My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.42. panik ?


__ADS_3

"nyonya.. anda baik baik saja kan ? Saya membawa makanan untuk anda dan nyonya besar , silahkan dimakan" ujar Lusi , tadi Lusi memang tidak ikut ke rumah sakit untuk mengatur rumah itu dulu.


Para pelayan dan pengawal disana panik hingga melupakan tugas masing masing , karena tak sempat memikirkan apapun , mommy menyuruh Lusi untuk mengatur orang orang di rumahnya.


Kepala pelayan di rumah itu sedang pulang kampung , jadi Lusi lah yang mendapat pekerjaan dadakan ini.


"Ah iya lus.. makasih " ujar Freya lalu menatap kinen untuk yang kesekian kalinya , andai saja ia melarang kinen ke kampus pasti tidak seperti ini kan ?.


Bahkan Revan yang tadinya ada disini tiba tiba menghilang , ada urusan apa gerangan ?


Mommy sekarang sudah tidak menangis namun tatapan matanya kosong , dokter gadungan yang memeriksa kinen itu bilang kalau puterinya baik baik saja , lalu kenapa ia tidak kunjung bangun ?


Ingat saja ! Jika puterinya tidak bangun maka rumah sakit ini akan benar benar digusur !.


Apalagi dokter gadungan itu ! Lebih baik ia menyiapkan kuburan untuk dirinya sendiri , ingatlah Revan bukanlah orang yang pemaaf.


Atau lebih tepatnya tidak ada kata maaf di kamus Revan.


"Nyonya.. anda makan dulu ?" Tanya Freya pada mommy.


"Bagaimana aku bisa makan disaat puteriku sedang ada di antara hidup dan mati ?" Tanya balik mommy.


"Nyonya , jika anda tidak makan bagaimana anda bisa menjaga kinen ?" Ujar Freya memberikan mommy pertimbangan.


Freya sudah memiliki pemikiran yang cukup dewasa , ini pun ia di ajari oleh adinda yang mungkin sudah kembali ke alamnya sendiri...


' bagaimana alam mu Din ? Apa sangat indah ?' batin freya.


________________________


"Astaga mommy Freya mengira aku sudah kembali !" Ujar adinda yang cukup sangat kesal.


"Memang harusnya kau kembali" sahut electro dingin.


"Kenapa kamu bilang 'kau' seharusnya kamu bilang 'kita' kan kita yang akan kembali ! Bukan aku saja" demo adinda yang tak terima pada ucapan electro.


Electro hanya diam memandang adinda untuk mengenangnya , ia pasti akan merindukan gadis manis ini , ia pastikan akan mencari adinda jika ia sudah..


"Hei electro !" Panggil adinda lalu menjentikkan jarinya di depan muka electro.


"Hm " dehem electro tetap memandang adinda terang terangan.


"Kapan kita kembali ?" Tanya adinda , setelah ia berada di alamnya sendiri ia mungkin akan sedikit tenang dan otaknya tidak akan terus menerus bekerja.


Mendadak ia ingin pensiun tapi ia masih ingat mommy dan daddynya !.


"Kau akan kembali 6 hari lagi , usahakan tidak berbuat aneh aneh di alam mu " jawab electro datar namun tersirat nada kesedihan di ucapannya.


"Kenapa kau berkata seperti itu ? Kau bisa mengingatkan aku nanti jika aku merusuh kan ?" Tanya adinda lagi , ia sudah merasa tidak enak dari saat electro mengatakan dengan lirih bahwa hanya dirinya yang kembali.

__ADS_1


" Aku hanya ingin mengingatkanmu sekarang" jawab electro lagi dan lagi.


"Kenapa seperti itu ?" Tanyanya hingga electro diam tidak menjawab pertanyaan adinda.


"Lah kok malah diem ?" Tegur adinda pada teman kutubnya itu.


Sulit di percaya electro itu masih kecil tapi auranya hampir sama dengan daddynya.


Jika kecil saja auranya sudah menyeramkan seperti ini , besarnya bagaimana ?


Pasti sangatt menyeramkan!.


"Tidakkah kau menjawab saat aku mengingatkanmu tadi ? , kuharap kau tidak merusuh ?" Tanya electro ia benar benar mengharapkan kalau ia ada waktu sedikit lebih banyak untuk adinda sayangnya ia tak bisa melawan takdir.


"Jika aku ingat" jawab adinda cengengesan lalu mengangguk anggukkan kepalanya.


"Kau harus ingat !" Ujar electro menatap tajam adinda berharap gadis ini takut lalu tidak melupakan ucapannya.


Namun malah terbalik gadis di depannya ini malah tersenyum lalu berkata " meh meh aku kan pelupa !".


Mendadak electro ingin menenggelamkan adinda di danau untung ia sayang makanya tidak melakukan itu.


"Terserah" ucap electro yang memang tidak gemar untuk berdebat.


________________________


Beruntung tidak ada yang melihat perdebatan mereka atau image pandu akan benar benar rusak!.


Nanti orang orang akan berkata ' lihat , pakaiannya seperti orang atas tapi ia tidak bisa menjaga perilaku di rumah sakit' , dan itu akan sangat memalukan bagi pandu.


Lalu tiba tiba ponselnya berdering.


Kring kring


Pandu pun menoleh ia ingin tahu siapa yang menelefon dirinya , ada tulisan 'tuan ngawur ' tertera di layar ponselnya, pandu sengaja menamai kontak Revan begitu karena Revan memang ngawur jika memberinya hukuman , jadi shtt jangan beritahu Revan tentang nama kontaknya di ponselnya!.


Seketika pandu langsung mengangkat telefonnya.


" Ada ap-"


" Kenapa kau lama sekali mengangkatnya hah?!"


" Maaf tuan , kenapa tuan menelefon saya ?"


" Cepat pergi ke lokasi yang aku beritahu ! Ada musuh!"


" Baik tu-"


Tut Tut Tut

__ADS_1


Sebelum pandu selesai mengucap tuannya itu sudah menutup sambungan telefonnya.


Pandu lagi lagi hanya bisa menghela nafas lalu mengecek lokasi yang diberi tahu oleh tuannya itu.


Seketika pandu terbelalak itu lokasi yang baru saja ia lewati , dengan segera pandu memutar cepat mobilnya dan menancapkan gas .


Jangan khawatir pandu sudah terbiasa tentang kebut kebutan seperti ini , beroda saja agar pandu tidak menabrak sesuatu agar mobilnya tidak rusak ! Eh agar pandu tidak mati .


Secepat kilat pandu datang kesana , berdoa di dalam hati semoga tuannya cukup baik hingga tidak membuat tempat yang di datanginya seperti makam yang berisi mayat.


Namun... Yang dilihat pandu saat ini ...


"Astaga tuan !" Teriak pandu lalu menghampiri tuannya.


"Bagaimana bisa seperti ini ?!" Panik pandu , apa ia terlewatkan sesuatu ?.


Sedangkan itu di sisi lain..


"Tuan.. saya ketahuan tadi" ujar seorang lelaki sedikit membungkuk kepada lelaki lain di depannya.


"Bagaimana kau bisa ketahuan ?" Tanyanya dengan dingin , auranya yang mencekam dan juga menyeramkan cukup menjadi pertanda bahwa orang yang melawannya akan mati mengenaskan!.


"Maaf tuan , tapi musuh sepertinya punya insting yang cukup kuat , tadi saya sempat mengingat nama gadis yang dekat dengannya , lalu saya mengucapkannya dan ia tiba tiba lengah" terang sang lelaki.


"Siapa ?" Tanya fern , ya orang ini yang menyuruh asistennya untuk memata matai Revan tadi ! , Beruntung nyawa asistennya itu tidak melayang.


"Siapa apanya tuan ?" Tanya orang di depan fern tidak mengerti.


"Ck ! Siapa nama gadisnya ?" Tanya fern tetap datar namun suaranya menekan setiap kata yang ia ucapkan.


" Saya hanya sempat mendengar nama panggilan gadis itu saja nama panggilannya 'FREYA' itu saja , saya belum bisa menyel-" ucapannya terpotong karena tuannya itu.


"Freya !?" Teriak fern terkejut bukan main.


"I-iya tuan , namanya non Freya" ujarnya bingung kenapa tuannya sepanik ini ? Memangnya kenapa ?.


' mungkin hanya namanya saja yang sama !' batin fern , ia jelas tidak rela jika adiknya ditahan disitu.


Apalagi ia sudah tahu jelas watak Revan juga watak nyonya besar purnama.


________________________


Hohoho , uwaw si ghost mau kembali eheq sana sana kembali aja ! Tak akan ada yang kangen ! Iya kan readers?.


Ya iyalah di dunia nyata mah kalau lihat yang namanya ghost entah itu Miss kun , mas poc , pasti malah lari ketakutan ye kan ? Jan khawatir author juga kok ! Nanti author siap sedia di barisan depan untuk lari !.


Shtt author tak akan lari kalau hantunya cogan hehehe


- Nadira

__ADS_1


__ADS_2