
Fern.. orang itu kini tengah menunggu Freya, beberapa hari ini ia berusaha untuk menemui gadis itu.
Namun kini gadis itu yang selalu tidak datang, ia sampai penasaran kenapa Freya selalu mengundur undur janjinya? Apa ada sesuatu?.
Fern oh lebih tepatnya keluarga Arron memiliki rumah sakit tersendiri, karena fern adalah anak dari pemilik rumah sakit maka tes DNA di cepatkan.
Dari satu Minggu ke 5 hari.
Kira kira hari ini dirinya akan mengambil tes DNA itu, ia tidak bisa menyuruh delard pasalnya delard itu pusat penyelidikan musuh sekarang.
Sudah ber jam-jam dirinya menunggu freya namun gadis itu tidak datang datang, mungkin Freya akan mengundur janji lagi.
Hal yang paling tidak disukai fern ialah menunggu, karena itulah ia sempat menggerutu di dalam hati jika gadis itu tidak jadi datang.
Akhirnya fern meninggalkan cafe itu lalu pergi ke rumah mommynya, rumah yang sudah lama tidak ia datangi.
Mommynya sudah rindu dengannya, jangan lupakan Omelan sang Daddy nanti jika fern datang, pasalnya kalian ingat kan? Delard memanggil dad Hunter dengan sebutan 'daddy'.
Ia akan menjelaskan semuanya agar daddynya tidak sembrono datang ke perusahaan atau semuanya akan kacau berantakan.
Dan tentunya fern harus menyiapkan mental untuk menghadapi makanan mommynya yang beraneka ragam rasanya.
Mommynya baru seminggu belajar memasak, dulu Daddy yang melarang mommy, namun entah apa jurus yang digunakan momnya akhirnya dad menyetujuinya.
Ini salah satu alasan kenapa fern tidak kunjung datang, rasa masakan mommynya itu masih benar benar hancur, dan Anehnya ia dan daddynya akan mengatakan 'wahh masakan mommy enak' hanya sekedar agar mom tidak bersedih.
Walau nyatanya ia dan daddynya akhirnya muntah ketika mommynya membereskan semuanya.
__ADS_1
Mengingat itu fern menghela nafas lelah, perlahan fern terkekeh ketika ingat betapa bucinnya Daddy ketika berhadapan dengan mommy.
Ia jadi bertanya tanya apakah dirinya di masa depan akan begitu dengan isterinya? Ah tidak mungkin kan?.
Tapi pada akhirnya tidak ada orang yang mengetahui tentang masa depan.
"Mommy ku sayang! Tunggu aku di mansion!" Ucap fern datar lalu melajukan mobilnya membelah jalur lalu lintas yang cukup padat.
Namun ia mengerem secara mendadak lalu mengerang dengan kesal.
"Aarghh! Siapa yang membuat macet seperti ini?" Tanya fern pada dirinya dengan aura yang menyeramkan.
"Apa gunanya.. sudahlah!" Ucap fern dingin lalu memilih melempar pandangannya ke luar jendela.
"Itukan?" Tanya fern menggantung pada dirinya sendiri .
________________________
"Entahlah mom, aku tidak tahu tapi yang pasti.. jangan salahkan aku jika Abang ku cincang setelah ini" jawab kinen dingin juga lalu mengalihkan pandangan dari luar menuju kakak kesayangannya.
"Kak? Kakak baik baik saja kan?" Tanya kinen memegang pundak sang kakak, bagaimanapun kakak itu isteri Abang yang sah!.
Yap! Orang yang dilihat ketiganya itu Revan, revan tengah menggandeng seorang gadis muda apa abangnya ini lupa kalau dia sudah beristeri?.
Abang mau beristeri dua gitu? Nope! Jangan mimpi mommy dan kinen siap menghadang jika hal itu benar benar terjadi.
"Kakak baik baik saja kin, lagian Revan memang tidak suka sama kakak" jawab Freya dengan hangat namun wajahnya terlihat datar.
__ADS_1
Mendengar itu telinga mommy dan kinen memanas, kalau Revan tidak suka sama Freya kenapa tidak membiarkan Freya bebas? Ceraikan Freya! Jangan bilang kalau dia hanya menuruti permintaan adinda.
Jika itu benar namun.. itu berarti pernikahan antara Revan dan Freya itu hanya menguntungkan Revan! Lalu Freya? Harus jadi pelampiasan Revan karena Rina dulu?.
Yang benar saja! Kalau memang begitu maka mommy dan kinen siap mencincang Revan tanpa ampunan!.
"Mom, kin kakak mau ke cafe itu sebentar ya!, Kakak mau beli minum buat kita" ucap Freya mengalihkan topik lalu menunjuk cafe di dekatnya.
"Oke, tapi jangan lama lama kak" sahut kinen, mommynya tidak menjawab ia masih mengontrol emosi.
"Pak, parkirkan mobilnya disana bentar ya" ucap Freya menunjuk ke arah parkiran cafe.
' sabar tarr! Dia puteramu jangan sampai kau b*nuh, sabarr' batin mommy mencoba mengontrol emosinya yang sudah siap meledak bak gunung berapi.
Sementara itu setelah supirnya sudah memarkirkan mobil Freya sudah pergi ke dalam cafe tanpa melihat ke Revan sekalipun.
Walau nyatanya Revan melihat keberadaan Freya disana , sejenak Revan mengernyit lalu menoleh ke arah sekitar mencari mobil mommynya.
Dan benar saja ia langsung melihat mobil momnya yang cukup mencolok di area parkiran.
"Aishh, kau itu! Dari tadi diam saja kenapa sih?" Tanya gadis yang tengah merangkul tangan revan.
Namun Revan tak menggubris sama sekali ia masih mengamati mommy dan adiknya yang terlihat menatap tajam ke arah dirinya.
Pandangan di arahkan Revan ke dalam cafe, disana Freya tengah berbicara dengan seorang lelaki yang... Cukup tampan.
"Masuk" ucap Revan dingin lalu menarik gadis itu masuk ke cafe.
__ADS_1
________________________