
Lagi lagi Freya ditangkap oleh Revan namun kali ini Freya di tarik ke pelukan Revan.
Lalu Revan menggendong Freya ala bridal style Freya pun memberontak.
"Kyaa lepaskan !!" Berontak Freya.
"Diam ! Atau aku akan memasukkan mu ke kandang harimau !!" Ucap Revan sekaligus dengan ancaman.
Freya pun diam tak berkutik.
Sepanjang jalan banyak pelayan atau bahkan pengawal yang melihatnya .
Freya hanya menahan malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Revan.
Setelah sampai di kamar Revan , Revan meletakkan Freya di tempat tidur dan memijat kaki Freya.
Krakk
" Aaa sakit !! Dasar kau revan sakit !!!" Teriak Freya, namun sayang beribu sayang, Revan masih tidak peduli lalu krak.
" Aaa , pelan pelan !!!" Teriak Freya nyaris memukul Revan.
" Gerakkan kakimu perlahan" perintah Revan, menurut dengan perkataan Revan Freya pun menggerakkan kakinya.
' eh sudah tidak sakit ?' batin Freya merasa kegirangan.
"Emm.. terima kasih tuan" ujar Freya.
"Bisakah kau memanggilku nama saja ? Kau istriku bukan pelayan ku..." Ucap Revan,
Entah kenapa tapi ia sudah mulai merasa nyaman dengan keberadaan Freya.
"Baiklah tu- eh Revan " ujar Freya tersenyum.
"Dan satu yang perlu kau ingat.. biasakan agar tidak tertawa di rumah ini !" Ucap Revan dingin.
"Akan ku usahakan " ujar Freya yang sebenarnya ingin menyangkal perintah Revan, namun ia ingat ia harus membantu adinda lagipula.. sepertinya Freya tertarik pada Revan.
Pandu..
Pandu saat ini mau melapor kepada Revan tentang biodata Lusi.
__ADS_1
Pandu pun mengetuk pintu kamar Revan namun tidak kunjung dibuka akhirnya ia memutuskan untuk masuk, Dibukanya pintu secara perlahan , ia mendengar suara yang aneh menurutnya.
' Aaa , pelan pelan !!! '
Pandu tahu betul siapa pemilik suara itu , pemilik suara itu adalah nyonyanya yaitu Freya !.
Suaranya tidak terdengar dari luar karena kamar ini kedap suara, suara ini baru terdengar saat pandu membuka sedikit pintu kamar tuannya ini.
' apa yang dilakukan nyonya ?' batin pandu.
' apa ia sedang melakukan itu bersama tuan ?' batin pandu lagi.
Akhirnya pandu memutuskan untuk melihat apa yang terjadi, Lalu Freya yang melihat pandu muncul tiba tiba pun reflek berteriak kencang.
"Kyaaa , siapa itu !!" Teriak Freya, teriakan super dari Freya membuat Revan mau tak mau menoleh ke belakang.
Terlihat pandu yang sedang cengar cengir kuda, mana ia tau kalau Freya alias nyonyanya ini akan terkejut?.
"Pan !!! Kenapa kau mengagetkanku huh?!" Teriak Freya .
"Kenapa kau tidak mengetuk dulu?!" Tanya Revan sedikit membentak.
"Maaf sebelumnya tuan nyonya, saya tadi sudah mengetuk pintu tapi tidak kunjung dibuka" ujar pandu.
"Kenapa kau kemari?" Tanya Revan menatap dingin pandu.
"Saya membawa biodata Lusi.." jawab pandu tanpa menatap mata Revan.
"Hmm baiklah !!" Ujar Revan lalu bangkit lalu pergi diiringi dengan pandu.
" Aku ditinggal sendiri lagi ?" Gumam Freya yang hanya bisa menghela nafasnya.
Revan...
Revan saat ini tengah di tengah perjalanan menuju ruangannya bersama pandu.
Saat mereka sudah sampai Revan langsung duduk dan pandu memberikan dokumen itu.
"Lusi derbua elmery" ujar Revan membaca biodata Lusi.
"Pan , apa dia benar benar gadis yang tidak berbahaya ?" Tanya Revan.
__ADS_1
"Ya saya sudah mendapatkan semua informasinya tuan , apa anda ingat ? Gadis yang kita tolong 2 bulan yang lalu?" Ucap pandu.
Flashback on
Dua bulan yang lalu
Saat ini Revan dan pandu tengah berada di luar..
Ia melihat seorang gadis yang mau diperkosa oleh seorang preman.
Revan hanya acuh , namun ia ingat peraturan ayahnya padanya .
Ia di suruh untuk membantu setiap orang yang kesusahan itu pun saat ia melihat dengan matanya sendiri.
Ya mau tidak mau Revan juga pandu menolongnya , setelah itu preman itu pergi dan akhirnya Revan dan pandu pergi dari tempat itu.
Namun dari kejauhan gadis itu berteriak.
"Terima kasih tuan , saya sangat berhutang Budi kepada anda !"
Flashback off
"Ya aku masih ingat lalu kenapa ?" Ujar Revan santai.
"Dia adalah Lusi !" Jawab pandu.
"Hmm baiklah , bawa dia masuk" titah Revan muncul.
Revan tak ambil pusing dengan bagaimana cara Lusi masuk, ia tau pandu ini memiliki kepedulian yang besar terhadap orang lain, jadi tak aneh jika pria itu memberi alamat rumah ini pada Lusi.
"Baik tuan" ujar pandu lalu keluar mencari keberadaan Lusi.
' menyebalkan dimana gadis itu ? Bukankah aku menyuruhnya menunggu di sini ?!' batin pandu mendengus kesal.
"Lusi !!" Teriak pandu karena kesal sudah mencari Lusi kemana mana ternyata ia bersama nyonyanya di perpustakaan.
Freya dan Lusi pun menoleh secara bersamaan.
"Ya tuan ? Ada apa ?" Tanya Lusi menatap pandu, entah kejadian tolong menolongnya ini rekayasa atau bukan, namun yang jelas Revan masih pusing untuk memikirkan segala kemungkinan.
"Ikut saya !!" Bentak pandu menatap tajam ke Lusi yang tak mengikuti arahan, tanpa diminta dua kali Lusi pun pergi mengikuti pandu.
__ADS_1
"Kenapa kau meninggalkan tempat itu ?! Bukankah saya menyuruhmu menunggu disana ?!" Marah pandu pada Lusi.
"Maaf tuan , saya tadi menemani nyonya" ucap Lusi.