My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.86. Senyum misterius


__ADS_3

Revan memutuskan untuk membawa Freya kembali ke mansion yang lain meskipun sang mommy dan adiknya itu tak mengizinkannya.


Revan yang keras kepala itu tak ingin menuruti bantahan mommynya, sampai pada akhirnya otaknya berfikir dengan cara yang paling gila.


Dengan senyum misterius Revan berkata akan tinggal disini untuk sementara.


Namun senyum Revan malah membuat mommy, freya maupun kinen berfikir yang tidak-tidak.


Apalagi Revan itu orang yang.. cukup tidak suka di tentang.


Kinen harap abangnya itu tak akan berbuat sesuatu yang tak masuk akal, namun sepertinya.. abangnya punya rencana gilanya sendiri.


______________________________


“Bang!, Abang ngga bisa gitu ngelakuin hal hal seperti ini di kamar saja?” tanya kinen kesal sedangkan mommynya diam sambil menggeleng pelan.


Mommy menyadari jika puteranya ini tingkahnya mirip Rafa dulu, dari segi penampilan, kesukaan warna, segi wajah semuanya sama seperti Rafa, lalu puteranya mirip mommy dari mananya? kalau semuanya sudah di borong Rafa?.


“Salah siapa kau tidak mengizinkan aku membawa Freya?” tanya Revan acuh sedangkan Freya sedang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Revan, tangan Revan melingkar di pinggang Freya berjaga-jaga apabila wanitanya itu terjatuh.


Kenyataannya Freya tadinya sedang dipangku dan dipeluk oleh Revan akan tetapi pria itu dengan kurang ajarnya mencium bibir Freya di depan mommy dan kinen yang jomblo.


Bahkan ciumannya tak bertahan di sana, bibir Revan perlahan turun ke leher Freya.. padahal wanita milik Revan itu sudah memberontak namun tenaganya kalah kuat, Freya bahkan nyaris men**s** karena permainan Revan.


Akhirnya kinen melempar bantal ke sang Abang membuat dirinya dan abangnya berdebat hingga Freya Malu sendiri.


“Makanya Abang senyum smirk aja dari tadi! Ternyata Abang udah punya rencana sendiri, huh!” kesal kinen seraya meremas bantal yang sudah dilemparkan balik oleh abangnya.


Revan hanya mengangkat bahunya acuh, salah sendiri tidak mau membiarkan Revan dan Freya pergi.. lebih tepatnya Freya yang tak di izinkan pergi.


Sebab kinen dan mommy tadi berkata kompak ‘Jika kau/abang mau pergi, maka pergi saja! Jangan membawa Freya/kakak!’.

__ADS_1


Lagi lagi Revan menghela nafasnya, sejak kapan Freya bisa menaklukkan mommy dan adiknya sekaligus?.


Kemampuan seperti ini benar benar merepotkan!.


“Kalian sudah selesai dengan si br*ngsek itu?” tanya Revan dingin.


Kinen dan mommy yang mengerti dengan perkataan Revan pun terjingkat, mata mereka membeku namun itu sesaat sebab disana masih ada Freya.


Freya yang memang tak terbiasa dengan aura menyeramkan dari Revan, mommy dan kinen pun pergi.


“Mom, Rev, kin.. aku pergi ke dapur dulu ya! Aku haus.” pamit Freya, setelah mendapat anggukan dari ketiganya Freya langsung pergi.


Revan, kinen maupun mommy tak khawatir karena mansion ini sudah dikunci lagipula.. sekarang, mommy sudah menaruh berbagai pengawal yang kuat di seluruh sudut setelah penculikan Freya.


Walau nyatanya.. saat itu kinen memang sengaja menempatkan pengawal yang lemah, jadi Lusi bisa menculik Freya dengan mudah.


Dari jebakan itu mereka berhasil menemukan lokasi tersembunyi leo.


“Kami belum selesai, jangan b*nuh dia dulu” jawab mommy mewakili dirinya dan kinen, sebab puterinya itu sudah memasang mata beku sejak Freya pergi.


Revan maupun mommy hanya diam, sebenarnya yang kehilangan semuanya akibat leo itu kinen, orang tua, identitas dan keluarga itu semua telah direbut Leo dari kinen.


Jadi sudah lumrah jika kinen marah sampai sebegitu nya.


“Maka, kau harus memastikan dia membayar lebih kin” ucap mommynya.


Revan reflek melotot ke sang mommy, namun mommynya tak membalas tatapan Revan.


Bagaimanapun Revan juga takut jika mental kinen terganggu, gini gini Revan masih sayang dengan kinen.


Di sisi lain...

__ADS_1


“Astaga! Setelah sekian lama akhirnya puteraku bisa terluka! Aku fikir fern bukan manusia karena dia tak pernah terluka” ucap mom grea antusias.


Fern, dad hunter dan delard memandang takjub ke arah mom grea.


“Tapi ini sakit mom!” sahut fern tak terima, jadi mom greanya ingin dia terluka begitu?.


Sayangnya fern bukan masokis! Jika saja delard tak ketahuan, ia pasti baik baik saja.


Namun fern secara pribadi senang, Revan.. musuhnya tadi menyerangnya secara membabi buta, hal itu karena delard dan fern dikira ingin mencelakai Freya.


Dari sana fern bisa mengambil kesimpulan jika Revan memang sayang dengan sang adik.


“Tenang sayang, mom akan mengobati kamu” balas mom grea, balasan itu membuat dad Hunter mendelik ke mom grea, sebab ada kata ‘Sayang’ di dalamnya.


Mom grea lalu melihat ke suaminya yang terlihat ingin menelan fern sekarang juga, ia pun memeluk fern lalu menatap tajam ke arah suaminya.


“Jangan melihatnya seperti itu! Dia itu putera kita!” seru mom grea masih menatap tajam dad Hunter.


Dad Hunter akhirnya menyerah dengan mengangkat kedua tangannya sebagai isyarat.


Sekali lagi, delard maupun fern tau kalau dad Hunter itu suami takut istri.


‘ ck ck ck, kasian sekali daddy’ batin fern menatap sedih dad Hunter.


Ketika itu delard sangat menyadari jika keluarga sang tuan, entah itu tuan besar, tuan muda dan nyonya sekalipun..


SEMUANYA GILA!.


______________________________


Hello readers! seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.

__ADS_1


*thank u!


- Nadira*


__ADS_2