My Mafia Husband

My Mafia Husband
AGSMM: Hanya demi duo A (Claire?.)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Ayura dan fern hanya tersenyum menatap duo A, sesungguhnya masalah mereka belum selesai. Hanya saja, ayura juga tahu bahwa dua anaknya ini terutama aura begitu mendambakan sesosok papa yang bisa melindungi dan menyayangi mereka.


Tentu saja, ayura tak begitu suka jika dirinya tak bisa membahagiakan si Duo A.


Takdir ya takdir, masalahnya dengan fern mungkin memang sedikit berat! Tetapi alangkah baiknya jika itu semua disingkirkan dahulu untuk kebahagiaan duo A.


Jadi.. beginilah akhirnya, ayura langsung di sahkan menjadi nyonya muda arron.


Ceritanya.. beberapa hari yang lalu secara diam-diam fern membius ayura, membawa ayura dan duo A ke pusat perusahaan. Fern rasa.. dirinya bisa tinggal bersama di mansion Arron seperti dulu.


‘Ck! Kalau punya uang mudah ya? Mau nikah di detik ini maupun sejam kemudian pasti beres’ batin ayura.


“Mama, kok mama bengong? Ayo ma kita masuk ke rumahnya papa” aura dengan semangat menggerakkan tangan ayura.


Ayura pun memberikan senyum manisnya untuk aura, melihat senyum ceria di bibir anaknya ini membuat hidupnya lebih berwarna setiap detiknya.


“Baiklah sayang, ayo ki—” ayura terbelalak ketika melihat papan nama di depan mansion yang disebut aura rumah.


“ARRON?!” pekik ayura terkejut hingga seluruh mata orang yang berada di sana menatap dirinya.


‘J—jadi.. anak-anakku ini dari benih seorang konglomerat? Bener kan bukan mimpi? Arron? Keluarga terkaya nomor 2 setelah keluarga purnama? Kudengar Putri bungsu Arron menjadi menantu keluarga purnama.. GILA!’ batin ayura melotot.


“Kenapa Ra? Kufikir kau tau bahwa diriku ini pewaris Arron? Kau tahu kan? wajahku ini selalu muncul di media” fern sempat-sempatnya sombong pada ayura.


Papa Hunter dan mama grea pun menggelengkan kepalanya melihat tingkah sombong fern.


‘Dasar sombong!.’


***


Yukk kita intip sebentar kehidupan pandu~ sekalian ini behind the scene cerita novel selanjutnya.


“Daddyy” pandu dan dr Anisa ah mungkin kita akan mulai memanggilnya dengan Anisa saja.


Sebab, Anisa sudah melepas gelar dokternya untuk mengurus anak dan suaminya 24 jam. Sebenarnya pandu tak keberatan kalau Anisa tetap bekerja tetapi yahh ini keputusan Anisa sendiri.


Dan nyatanya, ini membuat mereka makin bahagia. Apalagi masalah di perusahaan purnama pun sudah kelar.


“Ada apa zya?” tanya pandu pada zya, putri kecilnya yang mendekat ke arahnya dan istrinya.


Pandu hanya tersenyum saat zya memeluk Anisa, begitu pula dengan Anisa yang mengelus lembut kepala zya yang nyatanya lebih membawa gen pandu.

__ADS_1


“Zya ingin bertanya ke mommy dan daddy Apa cita-cita itu bisa dicapai?” tanya zya dengan polosnya.


Anisa dan pandu pun saling menatap dan terkekeh ringan, kemudian pasangan itu mensejajarkan tubuh mereka dengan tinggi badan zya.


“Tentu saja, memangnya cita-cita zya ingin menjadi apa?” tanya balik pandu, ia tak berbohong.


Jika seseorang berusaha keras untuk menggapai cita-citanya maka kemungkinan berhasilnya itu sekitar 80%.


Dan.. bukti konkretnya adalah Anisa sendiri, (Author juga sih :D setelah berusaha akhirnya jadi writers juga.)


“Zya kan suka banget sama penuwelidikan sama seperti Daddy jadi zya mau jadi detektif!” Anisa pun tertawa ketika mendengar kata belebotan putrinya.


“Penyelidikan zya” Anisa membenarkan ucapan anaknya itu.


“Ih iya pokoknya itu mom!.”


“Ya.. bisa saja zya, hanya saja detektif itu terlalu berbahaya” Anisa mengangguk ketika mendengar penjelasan suaminya.


Bukannya apa, namun beberapa tahun lalu ia dan Freya sempat di culik hanya karena mereka itu kelemahan Revan dan pandu.


Namun akhirnya mereka berhasil lolos karena Anisa yang secara kebetulan membawa jarum suntik dan sifat bar-bar Freya yang sudah mendarah daging.


Tentunya.. Anisa tak ingin putrinya zya mengalami itu semua.


“Kalau begitu.. zya harus berusaha belajar dengan rajin dulu ya sekarang?” akhirnya pandu dan Anisa menyetujui cita-cita zya. Tetapi yah tentunya pandu akan melatih anaknya keras tentang bela diri nanti jika zya sudah besar.


“Okidoki mommy, sekarang zya mau belajar lagi deh! Biar bisa sesekolah sama temennya zya.”


Anisa hanya mengangguk sementara pandu memperhatikan anaknya diam, ketika zya sudah pergi Anisa memutuskan bertanya pada pandu.


“Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu mas?” (Panggilan ini dimulai dari adegan panas hehehe, sekarang adegannya sudah di hapus oleh author.)


“Bukannya apa sayang, hanya saja.. detektif itu..” Anisa menyibak senyumnya ketika ia tahu apa yang dikhawatirkan oleh pandu.


“Tenang saja mas, mas tau kan? Zya pasti akan mencoba segala cara untuk menggapai mimpinya pastinya dia akan bisa menjaga diri nanti, selain itu.. mas juga tau kan bahwa putri kita itu tak gampang di ubah pemikirannya?.”


Secara tak langsung, Anisa seolah-olah merasa yakin bahwa anaknya bisa menggapai mimpi, detektif suatu profesi yang pasti sangat sulit.


“Kamu benar, sayang.”


***


“Candra, dimana kamu kemarin malam?” kinen memutuskan untuk bertanya, walau tubuhnya kini gemetar ketakutan.

__ADS_1


“Entahlah? Bukannya kinen sudah tau dimana aku kemarin?.”


DEG


Terkejut, kinen menjaga jarak dari candra. Apa orang ini akan memb*nuhnya sekarang?.


“Aku akan memperkenalkan diri secara resmi, perkenalkan namaku adalah claire skyland visciolant, claire, raja vampire. Aku sengaja membiarkan diriku bagai gelandangan hingga mendapat identitas resmi disini.”


“B—berapa umurmu?” tanya kinen tetap menjaga jarak dari candra, siapa tahu vampire ini akan menyerangnya?.


“Tiga ratus dua puluh tiga tahun (323). Aku tak akan menyakitimu kalau kau tidak mengungkapkan identitas asliku, kin.. tapi, sebaliknya jika kau mengungkapkannya meskipun bagaimana keadaannya walau aku cinta sekalipun padamu aku akan menyerangmu.”


“Aku tercipta sebagai raja, dan aku harus mempertahankan rakyatku.”


“Paham?.”


Mendengar nada dingin dari Candra ah bukan, claire.. kinen akhirnya mengangguk.


Lagipula, kinen pun tahu bahwa dirinya tak akan bisa mendepak Claire begitu saja. Terlebih dia ini Raka vampire! Bisa-bisa ia dijadikan vampire kalau macam-macam.


“Tidak perlu takut padaku, selama kau menuruti perkataanku tadi kau akan baik-baik saja. Alangkah baiknya kalau keadaan kita balikkan seperti dahulu, nona kinen Oliver berzeliuz.”


“K—kau.. benar” tak urung kinen pun tak akan nyaman jika begini.


“B—bisa ceritakan padaku? Ini.. nyata bukan? Setahuku vampire itu memang tidak ada t—tapi..”


Claire hanya menatap takjub pada kinen, walaupun tubuh nonanya itu gemetaran namun keberaniannya tak surut.


Bisa-bisanya kinen menyebut bahwa vampire itu tak ada di depan Claire yang notabenenya adalah seorang raja vampire?.


Mengagumkan!.


TBC


-


Hello readers.


Seperti biasanya, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Thank u.


See you in next chapter~.

__ADS_1


-Nadira


__ADS_2