
Berjam-jam berlalu, seluruh orang Yang sedang menunggu Freya selalu berharap bahwa bayi dan ibunya akan baik-baik saja.
Hingga...
OEK OEK OEK
Mendengar ini rasanya hati Revan sangat hangat, pria itu berusaha untuk tidak menangis malu dong ada mantan rivalnya. Sedangkan yang lain? Sudah banjir air mata.
BLAM
Lampu ruangan operasi mati juga, dr Anisa keluar terlebih dahulu, sebab dr Anisa disana hanya untuk membantu dr juju melakukan pembedahan.
“Selamat tuan, anak anda kembar! Laki-laki dan perempuan. Urutan waktu lahir.. laki-lakinya dahulu” ujar dr Anisa memberi tahu, pandu langsung merebut bahu isterinya itu.
“Apa.. aku bisa masuk sekarang?” pertanyaan Revan dengan suara agak serak membuat dr Anisa terserentak.
“Silahkan tuan, namun yang bisa masuk hanya satu persatu sebab nyonya muda baru melakukan operasi dan melewati masa kritisnya.”
Terang dr Anisa agar tak menimbulkan drop bagi Freya.
Revan menatap yang lain, mereka yang di tatap pun mengangguk mantap membiarkan Revan masuk terlebih dahulu.
Dan benar saja air mata Revan serasa ingin mengalir saat melihat Freya yang tengah memeluk kedua buah hati mereka.
Freya yang sadar betul ada Revan pun tersenyum lemah.
“Jangan memaksa untuk tersenyum sayang” ujar Revan membelai rambut Freya, tak sia-sia ia belain Freya dan baby-nya sampai ia berurusan dengan mantan rivalnya.
“Rev, lihat anak kita benar-benar kembar” balas Freya yang nyatanya tak memperdulikan nasihat dari suaminya.
“Bukankah itu berarti nama yang kita setujui harus di munculkan sayang?” tanya Revan mengambil alih bayi perempuannya yang nyatanya terlihat lebih tenang daripada sang Abang.
“Kau benar.. ah aku berani bertaruh bahwa si bungsu itu menjiplak semua yang ada pada dirimu, kecuali rambutnya” cetus Freya, memang benar anak gadis mereka ini sangat tenang bak Puteri es.
Selain itu, kedua anak kembarnya ini sama-sama memiliki mata biru dan garis wajah yang sama seperti sang Daddy.
Yah tak heran, mereka terikat hubungan darah.
__ADS_1
“Dan si sulung pasti menjiplak sikapmu? Begitu?” tanya Revan datar, sejenak pria itu membuang wajahnya ke samping.
Freya yang awalnya mau menegur suaminya menjadi terdiam saat sebuah kata mencapai pendengarannya dengan suara serak khas orang yang menahan tangisnya.
“Terima kasih atas segalanya, freya.”
***
“Cielah, cucu mama sudah hadir juga akhirnya” mama grea terlihat senang setelah berhari-hari ia tak bisa menjenguk sang Puteri.
Bukannya apa, namun Revan jelas membutuhkan waktu lebih banyak dengan isteri dan anaknya. Menikmati suasana ketika menyandang gelar orang tua.
Untuk masalah pandu dan dr Anisa? Mereka sedang berkonsultasi dengan dr juju, yah! Memang hebat sekali.. dr Anisa yang notabenenya dokter tentu merasakan tanda-tanda ketika ia muntah berlebihan.
Dan.. benar saja, usia kandungan dr Anisa menginjak usia tiga hari, yah masih sangat kecil hingga dr juju tidak bisa memprediksi ada berapa bayi di dalam sana.
Namun.. Freya tetap bahagia, semua orang di sekitarnya sudah mendapatkan sandingan kecuali fern si abangnya itu.
“Mama tuh, bisa saja” Freya terkekeh mendengar ucapan mamanya. Ah sedikit info, papa Hunter sudah menghubungi pihak kampus Freya agar anak perempuannya itu tak perlu belajar sementara waktu.
“Hahah, eh nama anak kalian apa nih?” tanya mama grea yang diangguki oleh mommy dan kinen.
“Itu...” Freya melirik Revan, yang mana membuat sebelah alis pria itu terangkat. Namun ketika melihat lirikan mengancam dari Freya Revan memutuskan untuk menjelaskan semuanya.
“Perusahaan ku membutuhkan seseorang yang bisa mengelolanya dengan baik oleh karena itu aku memutuskan untuk menamai puteraku.. Carpicorn Lucifer purnama, yah Carpicorn sedikit mirip dengan zodiak saat mereka lahir, scorpio.”
“WHAT?! APA TAK BERLEBIHAN MENAMAI ANAKMU SEPERTI ITU? NAMA LUCIFER SAJA SUDAH MENAKUTKAN PAKAI DITAMBAH CARPICORN SEGALA?!” di kata awal memang mommy, kinen dan mama grea berteriak bersamaan.
Namun sampai di kata tengah mommy langsung maju dan menjewer telinga puteranya dengan kencang, wanita paruh baya itu tidak setuju dengan nama pemberian Revan. “Jangan terlalu keras dengan nama anakmu!.”
“Mom, aku hanya ingin agar puteraku bisa menjalani peran seperti namanya, carpicorn” mendengar pembelaan Revan semuanya pun kicep.
“Baiklah, kalau untuk anak perempuan kalian?” tanya mama grea menatap Freya.
“Frey yang memberi nama ma, lucky melyncya purnama. Lucky artinya keberuntungan dengan memberinya nama ini Frey berharap bahwa keberuntungan akan selalu menyertainya.”
Kinen dan mommy terserentak ketika mengingat kata ‘melyncya’ seketika mereka tersenyum tipis, Freya tidak menganggap adinda sebagai orang yang kenangannya harus dihapuskan.
__ADS_1
Bahkan Freya kini memberi nama tengah adinda pada puterinya agar ingatan, kenangan maupun sikap adinda selalu di ingat oleh orang lain.
Namun akankah Puteri yang ini memiliki sifat yang sama seperti adinda? Secara.. dia lebih banyak diam daripada menangis.
“Bagaimana pendapat kalian semua?” tanya Freya menatap satu persatu orang di ruangannya.
“Kami setuju.”
Mereka semua menjawab dengan kompak, Freya menatap teduh pada Revan sepertinya baby mereka sudah mendapatkan nama.
Baby C dan baby L.
‘Aku berterima kasih atas takdir yang menghampiriku, memberiku keluarga yang bahagia bahkan sekarang aku sudah menjadi seorang mommy’ -Freya gladhis purnama or Freya gladhis Arron.
‘Terima kasih atas semua kebahagiaan yang kau beri, freya’ -Revanno gramantha purnama.
...The end~...
_________________________________
Waa, akhirnya novel ini tamat juga 😢. Terharu sih sebab ni novel itu novel pertama yang di kontrak oleh mt, but Its okay ya masih ada S2, S3 and S4.
Percaya atau tidak saat author membaca ulang novel ini dari eps awal agak gimana ya.. kurang puas sebab paragrafnya kacau balau, typo pun banyak bertebaran oleh karenanya author sepakat untuk memperbaiki ni novel dulu sebelum membuat S2.
Sebab ini semua sangat berpengaruh, pantes banyak yang terhenti di tengah jalan :).
Kemarin author masih sempat memperbaiki bab 1-6, yang mau baca ulang silahkan, yang tidak ya sudah karena realitanya author hanya merubah susunan, tanda baca dan beberapa kata yang kurang pas.
Untuk alur? Semuanya masih sama.
Kalau bosan menunggu S2, kalian bisa mampir-mampir lah ke novel author, seperti yang sedang author tulis bersamaan dengan my mafia husband. ‘Puteri bungsu sang duke’ promo terselubung ini mah, gapapa lah.
Baiklah, kita akan berjumpa di extra chapter setelahnya baru menuju ke S2. kemarin author mengalami hujan otak, seketika otak author berjalan untuk alur and sebagainya pada S2 yah walau tetap sih bakal lama upnya, karena itu tetap stay dulu disini. Jangan unfav.
Tak terasa sudah sangat lama setelah author merilis ni novel.
Sungguh author mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan kalian semua.
__ADS_1
Terima kasih~
-Nadira