My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.50. Jejak


__ADS_3

"akhir akhir ini kau sibuk ?" Tanya Daddy hanya untuk menambah topik pembicaraan.


"Yah begitulah dad , aku menemukan jejak Freya.." jawab fern menghela nafas.


"Apa ?! Jadi kau sudah menemukan adikmu son? Kenapa tidak memberitahu mom atau dad !" Ucap Daddy tanpa rem sekalipun.


"No dad ! Aku tidak bilang kalau aku menemukan adik ! Aku hanya menemukan jejaknya" sahut fern pada daddynya.


"Memang apa jejaknya ?" Tanya Daddy.


"Saat itu pak tua mengasih adik ke seorang pengemis , lalu saat aku selidiki dari sana ternyata adik tidak ada disana" Terang fern.


"Saat aku menanyakan ke orang orang sekitar katanya adik sudah beberapa bulan tidak ada di rumah , lalu kata mereka pernah ada beberapa orang memakai baju hitam masuk ke rumah adik, tapi informasi nya tidak detail" sambung fern memijat keningnya.


Sungguh ! Keningnya ini sudah sangat pusing saat memikirkan kondisi adiknya!.


"Hmm.. rumit , son apa kau tidak mencoba untuk mengecek ke musuhmu ?" Tanya Daddy.


"Tapi dad ! Tidak ada yang tahu jika aku punya adik" elak fern , tak ada yang tahu jika ia punya adik hingga saat ini !.


"Ya.. siapa tahu kalau musuhmu tak sengaja menangkapnya karena adikmu jadi saksi akan tindakan kriminalnya ? Siapa tahu kalau musuhmu tahu dia adikmu lalu menahannya ?" Timpal daddynya yang memang masuk akal.


Yah walau tak ada yang tepat diantara tuduhan yang dilontarkan Daddy fern ! Yang tepat adalah 'freya diserahkan sebagai penebus hutang pada revan'.


"Ya mau bagaimana pun dad ! Itu tidak mungkin !" Elak fern keras kepala.


"Yah terserah kau saja son , Daddy kesini tadi mau bilang 'mom mau kamu pulang nanti malam , mom rindu padamu' begitu kata mom mu" ucap daddy pada fern.


Sudahlah ! Mau bagaimanapun Daddy ini kalah kalau fern sudah keras kepala !.


"Hmm" sahut fern menganggukkan kepalanya.


"Mode dingin on !" Goda daddynya lalu pergi dari ruangan sang putera.


Fern sedikit mendengus lalu tersenyum tipis setidaknya mom dan dadnya peduli padanya.


________________________


"Hah aku tidak bisa tidur ! Kenapa menyebalkan seperti ini ?" Gumam Freya di kamar kinen dengan posisi tidur telentang di tempat tidur.


"Kenapa rasanya aku merasa tidak puas ?" Sambung freya lalu bangkit dengan posisi duduk , mencoba mengingat sesuatu yang membuatnya tak enak sedari tadi.

__ADS_1


"Oh iya ! Salad buah ku!" Ujar Freya lalu pergi ke bawah berusaha bersikap anggun , biarlah !.


"Nyonya , apa anda membutuhkan sesuatu ?" Tanya Lusi ketika melihat nyonya mudanya turun.


"Iya lus ! Kamu sudah membuat salad buah yang aku minta tadi kan ?" Tanya balik Freya pada pelayan pribadi nya , Lusi.


"Sudah nyonya , mau saya ambilkan ?" Ucap Lusi sopan.


"Iya , ambilkan dan bawa ke kamar kinen ya" timpal Freya tersenyum lembut.


"Baik nyonya " ujar Lusi balas tersenyum.


Setelah Mendengar balasan dari Lusi Freya pun pergi ke kamar kinen dengan riang dan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.


Setidaknya Freya sudah lebih lega!.


Dan harapan Freya setelah ini adalah kinen mau bangun dari tidur panjangnya , jika sudah begitu kan enak ! Freya punya teman bicara , tidak sendirian lagi.


Tapi Freya tidak tahu kalau kinen malah sedang tertawa terbahak bahak di masa lalu!.


Kinen ini menyebalkan ! Disini semua orang mengkhawatirkan dirinya malah dia enak enak tertawa disana!.


"Kapan kinen bangun ya ? Apa dia tidak memiliki kemauan untuk bangun ?" Gumam Freya sambil melihat foto yang terpampang di dinding kamar kinen.


Yah foto siapa lagi ? Tentu foto kinen juga anggota keluarga nya ! Ada foto saat kinen dan Revan masih kecil , foto saat kinen dan mommy tertawa riang.


Seketika senyum lebar Freya terbit , keluarga ini sangat harmonis dan ia harap selamanya begini.


Tok tok tok


"Nyonya ini saya" terdengar suara ketukan pintu dari luar diikuti oleh suara orang yang dikenal oleh Freya.


"Masuk saja lus , pintunya tidak dikunci" sahut Freya.


Setelah itu ceklek pintu terbuka dan menampilkan Lusi yang tengah membawa nampan berisi salad dan jus pesanan nyonya mudanya tadi.


"Ini nyonya , salad buah dan jus alpukat seperti yang anda minta tadi" ucap Lusi sopan.


"Ah iya lus , taruh saja di meja " sahut Freya lalu menunjuk meja di samping tempat tidur.


"Baik nyonya" ucap Lusi dengan patuh lalu menaruh salad dan jus alpukat di meja.

__ADS_1


Setelahnya Lusi menatap nyonya mudanya dengan tersenyum , Freya yang merasa diperhatikan pun menoleh.


"Kenapa lus ?" Tanya Freya .


"Anda cantik sekali nyonya , apalagi jika anda tersenyum kecantikan anda bertambah beberapa kali lipat!" Jawab Lusi semangat.


"Ada ada saja kau lus" ucap Freya lalu tertawa kecil dengan anggun.


"Baiklah nyonya saya ke bawah dulu" pamit Lusi.


"Iya" setelah mendengar balasan Freya Lusi pun meluncur ke bawah melanjutkan pekerjaannya menjadi ketua pelayan secara dadakan.


Lusi harus memantau semua pelayan di rumah ini jika Lusi melihat seorang pelayan yang kesulitan biasanya Lusi membantu pekerjaannya sedikit.


Oleh karena itu semua pekerjaan Lusi harus selesai tepat pada pukul 6 pagi , kecuali jika ia harus menemani nyonya mudanya , karena memang dia pelayan pribadi Freya maka pekerjaan dadakan itu akan dialihkan.


Freya sebenarnya merasa kasihan ketika mengetahui itu namun Lusi terlihat senang dengan hal yang ia lakukan.


Jadi biarlah selama Lusi melakukannya dengan riang maka ini semua akan baik baik saja.


"Baiklah ! Ayo makan salad buah !" Ucap Freya semangat.


Namun baru saja dirinya ingin meraih mangkuk berisi salad ada sebuah notifikasi dari hanpon nya.


Disana tertera pesan dari What*App seseorang ' apa kau punya waktu nanti malam ?' .


Seketika alis Freya mengerut tidak biasanya fern mau bertemu? Apa ada sesuatu yang penting ?.


Dengan segera Freya pun mengambil ponselnya dan membalas pesan fern ' nanti malam aku punya waktu fern , memang kenapa ?' .


Setelah itu Freya menunggu balasan fern sambil memakan saladnya baru satu suap itu pun kini tengah Freya kunyah ada balasan ' aku ingin bertemu denganmu dan menanyakan sesuatu mungkin tentang kehidupanmu'.


BRUSH


Salad di dalam mulut Freya menyembur saat ia membaca pesan itu , Freya pun mengusap mulutnya dengan tissue yang berada di dekatnya.


Hah kehidupan ku ? Apa ia tahu sesuatu ?.


________________________


Hayoloh fern mau ngapain ya ?

__ADS_1


__ADS_2