My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.74. Menjadi sandera


__ADS_3

Mommy lagi lagi menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan menantunya.


“Bang, sepertinya Abang harus membantu pandu atau asisten Abang itu akan m*ti disini” ujar kinen mencoba menetralisir ke irian dan rasa kesal yang begitu mendominasi di hatinya.


Iri? Jelas karena ia tidak punya pasangan maupun couple, ia malah tidak punya crush sama sekali.


Seperti yang ia ceritakan pada mom quqinya saat pergi ke masa lalu, ia juga tidak di perbolehkan mommy keluar sembarangan.


Jadi yah, entah itu crush maupun couple kinen sama sekali tidak punya! Bayangkan betapa nelangsa nya dirinya saat ini.


“Dia menghadapi si brengs*k itu sendirian? Kenapa kalian tidak menolongnya?” tanya Revan dingin.


“Lah.. bukannya kamu yang memerintahkan agar pandu melawannya sendiri? Kami tidak di biarkan dekat olehnya” jawab mommy bingung.


“mom! Aku tidak segila itu! Aku hanya memerintahkan pandu untuk memimpin pasukan tidak melawan musuh utama!” balas Revan datar.


Sedetik kemudian revan berlari ke luar untuk membantu pandu menghadapi orang yang membuat dirinya, mommy dan adiknya sengsara.


Orang yang merebut hak kekayaan milik kinen, orang yang bertahun tahun silam menghancurkan perusahaannya.


Dan terlebih lagi dia adalah orang yang menghabisi uncle, untie dan daddynya sekaligus di hari yang sama.


“Kak waiting disini ya! Jangan kemana mana” ujar kinen menunjukkan jempol tangannya.


“Benar menantu, tunggu disini saja jangan kemana mana, ingat! Jangan kemana mana!” peringat mommy lalu keluar bersama kinen.


Mommy dan kinen jelas ingin mengambil jatah untuk menghadapi leo, mereka tidak ingin iblis seperti Revan membabat orang itu tanpa memberi jatah untuk menyiksa leo.


‘ Maaf mom, kin namun untuk kali ini larangan harus dilanggar’ batin Freya merasa tak enak membiarkan adik ipar, ibu mertuanya dan suaminya menghadapi musuh besar seperti itu.


Freya akui ia tak bisa bela diri, Freya akui ia tidak bisa menembak menggunakan pistol namun ia bisa menggunakan sepatu heels yang tengah ia gunakan atau.. bahkan batu atau kayu yang ada di sekitarnya.

__ADS_1


Cukup beresiko namun perasaannya tidak tenang ia merasa ada yang tidak beres.


Apalagi ketika ia mengingat sendiri begitu buasnya Lusi saat ia mencoba membuat Lusi pingsan.


Jika Lusi yang jadi bawahannya saja cukup buas lalu seperti apa tuan dari Lusi?.


Itulah yang membuatnya khawatir! Ia baru saja mendapat pengakuan cinta dari sang suami! Dan lagi.. ia tak mau jadi janda kembang eh janda muda.


“Mari kita amati kondisinya dahulu, jika dalam keadaan terdesak maka aku akan bertindak” gumam Freya namun naasnya ada sesuatu yang ada di belakangnya.


________________________


Revan menatap nyalang pada leo yang masih menitir pandu dengan serangannya, pandu masih saja tidak menyerah walau luka nya separah itu!.


“Kau melanggar perintah pan” ujar Revan dingin lalu menyelinap di pertarungan antara Leo dan pandu.


Ia merebut samurai pandu lalu melawan leo, pandu yang melihat dan mendengar lantas dengan tahu dirinya mundur mengamati dari belakang.


“Maaf tuan, namun saya tidak bisa membiarkan orang itu menyakiti nona dan nyonya besar” balas pandu.


Namun tangan terkepalnya hanya mengapung di udara ketika melihat pelakunya.


“Kau gila huh? Meski aku dan mommy melawannya luka kami tidak akan separah dirimu! Kau benar benar g*la! Sama seperti Abang saat menghadapi musuh!”.


Ocehan itu terdengar dari kinen, sedangkan mommy? Yah tak jauh berbeda dari reaksi kinen mommy juga menatap tajam pandu seolah olah ingin memakan pandu hidup hidup.


“Aku tahu kalau puteraku itu iblis namun jangan mengikuti sifat buruknya!” ucap mommy nyaris menarik kerah pandu jika ia tidak mendengar suara dentingan.


TRANG


TRANG

__ADS_1


TRANG


Bunyi dentingan samurai jelas begitu keras mengingat Revan dan Leo yang sama-sama menggunakan perlawanan yang cukup kasar.


‘ Semoga samurai ku tidak patah! Seharusnya aku tidak menyerahkannya ke tuan!’ batin pandu menyesal.


“Hahaha, aku harusnya tidak meremehkan kemampuan mu” ujar Leo entah itu ejekan atau pujian.


Namun Revan tak peduli baginya ketika ia mendapat pujian dari orang yang brengsek seperti Leo itu hanyalah hinaan untuknya.


“Kenapa kau diam saja anaknya Rafa?” tanya leo membuat darah Revan makin mendidih.


Tanpa menjawab apapun Revan langsung bergerak cepat menampik samurai leo, ia mundur sejenak lalu melangkah maju dengan cepat membuat gerakan berputar yang luar biasa lalu menunjang samurainya untuk menusuk jantung Leo.


Namum.. naasnya ada yang menahannya.


“Hey! Jika kau memb*nuh tuanku maka aku akan memb*nuh isteri tercintamu!”.


________________________


hello readers maaf kemarin author ngga bisa up.


kalian ingat kan pengumuman yang ada di bab penyelamatan #3? tolong kalau lupa di baca ya..


author besok ujian, jadi mohon do'anya! kalau author sempat author pasti up kalau author emang ngga bisa up atau malah ngga rutin up-nya setelah ujian tepat di hari Senin sekitar tanggal 13 Des author up tiga bab sekaligus dengan jumlah kata yang lebih dari 2 ribu tiap bab.


mohon pengertiannya ya? maafin author nih..


ini author lagi sela selain up sebelum Omelan emak mendarat :)


udahlah, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang pastinya bersifat membangun ya!

__ADS_1


terima kasih


- Nadira


__ADS_2