
"astaga... Kenapa tuan jadi seperti ini ?" Tanya pandu memijat pelipisnya , ia pusing ! Pusing sekali!.
Bagaimana bisa tuannya mendadak tidak sadarkan diri ? Yah meski tuannya sempat sadar saat ia datang dan satu kalimat yang tuannya ucapkan 'awas jika kau berani menghubungi freya' itu pun dengan nada mengancam.
Bahkan telefon genggam yang ada di tuan nya ini rusak ! , Sepertinya setelah tuannya menelepon dirinya hanponnya dibanting oleh sang musuh.
Siapa yang berani menyakiti tuannya ?
Ia harus menyelidiki ini , perlahan ia menoleh ke hanponnya yang sengaja ia matikan alasannya ? Tentu karena nyonya mudanya itu menelefon terus ! Nanti kalau diangkat pasti akan bertanya.
'pan dimana Revan ?' 'kenapa dia menghilang ?' 'apa dia tidak ingin menemani kinen disini ? Kinen kan adiknya!'.
Lalu jawaban apa yang harus diberi pandu ? Masa dijawab 'saya tidak tahu nyonya' kan tak mungkin ia ini asisten pribadinya tuan Revan ? Pasti tahu kan ! Apalagi pandu sendiri ikut menghilang bersama tuannya.
Maaf nyonya muda ! Pandu harus menyelamatkan diri !.
"Apa apaan ini sebenarnya ? Apa yang terjadi sebelum aku datang ?" Gumam pandu bertanya pada dirinya sendiri.
Satu satunya jalan yaitu mengetahui kebenarannya melalui tuannya sendiri apalagi tuannya pasti sudah memutuskan semua rekaman cctv , akan sangat berbahaya jika tuannya berkelahi tanpa memutus rekaman cctv.
bahkan mungkin tempat itu sudah di hapuskan jejaknya oleh musuh tuannya.
"Ck ! Tinggal selidiki !" Bentak seseorang dengan suara berat.
Reflek pandu menoleh dan melihat kalau tuannya sudah sadar bahkan sudah bersender di brankarnya sendiri.
"Tuan , kapan anda bangun ?" Tanya pandu lantas mendekati tuannya , bagaimana ia bisa tidak sadar kalau tuannya sudah bangun ?.
"Dari tadi" jawab revan singkat , memang dari tadi ia sudah bangun hanya saja ia tak berniat untuk membuka matanya.
__ADS_1
"Tuan ! Tadi anda kenapa ? Bagaimana anda bisa jadi seperti ini ?" Tanya pandu beruntutan , iya dong ! Dia pasti khawatir kan ?.
"Ck ! Jangan tanya , cepat Selidiki saja !" Jawab revan ketus .
"Kenapa tuan terlihat tergesa gesa ?" Sahut pandu karena biasanya tuannya ini orang tersantai ketika menghadapi musuh.
Revan hanya diam , seketika satu nama terlintas di pikirannya , nama yang selalu ada di fikirannya akhir akhir ini.
"Dimana gadis itu ?" Tanya Revan pada pandu , namun ia tak menjawab pertanyaan pandu tadi.
"Gadis yang mana tuan ?" Tanya balik pandu dengan pandangan tak mengerti membuat Revan kembali naik pitam.
Entahlah bagaimana pandu bisa jadi asisten Revan ? Mungkin lewat jalur belakang !.
________________________
Fern lalu menggenggam nya , kenapa ia jadi seperti ini ?
"Tuan , apa anda ingin memesan sesuatu ?" Tanya orang yang melayani Freya tadi dengan berbinar , yah pelanggannya cogan ! Jadi maklum dong !.
"Seperti biasa" jawab fern kembali ke nada dingin nya .
Fern selalu berlangganan disana jadi orang orang di sana pasti sudah hafal betul makanan juga minuman kesukaan fern , si cogan ini!.
Sedangkan itu...
"Ini nyonya " ucap Freya menyerahkan satu bungkus spaghetti pesanan mommy.
Mommy pun mengambilnya namun tatapan matanya tak pernah lepas dari kinen sama sekali.
__ADS_1
Lusi bahkan sedari tadi diam di pojok ruangan , mana berani ia bicara pada nyonya besarnya yang judes ini ? Sama menantunya aja judes apalagi sama Lusi yang notabenenya hanya seorang pelayan pribadi Freya ?!.
Jadi ia berfikir alangkah baiknya jika dirinya berdiri di pojok ruangan mengamati segalanya tetap diam dan hening.
Setelah mommy memakan sedikit dengan sedikit mommy mulai menangis lagi hanya saja , tidak ada suara hanya saja bulir bulir air mata jatuh dari kelopak mata mommy.
' rasa spaghetti ini tak pernah berubah kikuk !' batin mommy tetap menatap lekat kinen , wajah Puteri kesayangannya ini mirip dengan...
Meski begitu , kinen akan tetap jadi anak kesayangannya ! Tak peduli apapun !.
Freya yang melihat pun hanya diam seribu bahasa , meski ia bukan seorang ibu tapi.. pasti sangat sakit ketika ada di posisi mommy !.
Begitu pula dengan Lusi yang tetap diam memandang mommy lalu Lusi menoleh ke nyonya mudanya , wajah nyonya mudanya ini secerah mentari ! Sangat indah.
sementara itu..
"itu.. kenapa grandma menangis ya ? apa ada sesuatu yang aku tidak ketahui electro ?" tanya adinda menatap pada electro , yah adinda akan sangat kemak (kepo maksimal) jika menyangkut tentang keluarganya.
"entahlah " jawab electro yang memang tak ingin adinda ikut campur dalam urusan ini lagi! bisa bisa nanti adinda gagal ke alamnya !.
_________________________
kita bertemu lagi ! bagaimana kabar kalian ? semoga baik baik saja ya !..
author pastikan kita akan bertemu lagi nanti ! nanti nanti ! hahaha canda ! pokoknya kita akan ketemu lagi !
*see u !
- Nadira
__ADS_1