My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.38. menjadi anakmu


__ADS_3

"ah begitu ya mom.." ucap adinda masih menatap mata Freya lekat.


Apakah ia harus memberi tahu mommynya tentang paman itu dan tentang wanita itu ? Wanita yang membiarkan dia dan Daddy...


"Memangnya kenapa Din ?" Tanya Freya ketika melihat tatapan mata adinda yang sebelumnya menatap penuh harap berubah menjadi kosong.


" Ah tidak papa mom" jawab adinda sambil gelagapan.


"Mom.. aku akan segera kembali ke alam ku... Mungkin aku tidak bisa melihat mommy bahagia bersama Daddy.. tapi bolehkah aku terlahir menjadi anakmu nanti jika aku terlahir kembali?" Tanya adinda.


Ia jelas tahu kalau ia akan terlahir kembali beberapa saat lagi. Ia berharap untuk berada di rahim Freya nantinya.


Deg deg deg


Jantung Freya berdetak dengan kencang , jika Freya nantinya adalah ibunya adinda berarti... Ayahnya pasti...


Tak lama kemudian Freya mengulum senyumnya "tentu saja , mommy mengharapkan kehadiranmu di masa depan" ujar Freya tulus melihat ke arah adinda.


Tes tes tes


Air mata adinda turun tanpa aba aba , ia merasa terharu dengan perkataan Freya , akankah ia di masa depan memang anak dari mommynya ? Ia berharap begitu.. karena bagaimanapun ia memang berharap untuk memiliki keluarga yang lebih bahagia.


Coba bayangkan adinda itu seorang anak yang bahkan tidak diberi kasih sayang seorang ibu!.. anak mana yang tidak ingin dikasihi oleh seseorang yang mereka sebut ibu ?


"Eh kenapa kamu menangis ? Jangan menangis nanti wajahnya jadi jelek loh" goda Freya pada adinda yang terlihat mengerucutkan bibirnya.


" Huh sudahlah aku akan pergi mom..!" Pamit adinda lalu menghilang dari pandangan Freya.


Freya hanya menatap tempat dimana adinda menghilang bersama angin dan tersenyum sebelum ia kembali terlelap dalam mimpi yang sesungguhnya..


________________________


"Ah bagaimana electro ? Siapa paman itu ?" Tanya adinda beruntutan dengan mata sembab.


Electro hanya membisikkan sesuatu di telinga adinda dengan santai ,ia tidak menanyakan mengapa mata adinda sembab karena ia sudah tahu itu saja !.


tak dapat ditutupi ekspresi adinda terkejut seolah baru mendapatkan lotre ! Tak usah ditanya electro pun sama terkejutnya dengan adinda hanya reaksi adinda sedikit berlebihan.


"What ?! What the hell ?! , K-kita akan kembali dan aku belum mengucapkan hal ini pada mommy !" Ucap adinda gelagapan.


"Mungkin hanya kau yang kembali..." Bisik electro dengan pelan berharap adinda tak akan mendengarnya.


Namun adinda sekarang itu sudah bukan manusia ! Ia memiliki pendengaran yang tajam tentunya.


"Apa maksudmu dengan hanya aku yang kembali ?" Sarkas adinda memicingkan matanya curiga.


" Tidak... Belum saatnya aku memberitahumu " jawab electro.


Seminggu mungkin ? Jika memang seminggu ia akan beruntung masih bisa bersama adinda .. sejak kapan rasa ini muncul pun ia tidak tahu.. yang ia tahu adalah ia akan mengungkap kan nya nanti. Yang pasti ia berharap adinda menjadi miliknya seorang.


Katakan ia egois tapi ia tidak ingin kehilangan adinda lagi . Jangan bertanya padanya ia juga tidak tau mengapa meletakkan kata lagi di batinnya , ia hanya merasa pernah ditinggalkan oleh gadis kecil di hadapannya ini.


"Huh ? Tapi... Bagaimana dengan paman itu ? Aku sama sekali tidak tahu kalau..."


Wanita itu....


"Yah anggap saja ini lelucon ? Agar kau bisa lebih santai" ujar electro santai tanpa memperhatikan tatapan horor adinda.


Santai katanya ?! Santai ? Santai jika rumah tangga daddynya akan hancur untuk yang ke 2 kalinya ?! Santai jika mommynya akan mengalami sesuatu yang besar ?! Oh yang benar saja !.


"Bagaimana katamu aku bisa santai ?! Hanya tinggal melihat begitu ?! Bagaimana aku bisa membiarkannya kulkas ?!" Ucap adinda memegang bahu electro lalu mengguncangnya seperti celengan.


Yah siapa yang bisa tenang ?


"Hm , biarkan saja semua mengalir seperti air" ucap electro meraih tangan adinda dan menggenggamnya erat.


Entah mengapa hatinya hanya ingin adinda bukan orang lain... Ah jika saja mereka masih manusia...


Sementara si ghost bermesraan malah ada seorang pria kurang belaian yang menatap datar ke arah asistennya itu.


"Kenapa kau meletakkan benda itu disini ?!" Amarah Revan terlihat menggebu gebu.


"Bukankah aku menyuruhmu untuk mencari tahu tentang kinen tadi ?!" Sambung Revan lagi.


"Ampun tuan , anu saya.." ucapan pandu terpotong oleh tuannya itu.


"Saya apa ?! " Bentak Revan lagi , ia cukup frustasi kali ini entahlah ia tidak tahu perasaan seperti ini.


' tuan ini kurang asupan ya ? Atau kurang belaian ? Astagaa kenapa aku yang jadi imbasnya ?' batin pandu.


"Pan !" Panggil revan dibonusi dengan tatapan tajamnya.


"Baik tuan saya akan menyelidiki tentang nona kinen" ujar pandu mencoba sabar ini hitungan ke berapa kalinya saat pandu menjadi korban secara batin terhadap tuannya ini ? Pandu sudah tidak bisa menghitungnya !.


Bukan karena pandu bodoh! dalam menghitung tapi karena kata selalu akan menyertainya!.


"Bagus ! Dan tanyakan ke dokter itu" ucap revan.

__ADS_1


"Tanya apa tuan ?" Balas pandu yang tidak mengerti memang apa yang harus ditanyakan pada Anisa ? Ia tentu masih tidak punya muka untuk menghadapi Anisa ! Kalian ingat kejadian terakhir saat ia bersama dokter anisa ?!.


^^^Bagi yang lupa silahkan baca^^^


^^^Sub bab ke '26. Perdebatan.'^^^


' saya jelas tidak punya muka lagi di hadapan dokter muda itu ! Mana sempat tatap tatapan !' batin pandu agak kesal.


"Tes DNA ! Ingatanmu tumpul" singkat Revan dingin , jelas ! Ia tidak suka di bantah atau bahkan di kekang !.


Pandu tidak lupa atau amnesia hanya saja.... Akh ini begitu merepotkan ! Mungkin ia harus menemui dokter itu sekarang atau ia akan dibantai oleh iblis ini karena tuannya itu jelas marah dengannya.


"Selidiki dulu baru ke dokter itu" Revan memberi intruksi.


"Baik tuan" balas pandu menunduk ke bawah mana berani ia menatap Revan ?.


Sedangkan itu...


Freya sedang mondar mandir di kamar kinen ,kinen belum kembali sejak tadi ! Seharusnya sekarang kinen sudah pulang !.


Ia mau bertanya pada ibu mertuanya itu tapi ia masih ragu karena itulah ia mondar mandir sedangkan Lusi sekarang membantu pelayan di mansion itu untuk menyiapkan makan malam ! Ini sudah menjelang malam dan adik iparnya itu belum kembali!.


Pada akhirnya setelah menetapkan hatinya ia keluar untuk mendatangi ibu mertuanya namun belum sempat ia membuka pintu kamar malah ibu mertuanya menghampiri dirinya dengan tatapan khawatir .


Sebenarnya mommy dari kinen dan Revan itu tidak Sudi untuk menemui Freya berhubung ini tentang Puteri kesayangannya maka ia rela melakukan ini.


"Kinen... Dia.." ujar mommy menatap Freya khawatir ia jelas khawatir sekali pada anak bungsunya itu ia mau mengubungi Revan namun nomornya telah di blokir oleh Revan.


Bagaimana ini ? Hanya itu yang ada di fikiran mommy.


"Nyonya.. kinen belum kembali dari tadi ... Bagaimana ... , Saya akan mengubungi Revan" ujar Freya sengaja ia menyebut nyonya agar tidak terlihat sok akrab dengan mommy dua orang yang mengisi hidupnya akhir akhir ini.


Mommy hanya menganggukkan kepalanya pada Freya tak dapat dipungkiri ia benar benar khawatir ! Meski hubungannya dengan kinen sempat merenggang karena freya tapi ibu mana yang tidak khawatir jika anaknya tidak pulang ?.


Freya pun mencari telefonnya itu belum sempat ia menekan nomor Revan di bawah terjadi kericuhan terdengar sangatt berisik !.


Freya pun menatap mommy kinen itu.. yang kebetulan saat ia juga menatap Freya ia baru tahu jika menantunya ini memiliki kecantikan di atas standar dan.. mirip dengan... Seketika mommy mengerutkan keningnya mengapa menantu barunya mirip dengan seseorang di masa lalu mereka ?.


Seketika kericuhan di bawah terjadi lagi , mommy pun terkesikap dengan hal itu hingga lamunannya buyar reflek mereka menatap pintu.


"Nyonya mari ke bawah " ajak Freya sambil memegang handphone nya mommy hanya mengangguk dan pergi ke bawah diikuti Freya.


Saat berada di tangga paling bawah mereka berdua membulatkan matanya karena terkejut!.


"Kinen !" Panggil Freya kelabakan bagaimana bisa kinen menjadi seperti ini sedangkan mommy hanya bisa menangis dan luruh di lantai ia juga gemetaran ia jelas tidak tahu apapun tentang medis , jika anaknya dibawa ke rumah sakit itu akan memakan waktu lama ia takut kinen tidak...


Sementara para pelayan juga lusi berkeliaran Freya menuntun kinen dan membantunya duduk di sofa.


Mommynya pun tiba tiba bangun dan menghampiri kinen dengan keadaan masih menangis.


" Apa yang terjadi padamu sayang !" Ujar mommy gemetaran menatap bahu , tangan dan leher anaknya penuh dengan darah.


Lalu peralatan yang diminta Freya pun datang , ia segera mengobati luka kinen , ia sedikit mengerti tentang medis karena adinda juga memberi tahu tentang itu menurut adinda daddynya itu suka membawa luka jadi Freya bisa mengobatinya.


Jangan tanyakan bagaimana ekspresi Freya ini hanya pencegahan agar darah kinen tidak habis ! , Setelah itu mereka harus membawa kinen ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan.


Kinen saat ini hampir menutup matanya ia terus menatap pada kakak iparnya yang mengobati lukanya dan mommynya yang menangis histeris sesekali ia meringis.


"Kin ! Jangan tutup matamu ! Tetaplah sadar ! Bicaralah dengan kami apapun itu !" Ucap Freya menatap ke mata kinen keringat jelas membasahi tubuh Freya itu membuat lekukan tubuhnya tercetak di pakaiannya.


Ia jelas tidak peduli tentang itu yang penting sekarang hanya kinen !.


Setelah ber menit menit lamanya ia langsung berdiri.


"Nyonya kita harus membawa kinen sekarang ! Saya hanya mencegah darahnya agar tidak keluar lebih banyak untuk tindakan selanjutnya kita harus ke rumah sakit !" Ucap Freya mommy pun mengangguk.


Beruntung Lusi sempat kepikiran untuk memanggil ambulance mereka segera membawa kinen , kinen pun dimasukkan ke ruang UGD , di luar Freya dan mommy tentu menangis menatap nanar ruangan di mana kinen di operasi sekarang ini.


Freya pun menjauh dari mommy dan menelefon Revan.


Tut Tut


" Hiks hiks r-rev... k-kin-kinen !" Ujar Freya seolah mengadu kepada revan.


"Kau itu kenapa ?! Tiba tiba menangis ?" Suara Revan memang santai namun tidak dapat dipungkiri bahwa ia khawatir.


" Kinen hiks masuk UGD !!"


" Apa ?! Bagaimana bisa ! Katakan kalian di RS mana ?!"


"Kami di rumah sakit ****** di jalan ****"


" Aku akan datang sebentar lagi ! Tenanglah semua akan baik baik saja"


Tut


Panggilan berakhir Freya pun kembali dan menyenderkan dirinya di dinding tak lama ia luruh sampai posisi jongkok.

__ADS_1


Mommy hanya menatap Freya ia tidak menyangka bahwa gadis tidak berpendidikan seperti Freya mengerti tentang medis.


Yaiyalah Freya ngerti orang adinda yang ngajar !


Selama setengah jam mereka menunggu masih dengan posisi yang sama dan tetap menangis ketakutan.


Bagaimana jika luka kinen dalam ? Atau ... Bagaimana jika sebuah tragedi buruk yang terjadi setelah ini ?.


Tiba tiba terdengar langkah kaki yang cukup ringan namun mengancam , sontak mereka pun menatap ke arah lelaki yang tengah berlari itu adalah Revan.. di tengah kota yang padat ia bisa sampai secepat ini ? Bahkan tadi ambulance harus menempuh perjalanan selama 1 jam itu pun mobil yang lain menyingkir untuk memberi jalan dan Revan hanya setengah jam ?.


"Revan..." Panggil Freya dengan pandangan berkabut.


"Freya !" Balas Revan lalu memeluk Freya untuk menenangkannya , Freya jelas sekali tidak pernah melihat darah sedangkan mommynya juga dirinya sudah kesekian kalinya melihat darah.


Ia tahu di resepsionis tadi jika adiknya masuk UGD itu berarti Jika adiknya sampai masuk UGD pasti ia berdarah bukan ?.


Mommynya adalah mantan ketua mafia , dan dirinya adalah ketua mafia sekarang , tapi mommynya menangis itu bukan berarti ia takut darah tapi itu darah puterinya !.


"Revan... Kinen .. dia ... Darah" ucapan Freya jelas kacau balau namun anehnya revan mengerti dengan baik ucapan Freya.


Sedangkan mommynya hanya menatap Revan dan Freya dengan tatapan tidak percaya , Freya tadi mengobati puterinya sementara otaknya tadi blank karena puterinya jelas bersimbah darah lalu... Itu berarti ini pertama kalinya freya melihat darah ?.


Tapi ia langsung mengobati puterinya tadi !.


Tak hanya itu ia juga kaget pada Revan yang biasanya dingin , acuh sekarang peduli kepada seorang wanita ?.


Seberapa lama ia tertinggal di kehidupan puteranya ini ? Bahkan mungkin ia juga tertinggal di kehidupan Puteri kesayangannya , ia bahkan tidak tahu kenapa kinen bisa terluka !.


' aku tidak bisa mempercayainya hanya dengan ini saja ! ' batin mommy ia masih tidak percaya jika orang tidak berpendidikan bisa melakukan hal medis.


Bukannya ia memperhatikan bobot bebet dari Freya , hanya saja pengalaman mengenai Rina membekas di ingatannya , karena itu ia mengira bahwa gadis dari kalangan atas akan lebih baik dari Rina !.


Akankah fikirannya selama ini salah ?.


"Tenangkan dirimu ! Kinen pasti baik baik saja" ujar Revan menepuk punggung freya persis seperti saat ia menenangkan adinda dulu.. mendadak ingatannya menuju saat adinda menangis tak karuan di depannya.


Flashback on


Adinda datang kepada Revan dengan menangis tersedu sedu saat itu adiknya kinen masih sekolah di bidang SMA.


Revan yang bingung pun memeluknya dan menepuk nepuk punggungnya dengan lembut setelah tangisan puterinya itu reda ia melepaskannya dan menatap mata adinda.


"Kenapa kamu menangis sayang ?" Tanya Revan dengan tersenyum lebar , yah berbeda dengan Revan sekarang ! Jangankan tersenyum ia saja melarang Freya senyum !.


Menyebalkan sekali bukan ? Ini benar benar Omong kosong!


"Tadi.. di sekolah Tante adinda aku melihat Tante di pukuli sama teman temannya d, dad juga.. mereka memarahi Tante" adu adinda pada ayahnya itu.


Revan pun hanya mengerutkan keningnya apa maksud puterinya ini ?.


"Lalu Tante menoleh ke arahku lalu menggelengkan kepalanya sambil menangis , ia menyuruhku pergi dad !" Sambung adinda.


Revan pun mengatakan "mungkin kau sedang halusinasi sayang"


Tapi adinda secara keras menentang ucapannya , ia bilang bahwa "aku serius dad ! Dinda serius !"


Akhirnya Revan menekan titik tidur adinda agar anaknya tenang , ia hanya berfikir jika anaknya terlalu banyak berhalusinasi.


Flashback off


' apa yang dikatakan Dinda itu.. benar adanya ?' batin Revan serius.


"Hiks bagaimana jika kinen.." ujar Freya mulai terisak.


"Tidak puteriku pasti baik baik saja kan? Ia pasti ia baik baik saja" ucap mommy nyaris seperti orang gila.


"Iya dia pasti baik baik saja hahaha ! Dia pasti sedang mengeprank kita !" Ujar mommy mengacak acak rambutnya.


Revan dan Freya pun menoleh pada mommy bedanya tatapan Freya nanar tapi tatapan Revan tetap datar !.


Freya jelas tahu bagaimana rasanya kehilangan ! Apalagi wanita di hadapannya ini seorang ibu..


"Nyonya.. kinen pasti baik baik saja ! Kita berdoa saja untuknya.." ucap Freya mencoba menenangkan mommy.


Mommy pun menatap Freya dengan pandangan mata yang berkabut.


Ini pertama kalinya mommy merasakan ada orang yang peduli kecuali kinen juga mendiang kedua orang tuanya.


Mengingat lagi .. Freya juga yatim piatu bukan ? ah sebenarnya tidak tapi.. sejak orang tuanya membuangnya itu berarti mereka sudah bukan orang tua Freya lagi.. namun.. apa Freya tahu jika ia hanya anak angkat dari orang yang selama ini ia panggil ayah ibu ?.


________________________


Helloo ! Author kasih agak panjang ini ya.. okey silahkan dibaca readers ! Kita akan bertemu lagi di waktu yang akan datang.


Jadi... See you again in next time !


- Nadira

__ADS_1


__ADS_2