
Akhirnya Revan memberikan keamanan 10× lebih ketat daripada saat sebelum Freya mengandung.
4 penjaga ahli (Ali, irland, Andra dan hyura) dan 10× (4×10\= 40 penjaga spesial, lima diantaranya detektif.)
Tentu saja ini tanpa sepengetahuan Freya, 40 penjaga spesial ini akan membuntuti Freya dalam diam. Sementara 4 penjaga ahli akan mengikuti Freya secara terang-terangan.
“Rev, kenapa kau melamun?” pandangan Revan lalu terfokuskan pada si wanita yang menatap begitu penasaran pada dirinya.
Revan hanya menatap datar Freya dan mengusap perut wanita itu pelan. “Tidak apa-apa jangan difikirkan.”
Bisa Revan lihat bahwa wajah Freya yang tadinya penasaran kini beralih menjadi kesal, dan.. yeah wajahnya tetap datar namun siapa yang tahu perasaan di dalam hatinya saat ini?.
“Huh, kau tahu? Kau itu menyebalkan!” Freya langsung menolehkan kepalanya akan tetapi Revan masih tetap mengelus perut Freya yang tidak berlapis apapun, berharap penghuni yang tadinya tidur itu kembali bangun.
Benar saja..
DUG DUG DUG
Revan memejamkan matanya saat merasakan tendangan itu, menahan sesuatu yang ingin keluar dari dirinya. Saat ia membuka mata lagi Freya terlihat menahan sakit yang bergejolak.
Akhirnya Revan mengelus lembut calby itu dan melepaskannya.
“Bagaimana rasanya hamil? 6 bulan aku tidak bisa menemanimu” sesungguhnya Revan sangat penasaran akan hal ini.
“Semuanya baik-baik saja, bahkan di bulan-bulan selama hamil aku hampir tidak mengalami morning sickness” balas Freya cepat.
“Tentu saja..” Freya yang mendengar ucapan lirih Revan pun mendongak menatap ke mata Revan seketika dua mata bermanik coklat bertubrukan dengan manik biru.
“Apa maksudmu?” revan tersenyum tipis saat ia tahu bahwa wanitanya ini mendengar ucapan dirinya.
“Karena.. setelah kau kabur aku yang mengalami itu semua, terbangun di pagi hari lalu memuntahkan seluruh makanan dan minuman yang aku telan. Yah aku bersyukur kau tidak mengalaminya.”
Revan dulu pun pernah pergi ke dr Anisa eh katanya, ia menyebabkan seseorang hamil dan segara sickness-sickness beralih padanya karena ia sangat menyayangi si calon ibu.
Sesungguhnya Revan lebih ingin ia yang menderita seperti sickness-sickness itu, namun nyatanya Freya akan mengalami hal yang lebih berat.
Wanitanya akan menanggung rasa sakit saat melahirkan, belum nanti ada pembukaan satu, pembukaan dua dan lain sebagainya.
__ADS_1
Rasanya Revan sudah agak lupa bagaimana proses si reret itu melahirkan adinda, sebab memorinya menolak setiap detik dimana ia bersama reret.
Ah, mungkin saat itu reret sudah centil kemana-mana dan ia masih tidak mengetahuinya.
Duh Dahlah, masa lalu tidak usah diingat dan tidak perlu terjadi lagi. Revan akan memastikan bahwa putera puterinya tak akan mengalami hal yang serupa.
Karma? Revan tau bahwa karma itu ada, namun bukankah ia sudah mendapatkannya? Freya kabur dan disembunyikan oleh fern berbulan-bulan.
Itu menjadi karma terbesarnya.
‘Putera puteriku harus hidup dengan bahagia’ batin Revan mengucapkan janji tersirat di dalam dirinya.
“What?! Beneran? Kamu yang mengalaminya? Pftt” Revan kembali fokus ketika wanitanya mulai bertanya.
Akhirnya Revan hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan ketika tawa keras muncul dari Freya.
Gemas, Revan mencubit pipi gembul freya yang makin membesar selama kehamilannya. “Suka banget ya melihatku nelangsa?.”
“Hahaha, menurutku itu lucu sebab kamu kan bos mafia! Jadi kalau merasa nelangsa begitu ya.. pftt” Freya tak sempat mengucapkan semuanya secara keseluruhan sebab tawa kembali merajai dirinya.
Revan pun hanya menghela nafasnya lelah, akhirnya ia meminta sang isteri untuk segera memakai baju dan turun ke bawah bersamanya. Freya pun menurutinya namun ia berganti masih dengan tawa yang meletup-letup.
“Suasana disini sangat tenang ya?” gumam kinen memandang danau berwarna biru cerah di hadapannya.
Di belakang gadis itu Candra masih berdiri tegap, kinen sudah menyuruh Candra untuk duduk namun asistennya itu tak menghiraukannya.
“Benar nona, disini sangat tenang dan damai” balas Candra dari belakang, karena ini tempat umum maka ia kembali ke bahasa formalnya.
Kinen pun mendongak untuk menatap Candra, pria itu bukan menatap danau melainkan setapak jalan yang di samping danau.
“Kamu mengenal tempat ini?” kinen memutar tubuhnya menghadap Candra tanpa berdiri meninggalkan tempat duduknya.
“Iya, ini tempat saat saya di ambil oleh mendiang tuan dan nyonya. Saat itu saya berdiri disana non” Candra menjawab dengan tersenyum tipis seolah-olah mengingat kejadian belasan tahun yang lalu.
“Bisakah kamu menceritakannya padaku? Lalu kita akan pergi ke mansion arron” Candra menatap kinen yang begitu antusias mendengar cerita tentang dirinya.
“Apapun untuk anda, nona” Candra pun menyambut keantusias-an kinen, yang mana membuat wajah kinen kembali ceria.
__ADS_1
“Ini semua dimulai dari saya yang tiba-tiba muncul di sebuah gang kecil, saya lalu melihat segerombol kupu-kupu yang indah. Saya pun mengikutinya tanpa disadari saya tersesat disini.”
“Maaf, aku mau bertanya.. bagaimana kamu bisa muncul begitu saja? Terus.. berapa lama kamu tersesat disini?” kinen bertanya dengan mimik wajah bingung.
Candra terkekeh melihat mimik bingung sang nona, “Saya juga tidak tahu non.. namun tiba-tiba saya berada disana, saya tersesat dan disini selama dua tahun.”
“Astaga, lalu bagaimana kamu bisa hidup?” kinen terlihat sangat iba.
“Saya memanfaatkan tumbuhan sekitar, mereka tidak memiliki pemilik. Jadi saya selalu merawat dan memanen mereka, alhasil saya bisa berjualan dari sana.”
“Kemudian mendiang tuan dan nyonya kemari, bertanya pada saya tentang dimana ortu dan tempat tinggal saya.. setelahnya mereka memberi saya pendidikan sehingga saya bisa lulus beasiswa di universitas luar negeri” jelas Candra dengan panjangnya.
“Umm.. maaf kalau aku membangkitkan luka lamamu” kinen terlihat menunduk.
“Tidak masalah nona, lagipula luka itu sudah menghilang sepenuhnya dari saya” balas Candra tersenyum ramah.
Kinen pun bangkit dari duduknya, ia menatap Candra “Baiklah.. ayo kita ke mansion Arron aku sudah benar-benar merindukan kakak.”
_________________________________
Wah si kinen udah ada babang Candra ya.. walau belum terbukti konkret si babang Candra itu manusia atau bukan. Tapi ingat ya.. setiap novel author selalu ada adegan fantasinya contohnya disini.. disini kan kemunculan adinda yang nyatanya roh itu fantasi.
Terlepas dari semua itu.. babang fern masih belum ada sandingannya :), mau mikir tentang pasangannya babang fern bingung mau ngambil konsep yang bagaimana?.
Selain itu author udah stuck nama sama marga, jadi Dahlah nanti-nanti saja di S2 my mafia husband (di novel ini, sedangkan anak" reeya di buku lain) author mix babang fern+?? Ama kinen+Candra.
Sebisa mungkin author ngga bakal nyertain Freya dan Revan di cerita fern Ama kinen sebab mereka sudah kebagian peran di S3 dan S4 (S3 S4 ga barengan.) Jadi ya fix mereka (bg fern Ama kinen) bakal beda negara saat ceritanya author sunting.
Tapi yah.. sedikit warningan, mungkin season selanjutnya bakal sedikit lama lah ya, author mo buat babnya sampai bisa dibuat up berurutan nanti sudah sampe bab 20an (Sudah terjadwal) kan enak bisa ngerencanain buat chapter selanjutnya.
Jadi up-nya barengan gitu. Selain itu author mo namatin karya yang satunya.
Ah ya, kalau semisal kalian punya ide sebagai alur plus nama lengkapnya jodoh babang fern silahkan tulis di komentar, author agak ngebug kalau tentang nama 😢.
Ingat Ini masih rencana. Masih bisa berubah kapan saja.
Oke, berhari-hari author ngga ngasih penutup. Yeah itu semua karena author sedikit sibuk, nah sekarang waktu author dah plong.
__ADS_1
Baiklah, see u again readers~
-Nadira