
Kinen hanya bisa menggerutu dalam batinnya, jika di realita ia diam membisu maka lain halnya dengan batinnya.. batin gadis yang lebih muda dari Freya itu selalu mengucapkan kata kata mutiara yang sangat wah luar biasa.
“Nona saya izin masuk”
Suara itu membuat keheningan di ruang rawat VVIP mommy hilang.
“Masuk saja pan!” sahut kinen, ia mengenal suara orang ini.
CKLEK
Pintu terbuka dan seketika pandu membeku, pandangan Revan kini terlihat tajam ke arahnya.
‘ Kenapa tuan melihatku seperti itu? Salahku apa? Padahal aku baru bertemu dengan tuan tapi pandangannya sudah bersilet seperti itu?’ batin pandu nyaris menutup pintu lagi namun sebuah suara menghentikan dirinya.
“Pan, kau baik baik saja kan? Bagaimana dengan lukamu? Dan.. kau kemana saja kenapa baru muncul sekarang?”, suara lembut itu datang dari sang nyonya.
Mendengar Freya mengkhawatirkan dirinya pandu lalu menoleh ke arah sang tuan dan mendapat tatapan tajam nan dingin dari tuannya.
“Hahah, te-terima kasih sudah mengkhawatirkan saya nyonya, namun saya baik baik saja karena luka saya juga tak sebegitu parah” jawab pandu menoleh ke Freya.
Walau tubuh pandu sudah menegang karena aura Revan mencapai dirinya, begitu pula kinen yang sudah berhenti mencaci maki Abangnya di dalam hati.
Baru Freya ingin bertanya lagi namun tiba-tiba Freya merasa jika hawa di sekitarnya menjadi dingin.
“Hiih, kok jadi dingin gini sih? Kin ac-nya dingin banget” ujar Freya memeluk dirinya sendiri.
“Ehm.. kak, kayaknya itu bukan karena ac” balas kinen menoleh sekilas ke abangnya.
“Terus apa? Kenapa kok jadi dingin?” tanya Freya terus memeluk diri sendiri seolah olah tak ada yang bisa ia peluk di ruangan ini.
“Entahlah, aku tidak tau kak.. kalau begitu aku keluar ya! Titip mommy bentar” ujar kinen mencoba lolos dari aura aura orang kurang belaian.
Namun baru ia berdiri tangannya dicekal oleh Freya “Kamu mau kemana?”.
“Ma-mau ke luar membeli minum bentar” jawab kinen makin tak tahan dengan aura si cemburuan.
“Jangan sendiri, gimana kalau nanti kamu diculik kayak kakak?” tanya Freya menatap penuh tanda tanya.
“Aku tidak akan diculik kak, aku bisa bela diri” jawab kinen sebelum Freya membalas kinen sudah berucap lagi.
“Yaudah ya kak! Aku pergi dulu papay!”.
__ADS_1
CKLEK
Pintu tertutup tidak memperlihatkan sesosok gadis yang baru saja menghilang dari pandangan Freya.
Padahal tadinya Freya mau ikut dengan kinen!.
Sementara itu..
Seorang pria yang cukup tua sekarang sedang duduk di tepi ranjangnya.
Ia menerawang pada kejadian yang dulu ia remehkan, dimana ia sering menampar anaknya, dimana ia membiarkan anak dan mantan isterinya menderita, dimana ia membiarkan anak dan mantan isterinya melihatnya melakukan hal tidak senonoh pada selingkuhannya.
Namun menerawang maupun menyesal pun tidak berguna, anak itu sudah menumbuhkan dendam tersendiri untuknya.
Terlebih, ia dulu juga terlibat dalam pemb*nuhan mantan isterinya.
Anak itu sudah terlanjur membencinya.
Ia pun tak bisa mendaur ulang tentang masa lalu, bagaimanapun masa lalu adalah waktu yang sudah berlalu dan tidak dapat diraih kembali.
Setitik air mata mengalir di wajah senja pria itu, ia menyesal! Sungguh ia benar benar menyesal namun... Menyesal pun sudah tak berguna.
Sekali lagi anaknya tumbuh besar dengan kebencian yang melekat terhadap dirinya.
“Apa permintaan maaf busuk anda itu akan mengembalikan ibu saya?”
“Nak... Bukan ayah yang memb*nuh ibumu”.
“Tapi anda terlibat di dalam kejadian itu, benar kan?”
“Ayah.. ayah tak bisa mengubah masa lalu nak”
“Kalau anda tau, anda harusnya berfikir tentang dampak perbuatan anda, Sekarang apa maaf anda itu bisa mengembalikan kehidupan saya?”
Nb: kayak biasa yang miring ucapan orang yang biasa disebut ayah, dan yang tebal plus miring itu ucapan anaknya.
DEG
Ia masih ingat percakapannya dengan puteranya, walau anaknya itu tak menyebutnya ‘Ayah’, ditambah bahasa formal yang ia dapat dari buah hatinya.
Bagaimanapun ia sadar, itu salahnya namun tetap saja kebencian anaknya terhadap dirinya sudah benar benar melekat tanpa bisa dicabut seperti cargher ponsel!.
__ADS_1
Ia bisa saja selalu mendatangi puteranya namun.. akankah maaf akan didapat olehnya?.
Apalagi puteranya itu tumbuh menjadi seseorang yang menyeramkan, puteranya terlibat dalam dunia bawah.
Dunia bawah itu bukan tempat yang menyenangkan.
Nyatanya, ia fikir ketika membiarkan isteri nya terb*nuh oleh orang yang ia bayar ia bisa bebas dan menikahi selingkuhannya.
Ia kira dirinya bisa hidup bahagia, nyatanya selingkuhannya itu malah sudah menghancurkan semuanya.
Dan lagi.. mana dia tau kalau orang yang ia suruh juga mafia?.
Jika saja orang itu bukan mafia, pasti anaknya tidak akan terjun ke dunia bawah untuk mencari orang itu.. sehingga anaknya tak akan menjadi pribadi yang dingin.
Walau sepertinya, anaknya itu hanya dingin dan datar padanya.
“Aku menyesal..”
Sebuah ucapan yang hanya angin lalu bagi sang putera selalu ia ucapkan.
Sungguh.. seandainya ia tau ini akan terjadi maka dia akan segera memperbaiki sikapnya.
Jika saja ia tau puteranya akan membencinya.. seandainya dia tau kalau ia akan hancur..
Namun, ia menyadarinya dirinya masih angkuh.
________________________
Ambil yang positif saja ya.. manusia memang harus saling memaafkan namun bagaimana jika kesalahan yang diperbuat itu sangat fatal?.
Tentu sangat berat untuk kita mengucapkan kata ‘Maaf’.
jadi alangkah baiknya kita selalu berbuat baik dan tentunya tak menyakiti perasaan orang orang di sekitar kita.
percayalah walau kesalahan yang kalian perbuat itu terasa sepele bagimu tapi itu bukan hal yang ‘Sepele’ bagi orang lain.
Sebab.. kesalahan tetaplah kesalahan.
Oke! jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
*thank u!
__ADS_1
- Nadira