My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.80. Kesenduan kinen dan freya


__ADS_3

Warning!


Tolong memilih bacaan sesuai umur, walau ini tidak sampai ke inti, namun tetap saja pilih bacaan sesuai umur!.


Selamat membaca!.


________________________


Pandu memilih pergi ke bar, daripada ia melampiaskan semua kemarahannya di rumah sakit.


“Tuan ingin pesan apa?” gadis cantik molek dengan gaun seksi menghampirinya, gadis itu bahkan mengelus lembut dada bidang pandu, gadis itu sengaja menundukkan badannya sehingga pandu melihat dua gunung milik gadis itu.


Yah cukup besar dan.. lebih utamanya gadis ini tidak memakai b*a.


Tentu saja ini bar bukan?, Tentu hanya ada wanita j*lang.


Namun pandu membiarkan gadis itu malah pandu menariknya ke pangkuannya, meraba p*ha gadis itu, ah mungkin gadis ini sudah menyandang gelar wanita.


“Soju” satu perkataan menjawab pertanyaan gadis itu.


“Ahh baik tuan shh saya akan menyediakannya” balas gadis itu dengan sedikit men****h.


Pandu melepaskan wanita itu agar ia melaksanakan tugasnya.


Pandu memperhatikan wanita itu sayangnya pandu hanya bermain main, milik pandu tak akan Sudi menghinggapi milik orang itu.


Yah pandu hanya ingin kontak fisik tanpa penggabungan, kecuali jika pandu memiliki isteri nanti.


Telinga pandu berdenging karena alunan musik yang menggema, pandangannya ia arahkan ke arah lain.


Disana ada banyak wanita berjoget ria dengan seorang lelaki, bahkan wanita wanita itu tidak peduli ketika kedua milik mereka yang berharga di r***s, malah mereka.. me*****h.


Cih benar benar j*lang.


Jika saja ia tak sedang marah maka dia tidak akan mengunjungi tempat sampah seperti ini.


“Ini tuan pesanannya” wanita itu kembali ke arah pandu meletakkan gelas berisi Soju di hadapan pandu dengan sangat membungkuk namun pandu tak peduli.

__ADS_1


“Bawa gelas itu dan ikuti aku” ujar pandu dingin lalu pergi meninggalkan wanita itu yang melaksanakan perintah darinya.


Pandu memesan satu.. ehm kamar?.


Ketika ia berada di kamar itu pandu langsung memepet wanita itu di dinding.


“Kau wanita.. kau pasti tau jika tempat yang kita kunjungi memiliki makna” ucap pandu dingin, namun bukannya lari wanita itu malah mengusap wajah pandu seolah ia terbiasa akan ini semua.


“Tentu saja saya tau tuan” balas wanita itu tanpa gugup.


Pandu lalu meraih tubuh wanita itu, mengunci pintu kamarnya membaringkan wanita itu di kasur.


Ia mengambil Soju yang masih dibawa wanita ini lalu..


SYUR


Pandu dengan sengaja menumpahkan Soju di bagian tengah tubuh wanita ini.


“Ups, maaf aku tidak sengaja” ujar pandu datar, namun tangannya sudah membuka resleting gaun yang digunakan orang di depannya.


Pandu membuka separuh gaun hingga Soju yang tersisa di tubuh wanita itu terlihat, yah di bagian d*da.


“Tuan, bukankah Anda harus mengambil sesuatu yang sudah anda bayar?” tanya wanita itu mengangkat tangannya untuk merangkul pandu.


Membuat pandu tersenyum tipis lalu mulai menjilati Soju di perut wanita itu lantaran Soju milik pandu menyebar tak karuan.


“Ahh shh emmhh”


D*****n wanita itu terdengar sambil bergerak seperti cacing kepanasan.


Lidah pandu naik hingga mencapai dua gunung yang tadi menyapanya, sudah pandu bilang wanita ini tidak memakai b*a.


Sesekali pandu menggigit bagian berwarna merah membuat keduanya me*****h.


Setelah menghisap seluruh Soju di d*da wanita itu pandu m*****s dua gunung milik wanita itu, membuatnya semakin m*****h.


Namun sedetik kemudian pandu melempar segepok uang di sebelah gadis itu dan mengucapkan “Saya tidak akan melakukan penggabungan padamu, anggap kita tidak pernah bertemu”.

__ADS_1


Menyakitkan namun nyata, sudah pandu bilang ia tak ingin melakukan penggabungan dengan siapapun apalagi dengan seorang j*lang.


Ia akan melakukan hal itu untuk pertama kalinya dengan isterinya nanti.


________________________


Freya sendiri tengah menatap sendu ke arah mommy, bahkan air matanya menggenang di pelupuk matanya.


Sedangkan Revan hanya menatap Freya dengan diam, ia tak tau bagaimana cara menghibur seseorang.


Kinen yang ikut menatap ke kakak iparnya mendelik pada abangnya, memberi isyarat untuk menghampiri dan menghibur kakaknya.


Namun Revan yang tak peka akhirnya tak mengerti isyarat yang diberikan oleh kinen.


Kinen akhirnya menghela nafasnya, ia yakin semalam ada sesuatu yang terjadi terutama saat ia melihat kakaknya sedikit.. uhm pincang?.


Ia menghampiri kakak kesayangannya lalu memeluk sang kakak “Kakak jangan sedih Mulu, nanti aku juga ikut sedih”.


Freya pun balik memeluk kinen, “Kamu juga jangan terlalu sedih kin”.


“Tapi kin, kalau kakak boleh tau.. mommy kenapa kok bisa sampai pingsan begitu?” tanya Freya menatap mata kinen.


“Kakak jelas boleh tau dong! Kan kakak keluarga.. tentang mommy, aku tidak tau mommy tiba tiba pingsan” jawab kinen jujur.


“Tidak mungkin, pasti ada sebabnya” Revan tiba tiba ikut nimbrung di percakapan antara Freya dan kinen.


Freya mendengus sinis “Siapa yang mengajakmu untuk bergabung dalam pembicaraan kami? Main nyaut aja seperti jelangkung datang tak dijemput pulang tak diantar”.


Skak mat, Revan diam memang benar Freya maupun kinen tak meminta pendapatnya.


Jika kedua pasangan kita tengah bertengkar beda halnya dengan kinen yang melongo kebingungan.


‘ Siapapun! Bilang padaku, apa Abang dan kakak bertengkar? Baru semalam aku dan mommy meninggalkan mereka dan sekarang.. mereka sudah bertengkar?’ batin kinen menatap bergantian ke kakak dan abangnya.


Kalau seperti ini.. kapan kinen memiliki keponakan huh?.


________________________

__ADS_1


__ADS_2