
Tapi Revan kembali menolak fikiran gila yang tengah melintas di otaknya.
Memb*nuh Freya setelah dia melahirkan? Ia akui dirinya memang mafia yang tak kenal ampun namun.. ia sendiri juga punya seorang mommy.
Fikirkan saja, bagaimana perasaan anaknya nanti kalau dia sudah besar jika dia tahu kalau ibunya dilenyapkan oleh ayahnya tepat setelah ia dilahirkan?.
Dengan kata lain ibunya Dib*nuh saat hari ulang tahunnya.
Jika Revan membalikkan posisi, bagaimana jika dirinya yang terpisah dengan momnya?.
Itu menyakitkan, yah itu cukup untuk menjelaskan semuanya.
Namun jika ia memb*nuh Freya sekarang maka.. itu berarti dirinya juga mengakhiri hidup pewarisnya nanti selain itu ia tak akan bisa memb*nuh Freya sekarang.
Arghh! Dilema yang merepotkan!.
***
“Kira-kira mereka bagaimana ya mom?” tanya kinen khawatir dengan kondisi kakak dan abangnya.
Abangnya itu bahkan tak berbicara apapun saat dia menjemput Freya, dia hanya langsung menarik tangan wanita itu lalu pergi membawanya.
Entah pergi kemana? Kinen maupun mommy juga tak tahu.
“Mom tidak tahu kin, tapi yah.. semoga semuanya baik-baik saja” jawab mommy yang juga tak tahu apa yang tengah terjadi di antara putera dan menantunya sekarang.
“Nona, nyonya maafkan kelancangan saya namun saya harus pergi sekarang juga” pandu berkata begitu sambil menyembunyikan rasa takut akibat aura kinen yang begitu mendominasi.
Aura kinen hampir sama persis seperti aura Joni dahulu.
Dan mommy menyadarinya.
“Pergilah!” ujar mommy, lagipula mommy tahu jika pandu merasa tertekan dengan aura gelap kinen.
“Terima kasih nyonya, saya permisi dahulu” balas pandu lalu memundurkan dirinya.
CKLEK
__ADS_1
Pintu mansion mommy tertutup sempurna, pandu sudah resmi keluar dari mansion mommy.
“Berhenti menyia-nyiakan aura mu sayang, lihatlah pandu tadi sampai tertekan” ucap mommy mengelus punggung tangan kinen berharap gadis muda itu akan tenang.
“Tapi mom kita sama sekali tak mengetahui tentang keberadaan kakak dan Abang sekarang! Mom tahu sendiri kan kondisinya sekarang bagaimana?” balas kinen kacau.
“Mom juga tahu kan kalau Abang itu orang yang gampang emosi?” sambung kinen yang makin membuat dirinya panik.
“Mom tahu, tapi.. lebih baik kita tak ikut campur dalam hal ini, sebab ini adalah hubungan antar dua pihak, jangan sampai ada pihak ketiga yang ikut campur” Balas mommy mencoba menetralisir perasaan khawatir yang makin melonjak di dadanya.
Di mansion mommy aura gelap dan kekhawatiran jelas terasa berbeda dengan keadaan di mobil Revan yang kini terlihat canggung.
‘ Kenapa suasananya jadi canggung seperti ini sih?’ batin Freya meruntuk.
Freya akhirnya menoleh ke depan, mansionnya sudah dekat sebentar lagi mereka akan turun.
Namun ketika berhenti lagi-lagi Freya merasa aneh, mengapa? Karena biasanya Revan akan membukakan pintu mobilnya untuk dirinya lewati.
Akan tetapi pria itu malah langsung melaju masuk tanpa menoleh ke arah Freya sedikit pun.
‘ Lah? Aneh banget sih?’ batin Freya.
Tapi.. nafas Freya tercekat ketika matanya menangkap pemandangan yang berada tepat di depannya.
Bagaimana bisa lelaki yang berstatus suaminya itu sedang memangku wanita lain yang pernah berada di cafe bersama revan?.
DEG
Seketika Freya mengelus lembut perut nya yang masih rata, jika Revan begini maka bagaimana nasib dari janinnya?.
“Kenapa kau melakukan ini huh?” tanya Freya tegas, sebenarnya air matanya sudah menggenang namun air mata itu tetap menggantung tanpa berniat turun.
Sedangkan yang ditanya hanya menatap datar Freya, tangan wanita itu mengelus pa*a Revan namun pria itu tak merespon dan menolak hal itu.
“Kenapa kau tidak pernah membicarakannya secara baik-baik padaku? Kalau kau bosan denganku, bilang! Jangan main belakang seperti maling begini” sambung Freya berteriak.
“Kau bertanya kenapa? Tentu saja karena aku ini cantik tak seperti kau j*lang rendahan yang sok cantik” bukan Revan yang menjawab melainkan wanita yang tengah menggoda Revan.
__ADS_1
Dan.. pria itu tak menentang ataupun membalas ucapan wanita itu.
Walau hatinya sendiri terasa teremas sebab sejak awal dirinya sepenuhnya menyukai freya, namun jika hal ini tak segera di akhiri maka Freya akan lebih terluka lagi, terlebih ketika tahu apa niat Revan selama ini?.
Ia jelas sangat ingin meraih Freya namun otaknya berlainan, hati dan otaknya tak searah, hanya saja.. ia memang harus melakukan ini atau ia malah akan jauh menyakiti Freya.
akan lebih baik jika wanitanya itu membencinya sekarang, namun.. sayangnya hati nya sudah tertaut dengan Freya.
sejujurnya Revan tak yakin dengan langkah yang ia ambil akan tetapi.. ia hanya berfikir dengan otaknya yang kacau tak ingin menuruti kata hatinya.
Freya menatap tak percaya pada wanita itu, wanita itu jelas sudah tahu jika dirinya adalah isteri Revan.
Tapi, wanita itu..?.
Freya meremas kepalan tangannya sendiri, ia menekankan pada dirinya jika ia tak lemah!.
Dirinya bahkan sudah pernah menghadapi masalah dimana ia harus hidup dengan pekerjaan yang penuh keringat.
Pengemis, yah pengalaman saat itu lebih sulit daripada saat ini.
‘ Adinda.. aku tak akan bisa mewujudkan keinginanmu sekarang, walau aku sempat menemani Revan sebentar’ batin Freya.
Setelahnya Freya langsung naik ke atas, ia menutup pintu dengan lirih setelahnya ia bersandar pada pintu itu.
Akhirnya pertahannya jatuh juga, air matanya sudah luruh menghujani wajah cantiknya.
Hingga tubuhnya merosot, ia menekuk lututnya setelahnya ia memeluk perut miliknya.
Ia bisa terlihat sangat rapuh jika sendirian akan tetapi di depan semua orang ia akan berusaha tegar.
‘ Aku akan membuktikan jika aku bisa hidup tanpa belas kasihmu! Kau akan menyadari jika aku bukan wanita rendahan yang bisa kau injak-injak dan buang begitu saja’ batin wanita muda itu lagi, freya.
______________________________
huhu sebenarnya Revan itu mau balas dendam tapi yah sedikit sulit sebab Revan benar-benar menyukai freya.
yasudah deh itu urusan babang Revan! seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
__ADS_1
thank u!
-Nadira~