
Setelah sampai di mobil mereka kembali duduk dan berteman dengan keheningan, kinen dan mommy sedang fokus untuk meredakan amarah mereka lagi agar tak berimbas marah pada orang di sekitarnya.
Apalagi tadi mereka melihat Revan yang sama sekali tidak membela Freya, padahal Revan itu sudah beristeri! Dan isterinya itu Freya!.
Setelah amarah mereka menurun mereka serempak melihat ke arah Freya yang kembali melihat ke luar jendela setelah mereka meninggalkan cafe.
"Sayang.. kamu tidak apa apa kan? Apa orang itu berbuat hal yang tidak tidak padamu?" Tanya mommy pada Freya.
"No mom, aku baik baik saja dia tidak berbuat apapun kok" jawab Freya menatap mommy sambil tersenyum manis.
"Kak.. kalau tidak bisa senyum jangan dipaksain ya.. itu cuman nyiksa kakak sendiri rasanya itu nyutt gitu kan di hati" ucap kinen lantaran ia sudah pernah merasakan itu semua.
"Kakak tahu, lagian buat apa kakak sedih? Kan tidak ada apa apa" balas Freya menatap mommy dan kinen secara bergantian.
"Kami tidak bilang kalau kamu sedih kak?" Tanya kinen yang disetujui oleh mommy, memang benar mereka hanya menanyakan keadaan Freya juga mengusulkan untuk tidak memaksa tertawa.
Perkataan Freya tadi melenceng dari topik dan itu cukup menjadi bukti jika Freya sedang terluka, oh my God! B*ntai saja lah si Revan!.
"Eh.. itu kan kinen tadi tanya ke kakak, katanya jangan memaksa untuk tertawa berarti kan kinen mengira kalau kakak sedih" jawab Freya cepat lalu menutup matanya, seolah olah ia tertidur.
Melihat itu kinen dan mommy saling tatap lalu memilih untuk diam tidak bertanya lagi, Freya mungkin belum bisa membagi perasaannya, karena meski Freya tidak suka sama Revan sekalipun.
Seharusnya.. Freya masih punya rasa cemburu sebagai seorang isteri dari Revanno gramantha purnama.
________________________
Saat ini fern sudah berada di dalam mobil namun ia tidak kunjung melaju lantaran ia masih mencoba untuk meredakan emosinya yang sudah meledak ledak tidak karuan seperti bom nuklir.
__ADS_1
Memorinya jelas merekam suatu ucapan " ck! Mental cupu! Masa keluarganya yang maju? Heh Lo! Udah tahu gadis itu j*lang tapi kenapa di deketin? Mending gue cantik lah dia jelek!".
Dengan geram fern masih mencoba untuk menahan emosinya agar tidak lepas sembarangan.
Ia tahu kenapa ia mirip dengan freya, ia tahu kenapa cerita masa lalu Freya mirip dengan adiknya, ia tahu sekarang kenapa dia punya firasat untuk melindungi Freya.
Karena Freya adalah adik kesayangannya, adik yang ia cari cari sedari dulu.
Ia ingin mengatakan itu namun.. ia tahu apa status Freya, Freya sudah menikah.. terlebih dengan musuhnya sendiri.
Jika Freya bahagia, jika adiknya itu hidup di dalam kebahagiaan ia rela berbaikan dengan musuhnya namun.. apa ini? Revan malah membawa gadis secara terang terangan pada Freya.
" Cih! Yang tadi tuli yang ini bisu! Cocok deh sama sama cacat!"
Fern sendiri menggelengkan kepalanya bagaimana musuhnya bisa memilih gadis ini ketimbang adiknya? Apa musuhnya itu buta hingga tidak melihat perbedaan di antara mereka?.
" Heleh, gadis j*lang itu tidak ada apa apanya timbang aku! Lihat? Aku cantik sementara dia je-"
" Anda mau bilang dia jelek? Kecantikan fisik dia tidak kalah dibanding diri anda, kecantikannya natural tidak seperti anda yang berbalut make up! Dan lebih pentingnya hatinya selembut kapas, tidak seperti anda busuk!".
Nb: tulisan yang miring memori fern tentang ucapan gadis di cafe tadi namanya? Masih secret, tulisan yang tebal plus miring itu balasan dari fern.
Setelah mengatakan semuanya dengan dingin fern memilih untuk langsung membayar pesanannya tanpa menunggu, dengan kata lain fern membayar tanpa barang.
Setelahnya fern langsung keluar dari cafe dan masuk ke dalam mobilnya, ia mungkin butuh bantuan sang Daddy setelah sekian lama.
________________________
__ADS_1
"Eh, mom kin.. ini dimana? Kok indahh banget" tanya Freya, ia sekarang berada di halaman sebuah tempat yang benar benar indah, bagaimana tidak? Sepanjang jalan mereka disuguhkan dengan pepohonan dan bunga bunga.
Bahkan beberapa kali ada kupu kupu yang berwarna warni berterbangan di sekitar Bunga, benar benar pemandangan yang indah.
"Tempat nya indah kan kak? Begitu pula dengan memori yang ada disini" ucap kinen riang menatap ke pemandangan yang sudah pernah ia lihat sebelumnya.
"Ini mansion mommy dengan sahabat mommy dulu" jawab mommy dengan sorot mata yang sedikit teduh.
"Sahabat mommy?" Ulang Freya menatap penuh tanda tanya kepada mommy.
Namun hanya gelengan yang di dapatkan oleh Freya, okelah! Freya juga tidak akan memaksa mommy untuk mengucapkan atau bahkan menceritakan semuanya kepada dirinya.
Ia hanya cukup menjadi pendengar jika mommy sudah siap membagi keluh kesahnya pada dirinya.
"Kak! Ayo masuk, nanti kakak tinggal pilih mau tidur di kamar yang mana, aku sama mommy udah milih hehehe" ucap kinen mengalihkan topik pembicaraan.
Kamar? Tentu saja, mommy akan tidur di kamar dirinya dan suaminya dulu, kinen akan tidur di kamar orang tuanya, ada dua kamar yang tersisa.
Kamar kinen dan Revan, meski mereka dulu masih bayi namun semuanya sudah dipersiapkan secara matang.
Kamar kamar sudah tersedia dengan rapi dan tentunya mewah nan anggun, kamar kinen bak Puteri raja sementara kamar Revan bak pangeran mahkota.
Jadi Freya tinggal memilih mau yang mana?, Itu semua tergantung selera.
Niatnya dulu Revan dan kinen kalau masih kecil akan tidur bersama orang tua namun jika sudah umur 5 tahun mereka akan tidur di kamar mereka sendiri, namun kalian tahu sendiri apa yang terjadi?.
_________________________
__ADS_1