
Ayura pun menjawab dengan mudah, tangannya bergerak lincah untuk mengambilkan jatah makan mama grea, Arfi dan aura.
Sebagai seorang menantu yang baik, sudah seharusnya ayura bertindak demikian.
“Negara P ma, aku sangat suka melihat pemandangannya” ketika jawaban ayura meluncur senyum pun makin terbit dari wajah mama grea.
“Baiklah, mari kita makan!.”
Ayura sejenak mengernyit dan menatap ke arah mama grea, tak biasanya wanita paruh baya itu seperti ini, apalagi si duo A pun juga terlihat sangat misterius.
Apa ada sesuatu yang mereka sembunyikan?.
“Ma, Arfi, aura.. Ini hanya perasaanku saja atau kalian menyembunyikan sesuatu?” tanya ayura curiga, bahkan tangannya kini belum memakan hidangan tersebut.
Arfi dan aura yang sudah memulai memakan makanannya pun tersedak dengan tidak elitnya, “Uhuk uhuk.”
Dua anak kembar itu pun terlihat menatap kesal pada mamanya yang rupanya sedikit pintar, “Eh kalian kenapa?.”
Duo A tetap menatap kesal pada ayura yang terlihat khawatir, “Mama sih! Kok nuduh-nuduh kami? Nih ya ma, kami tuh punya banyak pekerjaan salah satunya itu mendalami sistem matematika sincostangen.”
Oma pun mengacungkan jempolnya ketika akting duo A sangat netral, bagai tidak berlakon. Wah gini ternyata rasanya memiliki cucu yang genius.
“Tapi kalian aneh sekali” balas ayura menoleh ke mama grea.
“Itu hanya perasaanmu saja, sayang” sahut mama grea tanpa tergagap.
“Sudahlah, lebih baik kita memakan hidangan ini kan?” tanya mama grea menunjuk ke makanan di depan mereka.
“Iya tuh ma! Aura juga udah lapar” aura merengek pada mamanya, sungguh! Lain kali tim penyatu ferra ini akan lebih berhati-hati, selain ayura yang sepertinya sangat mengenal duo A masih ada fern yang memiliki sejuta trik licik.
Biasyalah, pemimpin mafia!.
Ayura pun hanya mengangguk, dirinya masih melamun memikirkan tentang apa yang direncanakan oleh keluarganya.
Bahkan, mungkin saja papa Hunter juga terlibat.
***
“Astaga, seriusan? Dokumen segini ini harus di selesaikan dalam seminggu?” tanya papa Hunter histeris sambil menunjuk ke lima tumpukan dokumen yang dimana satu tumpukan terletak lima dokumen tebal.
__ADS_1
Lima dikali lima, jadi 25 dokumen yang harus di selesaikan dalam seminggu.
Masalahnya, kalau fern masih gila kerja seperti dahulu untuk menyelesaikan pekerjaan ini ia akan lupa waktu hingga tak ingat bahwa ia sudah memiliki ayura, Arfi dan aura.
‘Selain itu, rencana kami bisa gagal dong!’ batin papa Hunter memutar otaknya.
“Tentunya pa” balas fern dengan datarnya, hatinya serasa meringis saat menyadari bahwa ia harus lembur saat ini padahal tadi ia berniat mengajak ayura dan duo A mengelilingi kota yang mereka tempati ini.
Yasudahlah, mungkin memang belum waktunya untuk mendekatkan hubungannya dengan ayura.
“Tapi, kita hanya tiga orang!” papa Hunter terlihat panik, segini banyaknya tumpukan di perusahaan pusat mereka, sesekali papa Hunter memijat keningnya.
Apalagi dengan ketebalan dokumen itu yang tak perlu diragukan. Alamat lembur ini mah.
‘Lalu apa kabar saya yang tadi disuruh mengerjakan ini sendiri, tuan? Beruntung nyonya besar masih ingat pada saya’ batin delard nyaris mengumpat.
“Sudahlah pa, kalau kita berbicara terus maka ini tak akan selesai” fern menyahut dengan dingin, tangannya mengambil salah satu dokumen, ia duduk di kursi kebesarannya dan mulai mengerjakan dokumen tersebut.
“Mari kita bagi, papa mengerjakan delapan dokumen, delard mengerjakan delapan dokumen dan sembilan dokumen lagi milikku” jelas fern membagi dokumen tersebut.
Papa Hunter dan delard pun mengangguk, sejenak papa Hunter membuka handphonenya.
My beautiful wife♡.
Sayang, sepertinya kami tidak akan pulang untuk beberapa hari. Dokumen di sini begitu banyak sedangkan waktunya mepet. Jaga diri kalian, jika ada sesuatu hubungi kami. Aku pasti akan merindukanmu baby 🥺.
Send📲
Sungguh membuat iri saja!.
Setelahnya papa Hunter menaruh handphone itu, ia mengambil satu dokumen dan mulai mengerjakannya.
Bagaimanapun, mereka tak bisa mengembankan tugas seperti ini pada karyawan mereka! Tugas para karyawan itu sudah banyak jadi yah begini deh.
Suasana di ruang ceo itu kini sangat sunyi, baik papa Hunter, fern maupun delard sama-sama mengerjakan dokumen itu dengan serius.
Kini hari sudah pukul 8 malam, dan mereka baru mengerjakan satu dokumen.
Yups, berjam-jam dengan penuh konsentrasi mereka berhasil mengerjakan satu dari beberapa dokumen yang sudah dibagi rata.
__ADS_1
Sudah dibilang bukan? Ketebalan dokumen itu tak perlu diragukan!.
“Mungkin akan lebih baik jika kita makan dan istirahat sebentar” fern menatap ke arah papa dan asistennya yang terlihat lesu.
Papa Hunter pun mengangguk menyetujui usulan fern, setelah anggukan papa Hunter fern meraih telefon dan menghubungi seseorang memintanya untuk membawa makanan, kopi plus camilan ke ruangannya.
Sambil menunggu papa Hunter membuka handphonenya yang sempat berdering.
My beautiful wife♡
Sayang, sepertinya kami tidak akan pulang untuk beberapa hari. Dokumen di sini begitu banyak sedangkan waktunya mepet. Jaga diri kalian, jika ada sesuatu hubungi kami. Aku pasti akan merindukanmu baby 🥺.
^^^Fern juga tak akan pulang? Iya aku akan menjaga diri bersama ayura dan cucu kita. Ulululu kasian sayangnya aku malah senang! Malam ini malam Minggu kan?😉 Silahkan bekerja dengan keras sayangku~.✉️^^^
Papa Hunter berdecak saat ia menyadari bahwa harusnya malam ini dirinya dan sang istri menjelajah nirwana.
Aku akan menggantinya di hari lain, jangan harap untuk lolos Sayang.
Send📲
Papa Hunter hanya terkekeh sejenak, ia menoleh ke dua orang yang seruangan dengannya, papa Hunter bisa memaklumi kalau delard hanya menunggu tanpa memainkan handphone sebab sejak awal dia tak memiliki pendamping.
Tapi, bagaimana dengan anaknya?.
“Fern, kamu tidak mengabari ayura?” tanya papa Hunter yang mulai curiga.
“Aku tidak memiliki nomornya, pa” mendengar ini delard memandang tuannya sambil mengernyit, bukankah seharusnya tuannya itu mendapatkannya saat menyelidiki pelaku yang meretas sistem perusahaan Arron dan purnama?.
“Halah! Bohong, tak mungkin begitu. Aku tau bahwa aku memiliki putra yang genius! Dia bisa mendapatkan nomor ayura dengan mudah.”
“Jujur saja, kau takut untuk menghubunginya kan? Takut kalau nomormu diblokir? Ck, putraku bisa jadi penakut juga ternyata.”
Fern pun mencebikkan mulutnya kesal saat sang papa meremehkannya, padahal yah memang itu yang terjadi.
“Atau kau mulai kehilangan pesonamu hingga tak bisa meluluhkan seorang wanita saja fern? Dia bahkan istrimu sendiri!.”
“Pa, bukan begitu!” fern membalas papa Hunter ketika sang papa menyinggung tentang pesonanya.
Pesonanya sama seperti dulu, bahkan pesonanya bertambah! Namun entah kenapa ayura tidak terpikat sama sekali.
__ADS_1
Dia memang benar-benar menarik!.
TBC