My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.30. mulai peduli ?


__ADS_3

Freya pun hanya berdiam di kamar itu , ia masih memikirkan apa yang terjadi , ia hanya mampu diam di pinggiran kasur.


' apa yang terjadi disini sebenarnya ?' batin Freya..


Ia pun melihat dari jendela kamar.


Ia menyingkirkan gorden di jendela itu dan melihat ke luar.


"Eh apa itu Revan ?" Gumam Freya melihat Revan bersama pria yang memasuki kamar itu.


Freya menyimpulkan bahwa nama pria itu adalah Yuan mengingat Revan dan pandu memanggil nama itu saat berbicara dengan orang yang saat ini bersama Revan.


Lalu tiba tiba pandu datang lagi tanpa mengganti pakaiannya ia lupa untuk memberitahu nyonyanya sesuatu.


"Nyonya ?!" Teriak pandu nyaris melotot, Freya yang terkejut pun langsung terjingkat dan menoleh ke belakang.


"Pan? Kau itu kenapa?" Tanya Freya keheranan.


Tanpa menjawab pandu langsung mendekati Freya lalu menutup gordennya lagi.


"Nyonya saya mau bilang jangan mendekati jendela atau membuka gordennya itu akan baik untuk keamanan anda " ucap pandu.


' semoga aku belum terlambat untuk menutup gorden ini tadi ' batin pandu.


"Eh pan , apa yang revan dan tuan yuan lakukan ? Aku melihatnya dibawah tadi" tanya Freya.


"N-nyonya melihatnya ? Apa saja yang nyonya lihat ?" Tanya balik pandu serius.


"Aku tadi hanya melihat saat Revan dan tuan yuan saling menatap dengan tajam" jawab Freya.


"Oh, tuan Revan dan tuan yuan sedang berbicara mereka memiliki sedikit perselisihan" ujar pandu menjawab pertanyaan Freya tadi.

__ADS_1


"Tunggu ! Nyonya tau darimana jika nama orang itu Yuan ? " Tanya pandu.


"Itu kalian tadi memanggilnya dengan nama itu , jadi aku kira nama orang itu Yuan , apa aku salah ?" Jawab Freya sekaligus melontarkan pertanyaan.


"Oh begitu ternyata .. nyonya benar nama orang itu Yuan" jawab pandu.


"Sudahlah, gantilah pakaianmu itu pan!" Suruh Freya.


"Iya nyonya, saya akan ganti di kamar mandi tuan Revan, para pelayan sebentar lagi datang membawa pakaian saya" ujar pandu.


"Pan, apa kau bisa mewujudkan satu permintaan ku?" Tanya Freya berharap.


"Tentu nyonya, katakan apa permintaan nyonya?" Tanya balik pandu.


"Bisakah kau untuk berbicara menggunakan aku dan kamu? Jangan menggunakan saya?" Tanya Freya.


"Tapi.." pandu menjawab dengan ragu-ragu.


"Baiklah nyonya hanya sekali saja" sahut pandu mengalah.


Setelah itu


Tok tok tok


Ujar pintu diketuk padahal pintu itu sudah terbuka lebar.


"Kemari!" Perintah pandu menatap pelayan itu tajam.


Pelayan itu pun mendekat lalu..


"Ini tuan" ucap pelayan itu memberikan pakaian pandu.

__ADS_1


Pandu hanya diam dan menerima pakaian itu lalu mengibaskan tangannya menyuruh pelayan itu pergi.


Freya yang melihat interaksi pandu hanya diam.


' apa yang terjadi ? Pandu tadi biasa saja meski tadi selalu menatap tajam... kenapa mendadak jadi dingin seperti ini ?' batin Freya.


Saat ini perasaan pandu sedang campur aduk, ia khawatir takut nyonyanya curiga melihat tingkahnya tadi.


Tapi apa mau buat? Pandu tidak bisa mengubah sikapnya dengan cepat, tadi pun berbicara dengan nyonyanya ia selalu menatap dengan tajam.


"Sa- eh aku pergi dulu nyonya " ujar pandu melewati nyonyanya dan pergi ke kamar mandi.


"Apa sebenarnya yang terjadi disini? Aku tidak mengerti sama sekali!" Gumam Freya.


Revan...


"Hei br*ngsek! Bangun kau!" Teriak Revan pada Yuan yang sudah tergeletak di tanah hanya dengan beberapa luka yang disebabkan oleh pedang Revan.


Memang pedang Revan tidak begitu panjang tapi ketajamannya tidak perlu diragukan.


"Argh, K-kau.. a-aku m-asih p-penasaran apa di k-kamarmu tadi ada w-wanita?" Ucap Yuan terbata bata.


"Ck!, untuk apa aku menjawabnya?!" Balas Revan.


Tanpa ada percakapan lagi, langsung saja Revan menebas kepala Yuan itu adalah akhir hidup Yuan karena berani menyerang Revan.


"****! Aku harus menyembunyikan dia agar dia aman, Keadaan ini sangat berbahaya untuknya!" Gumam Revan mengepalkan tangannya.


' sejak kapan aku peduli pada gadis itu ?!' batin Revan.


Tiba tiba pandu berlari panik

__ADS_1


__ADS_2