?.”
(Besok? Jam berapa?.)
“Vers cinq heures du matin.”
(Sekitar jam lima pagi.)
“Ok je viendrai demain et à propos de l'emplacement s'il vous plaît montrez-moi.”
(Baiklah, aku akan datang besok dan tentang lokasinya tolong tunjukkan padaku.)
“D'accord merci.”
(Oke terima kasih.)
“De rien.”
(Sama-sama.)
TUT TUT TUT
Dokter Anisa dan pandu yang sedari tadi mendengar pun tak bisa membalas karena mulut mereka sudah dibungkam oleh sang mama dan mommy.
“Dia bisa datang mom” ujar Freya berbicara pada mommy.
“Baguslah! Ayo jeng kita persiapkan gaun pengantin untuk mereka dan tentunya mereka harus ikut” balas mommy menyeret pandu sedangkan mama Dewi menyeret dokter Anisa.
“Oh ya, Frey jangan lupa untuk memberitahu keluarga Arron termasuk Andra dan delard mereka harus datang besok” sambung mommy.
“Ma, jangan gini dong dengerin aku!.”
__ADS_1
Teriakan itu lagi-lagi berasal dari dr Anisa yang sangat lelah dengan kesalahfahaman ini.
Setelahnya Freya pun memandang pada Revan yang sama menatapnya.
“Ehm! Andra sepertinya memanggilku aku pergi dulu” ujar Freya langsung berlari.
Revan hanya menatap wanitanya itu, seketika ia tersenyum tipis.
***
“Astaga nona! Saya mencari anda kemana-mana, saya sangat panik ketika anda tiba-tiba menghilang tanpa jejak lagi” Andra mengoceh saat ia melihat sang nona muda.
“Iya.. maaf, aku punya urusan dengan mommy” balas Freya mencengir kuda.
Memang benar ia tadi langsung menghilang tanpa memberi tahu apapun pada Andra yang saat itu tengah menjalankan sit up lima ratus kali sebagai hukumannya.
“Eh memangnya kenapa dengan mereka nak?” Freya menoleh ketika mendengar suara halus ini.
Senyum Freya terbit ketika ia melihat mama tersayangnya.
“Itu ma, tadi pandu membuat kesalahan yang fatal!” jawab Freya menghampiri mama grea, mama grea pun mengelus lembut rambut pirang Freya.
^^^(Padahal yang membuat kesalahan itu freyanya sendiri 🙂.)^^^
“Kesalahan? Kesalahan apa?” tanya mama grea mengerut penasaran.
“Itu ma, pandu tidur dengan dokter Anisa di salah satu hotel. Mereka bahkan tidak terikat hubungan jadi rencananya besok kami langsung mau menikahkan mereka” jawab Freya lagi, gadis itu kini mencoba mengingat-ingat nama hotel tadi.
“Ah kalau tidak salah hotel xxx” sambung Freya.
“Begitu ya.. jadi mereka tadi mengajakmu berdiskusi? Apa mama juga diundang kesana?” mama grea bertanya sambil menggiring Freya masuk.
“Iya, mama, papa, Abang bahkan Andra dan delard juga diundang kok” jawab freya.
“Kapan acaranya dimulai sayang?.”
“Rencana mommy tadi sih sekitar jam lima pagi, mereka takut kalau mempelainya akan melarikan diri karena sedari tadi mereka mengelak dari tuduhan mungkin mereka malu ma” sahut Freya yang kini sudah berada di dalam mansion bersama mama grea dan Andra di belakangnya.
“Oke, kita harus memilih baju sekarang dan ya kita harus memberitahu papa dan fern” balas mama grea yang diangguki oleh Freya.
Kemudian Freya berhenti lalu menoleh ke Andra, “Andra kau telefon delard dan beritahu ini suruh dia untuk memberitahu Abang juga, kalau Abang tidak mau datang maka bilang jika aku tidak akan mau berbicara padanya lagi.”
GLEK
Andra mana berani menyampaikan ancaman itu? Tetapi perintah adalah perintah.
“Baik nona” akhirnya Andra hanya bisa mengangguk patuh mengikuti titah sang nona.
“Bagus, eh ma.. papa dimana?” kini freya yang bertanya tentang keberadaan sang papa.
“Oh dia sedang di luar sayang, jangan khawatir mama akan memberitahu papa, sekarang kamu beristirahat saja dulu di kamarmu” jawab mama grea mengantarkan Freya ke kamarnya.
“Baik ma, Frey mau berbaring dulu ya” balas Freya tersenyum.
Mama grea pun balas tersenyum dan menutup kamar Freya membiarkan bumil itu beristirahat sedangkan dr Anisa dan pandu yang dilanda kepusingan.
_______________________________
Hayo loh langsung nikah tuh!.
Wkwkwk, mampus si pandu. Dr Anisa menjuluki pandu dengan nama ‘S.G.M’ artinya s*nting, ge*deng dan miring.
Kalau pandu menjuluki dr anisa apa ya?.
Hahaha, oke seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u~
__ADS_1
-Nadira