
"aku minta maaf karena harus membuatmu bertengkar dengan mommy mu kin" ucap Freya merasa bersalah
"Apa sih kak , biarin aja lagian nanti mommy pasti menyukai kakak seperti ku" ujar kinen tertawa.
"Ayo kak kita ke kamarku" imbuh kinen , "eh untuk apa ke kamarmu kin?" Tanya Freya memandang kinen penasaran.
"Tentu saja kakak akan tidur bersamaku , aku takut mommy akan berbuat sesuatu kepada kakak" jawab kinen tersenyum seperti bunga matahari.
Namun ada yang aneh di benak Freya senyumannya berbeda dengan senyuman yang ia tunjukkan tadi , lebih tulus senyum yang ini , namun.. apa itu mungkin ? Ah kurasa tidak , Freya pun segera mendepak semua fikiran negatif di kepalanya namun...
"Kak kenapa melamun ?" Tanya kinen ke Freya , Freya hanya menjawabnya dengan gelengan kepala .
"Itu kak kamarku" ucapan kinen membuat lamunan Freya buyar , ia harus memikirkannya nanti.
Freya dan kinen memasuki kamar dan membersihkan diri masing-masing lalu mereka pun mengobrol ria , di tengah tengah pembicaraan ponsel kinen berdering .
" Eh kin ponselmu tuh" ujar Freya sembari menunjuk ponsel kinen , kinen hanya mengangguk dan mengambil ponselnya , setelah menerima telefon wajah kinen berubah 180° .
' eh apa yang terjadi ? Kenapa wajah kinen seperti itu ?' Batin Freya ,Freya pun menjadi bingung akan hal itu.
"Kenapa kin?" Tanya Freya mengelus kepala kinen. Ah tidak papa kak tadi.. sudah jangan difikir ya lebih baik ayo kita tidur kak udah malem loh" jawab kinen tersenyum tipis.
"Oh ya udah malem ayo tidur" ujar Freya yang teralih pembicaraannya kini satu hal yang ia tau kinen... Ia memiliki suatu rahasia !.
Entah apa itu baik atau buruk baginya? Freya mendadak berfikir kritis bagaimana jika itu sesuatu yang berdampak negatif bagi kinen ?.
' ah nanti saja aku akan tanya ke daddynya adinda !' batin Freya enteng, namun ia hanya berharap kalau sesuatu itu tidak berdampak negatif pada kinen.
"Aish kakak suka banget deh ngelamun Kakak ini kenapa sih?" Tanya kinen bingung melihat kakak iparnya ini melamun sedari tadi.
"Ah ngga papa kin, udah yok tidur !" Ajak Freya mengembangkan senyuman tanpa bahan pengawetnya.
"Yok !" Jawab kinen tidak kalah semangat Freya hanya mengangguk sebagai balasan, lalu mereka berdua pun tidur... Sementara sang pelayan pribadi Freya melapor kepada pandu.
_____________
"Bagaimana tuan?" Tanya pandu dengan wajah serius sulit dipercaya jika orang orang di sekitar Freya salah satunya pandu mungkin memiliki dua kepribadian? ketika ia ada di sekitar Freya ia akan ceria seperti bunga matahari, namun jika sudah menyangkut dunia bawah ia akan selalu serius. Sekali salah langkah maka ia akan mengucapkan good bye pada dunia.
"Malam ini. Aku tidak mau gadis bodoh itu bermalam di mansion mommy terlalu lama!" Jawab revan tegas
' yaiyalah tuan kau itu sudah jatuh cinta ! Masih tidak mau mengaku ! Gengsi sekali ! Pasti di batin tuan Revan ia tidak mau nyonya menderita ! Menyebalkan rasa gengsi yang sangatt besar !'.
Pandu mencibir Revan tentu saja itu di dalam batinnya mana berani ia mengungkapkan langsung pada tuannya yang hampir seperti iblis ini ? Ah ralat, Tuannya sudah menjadi manusia bersifat iblis!.
Entah apa yang terjadi jika tuannya ini iblis dengan sifat iblis lalu dia membunuh semua mafia belum puas disana ia juga membunuh iblis , lalu iblis yang ini mau balas dendam namun salah sasaran akhirnya iblis ini membunuh iblis ini lagi.
tunggu ! Kenapa jadi membingungkan seperti ini ? Cukup sudah halusinasi pandu terlalu melantur kesana kemari !.
__ADS_1
DORR
DORRR
DORRRR
Suara tembakan dari luar terdengar cukup nyaring.
"Tuan?" Panggil pandu dengan suara yang dingin plus wajah yang seperti lantai.
"Ck, Mereka sudah datang lebih dulu. Ya baguslah maka mari kita layani mereka" ujar Revan mengambil pistol kesayangannya, sebuah pistol berwarna merah darah kehitaman persis seperti hati pria itu yang kini menghitam.
"Dengan senang hati tuan.." ujar pandu dengan seringaian di wajahnya.
Pada akhirnya disana terjadi pertempuran yang tak terelakkan, puluhan bahkan ratusan mayat anggota mafia entah dari musuh atau dari group mafia mereka berceceran dimana mana dengan darah yang mengalir deras bahkan juga ada kepala yang menggelinding tanpa tubuh.
Baju yang dinodai darah namun sama sekali tidak mengganggu mereka , seorang pria tinggi terlihat tengah membelah lautan manusia dengan tembakan yang terdengar di setiap sudut ruangan.
Bahkan sesekali tulang tulang musuhnya ia pisahkan begitu saja dari tubuhnya. Bagi pria itu sekali ada yang melawan mereka maka ada dua pilihan menghabisi mereka ! Atau kita yang mati.
Rumah mewah yang indah kini tidak ada lagi. Hanya ada sebuah rumah mewah dengan filosofi seperti rumah jagal.
Jika Freya melihat ini maka mungkin hanya ada satu kata di fikirannya 'MENGERIKAN' bagaimanapun Freya tidak terbiasa dengan pandangan seperti ini, berbeda dengan kedua pria yang ia kenal, kematian, darah, membunuh sudah seperti mengucapkan selamat pagi kepada dunia...
_____________
"Mohon ampunan tuan, k-kami belum m-menemukan nona m-muda" ujar seseorang menunduk ketakutan , bagaimana jika ia tidak bisa melihat mentari lagi nanti ? Hanya itu yang ada di fikirannya untuk saat ini.
Prang
"Bagaimana kalian tidak bisa melacak satu gadis saja?! Tidak berguna" ujar pria itu melempar wine yang ia pegang tadi.
Sulit dipercaya ia sekarang berada di puncak kejayaan di dunia bawah ataupun dunia atas , namun ia tidak bisa melacak seorang gadis ! Ini tidak seperti keberadaan gadis itu ditutupi ! Terutama dari mafia yang memang relatif berbahaya ! Tunggu.... Kecuali kalau...
' brengsek ! Siapa yang berani menyembunyikan adik bungsu ku ?! Mencari mati !' batin pria itu , kemampuan utama pria ini adalah ia sangat suka menebak dan sebagian besar tebakannya itu benar !.
Apakah.... Tidak mungkin ! Selama ini tidak ada yang bisa mengetahui kalau ia punya seorang adik lebih tepatnya ia punya 2 adik namun ia hanya menganggap salah satu dari adiknya saja , lalu ....
Persoalan pertamanya adalah... Siapa yang berani menyembunyikan adik sang tirani ini ? Pasti orang itu bosan hidup!.
Untuk saat ini ia memiliki satu kandidat musuhnya di dunia bawah ataupun dunia atas, Revan.. Revanno gramantha purnama.
Sialan, Lebih baik jika adikku menjadi gelandangan daripada dia ada di genggaman pria itu!.
Sementara itu....
Sejenak ia berfikir... Freya gadis itu... Sedang memikirkan perubahan yang terjadi pada kinen.. pagi pagi sekali kinen sudah memasang wajah yang ditekuk seperti itu namun ia mengatakan "jangan khawatir kak aku baik baik saja".
__ADS_1
Bagaimana bisa Freya tidak khawatir?!, Ia harus menghubungi Revan sekarang. Freya kocar kacir mencari hpnya itu, lalu ia menelefon Revan ..
Tut Tut tu-
"Halo ?"
"Hm ?"
"Aku... Aku hanya mau bilang ada yang aneh dengan kinen... Kenapa ia seperti memasang senyum yang... Palsu ?"
"Maksudmu ?"
"Apa kau masih tidak mengerti? Senyumannya nampak sedikit.. terpaksa ? Apa ada sesuatu di kuliahnya?"
"Aku akan menyelidikinya"
"Baguslah, umm apa kau sudah makan Revan ?"
"Aku belum makan"
"Oh begitu ya , baiklah aku tutup telfonnya dulu"
Tut
"Astaga ini canggung sekali" runtuk Freya.
Freya pun berjalan keluar namun ia berpapasan dengan ibu mertuanya itu.
Freya hanya menunduk sambil tersenyum sedangkan ibu mertuanya hanya bersikap sinis kepadanya.
Lalu...
"Nyonya, anda kemana saja ? Saya mencari anda dimana mana" runtuk Lusi.
"Ah kau mencari ku lus?" Tanya balik Freya dengan menepuk jidatnya , ia bahkan lupa kalau ia kemari tidak sendiri namun ia bersama Lusi..
____________
Kita ketemu lagi readers ! Maafkan author ini yang jarang up, author lagi ada masalah selama 2 bulan ini. sekarang author bakal up sebisa mungkin ! Doain author biar author bisa up yang banyak oke ?
Ah bagaimana kalau kita main tebak tebakan? Kira kira siapa ya pria yang mencari adiknya Ayo readers ! Siapa ya kira kira?.
Sebenarnya dia tokoh yang ada di masa lalu seorang tokoh di novel ini loh , siapa ya?
Baiklah kita akan ketemu lagi nanti see u !
- Nadira
__ADS_1