
Freya sedang dilanda kepusingan yang benar benar teramat terasa.
“Nyonya! Apa anda ingin salad?”
“Nyonya! Apa anda ingin ..”
Suara orang itu terus saja mengganggu Freya, mentang mentang Revan sedang pergi jadi mereka bisa seenaknya mengganggu Freya?.
Freya tau mereka mengincar posisi Lusi, tapi posisi itu tidak akan di dapatkan oleh siapapun karena apa? Sudah pasti Revan tidak akan setuju dengan semua itu.
Kalau Revan saja tidak setuju lalu bagaimana dengan mommy dan kinen?
Yah sepertinya Freya tidak akan memiliki teman bermain atau bahkan teman mengobrol setelah kejadiannya dengan Lusi.
“Apa yang kalian lakukan?”.
Suara dingin nan datar itu menyeruak secara tiba tiba dari samping Freya.
Tanpa menoleh pun Freya tau siapa yang berada di sampingnya terutama saat suara dingin itulah yang selalu terngiang-ngiang di kepalanya.
“Revan!”
“Ada apa? Apa mereka mengganggu dirimu?” tanya Revan menatap tajam pada orang orang yang mengelilingi isterinya.
“Tidak! Mereka tidak mengganggu ku!” Jawab Freya sedikit ketus.
Revan mengernyit lalu menatap wajah kesal Freya “Lalu kenapa kamu kesal begitu?”.
“Itu karena dirimu!” jawaban yang keluar dari mulut Freya mampu membuat orang orang dengan tau dirinya mundur dan keluar dari ruangan.
“Aku? Memangnya apa yang ku perbuat hingga kamu kesal begini hm?” tanya Revan menangkup pipi Freya membuat pemilik pipi itu cemberut tak karuan.
“Kwamu shi! Ninggwalin akhu!” jawab Freya menampik tangan revan dan memperpanjang bibirnya.
(Kamu sih! Ninggalin aku).
“Memangnya kenapa?” tanya Revan tak mengerti.
“Hiih! Gimana bisa sih orang kayak kamu jadi bos nya pandu yang bahkan lebih pintar darimu?” tanya balik Freya dengan nada kesal.
“Tau deh! Pikir sendiri kesalahanmu apa!” sambung Freya keluar dari ruangan lalu..
__ADS_1
BRAK
Pintu dibanting dengan keras oleh Freya yang membuat sang suami ingin melenyapkan Freya.
Namun tak jadi sebabnya ia mencintai Freya, lagipula jika ia melenyapkan Freya maka mommy dan kinen akan melenyapkan dirinya juga.
Dan yang mampu ia lakukan saat ini hanya menghela nafasnya pelan.
‘ Apa salahku?’ batin Revan mulai mengingat ngingat apa kesalahan yang telah ia perbuat.
________________________
“Lapor tuan, nyonya dan nona muda keluarga purnama sudah kembali”.
Laporan itu mampu membuat fern kembali tersadar, pasalnya ia sedang menahan kantuknya.
Semalaman ia tak tidur akibat memikirkan adiknya esoknya ia dimarahi oleh sang mommy, jadi ia tidak memiliki waktu istirahat.
“Posisi?” tanya fern mulai mengangkat kepalanya dengan setengah mengantuk.
“Mereka tadi turun dari helikopter posisi di mansion keluarga purnama” jawab delard, delard tau tuannya mengantuk namun berita ini adalah berita yang teramat penting bagi sang tuan.
“Lalu sekarang?” tanya fern heran pasalnya ada kata ‘tadi’.
Kening fern sendiri mengerut, hutan? Berarti mertua dari Freya melewati hutan? Untuk apa?.
CENGKLING
Seketika ada lampu imanijer di atas kepalanya, yah orang ini cukup pintar plus licik.
“Tuan?” panggil delard yang merasa aneh dengan ekspresi dari sang tuan.
“Aku tau, mereka itu pergi ke markas orang s*alan itu!” balas fern dingin.
‘ Cih, s*alan katanya? Tapi orang yang di sebut s*alan itu adik iparnya sendiri!’ batin delard ingin protes namun tertahan.
“Jika mereka sudah kembali, maka adik kesayangan ku pasti akan kembali” sambung fern datar.
“Anda tidak akan langsung menculik nona kan?” tanya delard khawatir.
Jika sang tuan langsung menculik nona muda tanpa memberitahu identitas aslinya maka nona muda kemungkinan akan trauma lalu...
__ADS_1
“Aku tidak bodoh sepertimu” jawab fern meremehkan kinerja otak asistennya.
‘ sumpah deh! Untung saya sabar dengan anda tuan!’ batin delard yang ingin sekali mencakar wajah tampan tuannya.
“Periksa semua pelabuhan, bandara maupun stasiun adikku pasti akan berada di salah satu tempat itu” perintah dingin dan mutlak keluar dari mulut fern.
Tampan tapi gila plus si*ting itu adalah biografi singkat tentang fern yang selalu tercantum di fikiran delard.
“Baik tuan”
________________________
Kinen sendiri tengah menemani mommynya.
Mommynya tiba tiba pingsan saat mereka tengah menyiksa si leo leo itu.
Dan itu mampu membuat kepanikan di diri kinen apalagi kakak dan abangnya belum sampai disini!.
Kinen hampir gila memikirkan kondisi momnya! Pasalnya beberapa menit yang lalu seorang dokter keluar dan mengatakan bahwa kondisi momnya cukup rapuh.
“Nona, kenapa anda ada disini?” tanya seseorang yang membuat kinen menoleh.
“Pan? Kau juga dirawat disini?” bukannya menjawab pertanyaan pandu kinen malah mengajukan pertanyaan baru.
“Tidak nona, saya tidak sampai dirawat hanya diberi obat dan perawatan saja” jawab pandu lalu menatap pada ruangan yang tengah di tatap kinen sebelum ia kemari.
Mengerti tentang pemikiran pandu kinen pun bersuara “Yang di dalam sana itu mommy, entah kenapa mommy tiba tiba pingsan”.
Dan pernyataan kinen mampu membuat pandu melotot, secepat kilat ia menanyakan sesuatu pada kinen.
“Lalu bagaimana dengan keadaan nyonya besar?” tanya pandu secepat yang ia bisa.
Sebelum kinen menjawab terdengar langkah kaki dari seseorang yang berbaju putih mendekati mereka.
TAK
TAK
TAK
Serentak pandu dan kinen menatap ke arah yang sama.
__ADS_1
________________________