
Tangan ayura bergetar ketika menyadari bahwa dugaannya benar. Dr abigail langsung turun dari lantai lima ke lantai dasar ketika delard mengusirnya.
Delard pun ikut turun dan membuat ruang lima kosong, tak ada orang kecuali ayura, mama grea, fern, papa Hunter dan duo A.
“Mana cucu mama fern?” setelah melihat hasil tesnya mama grea pun bertanya.
Dan ketika mendengar pertanyaan ini ayura langsung melirik ke arah wanita paruh baya yang tadi berbicara dengannya.
“J—jadi.. kalian orang tuanya..” ayura menjatuhkan berkas itu dan menutup mulutnya.
“Tentu, lebih dari segalanya.. seharusnya aku yang bertanya bukan? kenapa kau meninggalkan ku setelah malam itu?” ayura mendelik ketika mendengar pertanyaan fern.
Tak salah nih?.
“APA MAKSUDMU?! NYATANYA KAU YANG MEMBUANGKU! SETELAH—” ayura memotong bentakannya ketika melihat dua anaknya. Mana mungkin ayura membiarkan telinga dua anaknya ini tidak suci lagi?.
Mama grea dan papa Hunter yang melihat arah pandang ayura pun mengerti, “Anak-anak ayo ikut Oma dan opa sebentar.. mama dan papa kalian perlu bicara.”
Ayura hanya memalingkan wajahnya menolak menatap duo A, tak urung mama grea benar mereka perlu bicara bagaimanapun ia dan fern adalah orang tua kandung aura dan Arfi.
Setelah memastikan bahwa duo A sudah pergi fern langsung menatap ayura tajam.
“Apa maksudmu kalau aku yang membuangmu?” nyatanya fern meski nada fern datar, ia tak menekan ayura.
“KAU INI PURA-PURA LUPA ATAU BAGAIMANA HUH?! SETELAH MALAM ITU AKU TERBANGUN DI SEBUAH GUBUK JAUHH DI PUSAT KOTA NEGARA INI! KAU BAHKAN TAK TAHU BAGAIMANA AKU MENJALANI HIDUP YANG DIPENUHI OLEH CACI MAKIAN ORANG DI SEKITARKU!.”
“LALU BEBERAPA BULAN SETELAHNYA AKU MENDAPATI BAHWA DIRIKU HAMIL! AKU MERAWAT MEREKA SENDIRIAN KARENA AKU TAHU ANAK-ANAK ITU TIDAK BERSALAH! TAPI APA?! NYATANYA MEREKA JUGA DICACI MAKI OLEH MEREKA.”
“KAU TAK AKAN TAHU BAGAIMANA PERASAANKU SAAT MENJADI SINGLE MOM, DISAAT SEMUA ANAK DIGANDENG OLEH PAPA DAN MAMA MEREKA AURA DAN ARFI HANYA BISA MELIHAT SAJA.”
“APA KAU TAHU BAGAIMANA HANCURNYA AKU SAAT MELIHAT ANAK-ANAK KU BEGITU MENDAMBAKAN SOSOK PAPA?!.”
“SETIAP DETIK AKU SELALU BERFIKIR, BAGAIMANA JIKA ANAKKU MENGETAHUI KENYATAAN? BAGAIMANA JIKA MEREKA TAHU BAHWA PAPA MEREKA MENELANTARKANNYA?!.”
Air mata kini berlinang di wajah ayura saat mengingat masa-masa dimana aura dan Arfi terlihat ingin bergandengan dengan papa mereka, rasanya ayura masih belum puas membentak fern.
__ADS_1
Pria itu bahkan tak tahu saat aura dan Arfi harusnya bisa ia antar jemput tapi pekerjaan menghambatnya.
Disaat semua anak bermain-main dengan teman sebaya aura dan Arfi hanya ditemani oleh alat elektronik sebab mereka tak memiliki teman.
Mengingat ini air mata ayura bertambah deras bahkan kini isakan terdengar dari mulutnya.
Sedangkan fern? Pria itu mengernyit ketika menyimpulkan bahwa ayura pasti salah faham, namun.. kata-kata ayura membuatnya tertohok dengan begitu dalam.
Fern jelas tahu bagaimana perasaan ketika ia tak bisa disayang oleh papanya, sebab ia juga tak pernah disayang oleh si graham-graham itu.
Tetapi.. bukan berarti fern ingin agar anaknya mengalami hal yang sama bukan?.
“Sepertinya kau salah faham ayura.. aku bahkan mencarimu dan anak-anakku di negara C dan sekitarnya tapi kalian malah ada di negara ini” fern mencoba membalas dengan lembut agar ayura tak salah mengartikan ucapannya.
“Hiks j—jujur saja! Kau pasti hiks menginginkan aura dan Arfi untuk m—menjadi pewaris kan?” beberapa kali ayura tersedak isakan tangisnya sendiri akan tetapi ayura masih bersikeras untuk menjawab ucapan fern.
“Memangnya aku terlihat akan melakukan itu?.”
“Iya!.”
Duo A hanya mengernyit sebal saat mereka tak bisa menguping pembicaraan antara mama dan papa kandung mereka.
Bukannya apa, tapi aura maupun Arfi tak membawa laptop mereka! Kalau begini bagaimana cara mereka agar bisa meretas sistem keamanan rumah sakit ini dan menguping?.
Memang menguping bukanlah tindakan yang baik tetapi aura dan Arfi perlu tahu perkembangan hubungan fern plus ayura agar mereka bisa tahu bagaimana cara membuat mereka agar lebih dekat?.
Lalu.. bagaimana cara aura dan Arfi terbebas dari mama grea dan papa Hunter?.
Jika aura dan Arfi sedang asyik berfikir maka papa Hunter dan mama grea tengah asik memandang mereka, papa Hunter yang juga pintar kini mengetahui isi kepala duo A.
“Kalian ingin menguping pembicaraan mama dan papa kalian ya?” papa Hunter bertanya dengan nada lembutnya.
Mama grea pun membalas, “Benarkah kata opa kalian itu?.”
“Shtt, bang sepertinya kita membutuhkan bantuan Oma dan opa deh.”
__ADS_1
Papa Hunter yang pendengarannya tajam hanya menyibak senyumnya ketika melihat duo A sekaligus mendengar bisikan aura ke sang Abang.
“Hmm.. sepertinya kamu benar ra.”
Papa Hunter hanya menggelengkan kepalanya melihat betapa waspadanya Arfi dan aura terhadap lingkungan sekitar bahkan pada dirinya dan sang istri yang nyatanya keluarga mereka.
Jika papa Hunter melihat kegeniusan Arfi dan aura yang mampu membuat fern sekaligus Revan kelimpungan maka mereka pasti tahu identitas fern yang sebenarnya.
Hanya saja papa Hunter juga menduga bahwa duo A pasti tidak tahu arti psycopath yang sebenarnya dengan kata lain, dua anak ini pasti akan ketakutan jika melihat adegan berdarah yang dibintangi oleh fern. Bagaimanapun mereka masih anak-anak.
“Ekhem, iya opa Oma.. kami ingin menguping papa dan mama, kami itu harus mengetahui perkembangan hubungan mereka nah dengan begini kami berharap bahwa kami bisa membuat mereka tambah dekat.”
Mama grea menyibak senyumnya ketika mendengar penjelasan Arfi, mereka pasti menduga arti dekat itu sebagai sahabat atau teman (tak pernah bertengkar) berbeda dengan arti akrab menurut papa Hunter dan mama grea.
“Baiklah, kalau begitu kita bentuk tim saja bagaimana?” usul mama grea yang juga memiliki keinginan seperti duo A.
“Tim?.”
Papa Hunter hanya menggelengkan kepalanya gemas ketika mendengar nada kebingungan duo A.
“Iya, maksud Oma itu kita akan membuat tim untuk membuat papa dan mama kalian menjadi lebih akrab, kalian setuju tidak?” papa Hunter membalas ucapan duo A.
Sejenak Arfi dan aura saling berpandangan kemudian mereka mengangguk dan membalas dengan kompak, “Baik! Kami setuju.”
Mama grea pun tertawa ringan melihat tingkah lucu dari duo A.
“Jadi Oma opa, kami bisa menguping pembicaraan mama dan papa sekarang kan?.”
“Jangan dong sayang, nanti kita tinggal melihat bagaimana ekspresi wajah papa dan mama kalian, lagipula menguping bukanlah kegiatan yang baik” mama grea memberi alasan yang cukup masuk akal untuk duo A.
Sama seperti ayura, mama grea tak mau pendengaran Arfi dan aura tercemar.
Arfi dan aura pun terdiam, kemudian mereka juga mengangguk menyetujui ucapan Oma mereka.
TBC
__ADS_1