My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.41. Perdebatan #2


__ADS_3

"apa apaan ? Kapan aku menggoda dokter disini ?" Tanya Freya malah menatap pada Revan yang entah mengapa menolak menatap wajah Freya.


Revan hanya takut khilaf lalu malah membawa Freya ke rumahnya lagi! Masalahnya dengan dunia bawah belum selesai , keamanan Freya tidak bisa terjamin di rumah Revan sekarang!.


" Jangan berpura pura" jawab revan dingin lantas menatap adiknya dari jendela ruangan UGD di RS itu.


Freya masih memandang Revan dengan tatapan tidak mengerti , namun ketika melihat arah pandangan Revan Freya termenung..


Akankah kalian tahu ? akan jadi luka tersendiri bagi seorang Abang jika melihat adiknya terkuka..


Sekarang .. Adiknya.. ia hanya bisa menatap adiknya yang terbaring lemas disana.. terbesit rasa perih di dalam hatinya , orang yang biasanya membuat onar padanya , orang yang selalu membuat rusuh di kediamannya sekarang malah terbaring lemas tidak berdaya seperti ini ?.


Namun tak lama ada suster yang keluar dari sana "mohon maaf tuan , nona kami harus memindahkan pasien ke ruang rawat inap , dan lagi mohon tidak ribut disini" ujar sang suster tersenyum lembut.


Lalu tampak kinen yang dibawa di brankas reflek mereka memundurkan badannya.


"VVIP " satu kata singkat dari Revan membuat Freya melongo , hah VVIP ?.


Lalu kinen pun dibawa ke ruangan VVIP padahal kinen tidak papa karena pertolongan kakak iparnya itu , ia tidak kunjung sadar karena ia mengalami time travel!.

__ADS_1


Aduh aduh terserah mommy, Freya , dan Revan saja !.


Lalu Freya juga mommy mengikuti kemana brankas kinen dibawa pergi mereka jelas tidak akan membiarkan kinen sendiri , berbeda dengan Revan yang memandang mereka dari belakang.


Lalu menatap pada sekitarnya , entah kenapa tapi firasatnya berkata kalau musuhnya ada di sekitar sini.


Tidak akan lucu jika rumah sakit akan menjadi rumah pembantaian bukan ? Tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Freya hanya bersama mommynya.. takut jika mommy akan bertindak di luar nalar.


Bagaimanapun perilaku mommynya tidak pernah bisa ia tebak !.


Namun.. Revan juga tahu betul sifat mommynya , kinen adiknya itu menyukai Freya dan mommy tidak akan pernah tega ketika melihat kinen sedih ,jadi ia tidak akan pernah menyakiti Freya isterinya itu.


Sungguh keberaniannya Benar benar harus dipuji.


________________________


' beg*o kenapa dr itu disini !! Huft tarik nafas pan , kau harus melaksanakan perintah tuan!' batin pandu berusaha menenangkan dirinya.


Bukannya tenang ia malah semakin tegugup ketika dr Anisa tiba tiba berbalik lalu menatap dirinya.

__ADS_1


"Tuan ? Kenapa anda disini ?" Tanya Anisa yang melihat pandu , padahal tadi saat ia ke taman ini ia tidak melihat pandu , kenapa tiba tiba pandu ada di belakangnya ?.


"A-ah itu tuan r-revan bertanya , kapan tes dnanya selesai apa masih lama ?" Tanya pandu mengutarakan maksud kedatangannya.


"Tuan !! Ini masih 3 Minggu ! Bukankah saya sudah bilang kalau mesinnya datang setelah 2 bulan ? Sekarang tinggal 1 bulan lebih 1 Minggu ! Dan ditambah juga waktu tes DNA ! Biasanya waktu tercepat itu 5 hari setelah stempel darahnya diambil !" Oceh Anisa menatap tajam pandu , seharusnya ia tahu kalau orang ini tidak mengerti tentang ini semua.


Taunya cuma menurut dengan perintah tuannya lalu bunuh musuh gitu aja ! Mengesalkan bukan ?.


" Ya.. itu salahkan tuan ! Saya hanya bertanya karena tuan menyuruh saya !" Balas pandu menatap Anisa tak kalah tajam.


" Bilang aja kalau anda bodoh hingga tidak mengerti tentang hal ini !" Sahut Anisa semakin kesal dengan lawan debatnya ini .


sepertinya dokter Anisa dan pandu benar benar saling membenci!.


________________________


Hahahaha , tiati dr Anisa sama pandu ! Benci benci nanti jadi cinta lohh !


Hayo siapa yang pernah benci eh jadi cinta ? Ngakuu ~

__ADS_1


- Nadira


__ADS_2