
DEG
Suara itu berhasil menghentikan Revan, semuanya melihat ke arah lelaki yang sedang menodongkan pistol di kepala Freya.
“S*alan! Lepaskan kakak ku brengsek!” teriak kinen dengan kemarahan yang menggebu-gebu, jika dilukis mungkin akan ada kepulan asap di atas kepala kinen.
“Apa kau pengecut huh? Kenapa kau tidak berani menghadapi kami? Kenapa kau harus menjadikan Freya sandera?” tanya mommy retoris menatap penuh tantangan kepada leo.
“Mereka pengecut mom” bukannya Leo yang menjawab, yang menjawab malah puteranya sendiri.
Revan menjawab pertanyaan mommy dengan dingin ia menarik tubuh leo membelakanginya lalu menodongkan samurai di lehernya.
“Lepaskan isteri ku atau aku akan memb*nuh b*jingan ini” ujar Revan datar.
Mereka hanya bisa menekan satu sama lain untuk membebaskan tawanan.
“Jika kau membiarkan tuan ku bebas dengan selamat maka begitu pula dengan isteri mu!” balas orang itu.
Sejenak Revan terdiam lalu melihat ke arah mommy dan kinen berdiri.
“Lepaskan saja b*jingan itu, kita bisa memb*nuh nya lain kali, Freya harus selamat!” ujar mommy,suara mommy terdengar sangat yakin apalagi ketika menyadari jika puteranya melihat ke arah dirinya.
Sebagai seorang ibu ia tentu bisa tahu kenapa puteranya memandangi dirinya seperti itu.
Kinen pun menatap sendu Revan lalu berbicara “Selamatkan kak Freya bang, aku tidak bisa kehilangan lagi”.
“Jangan! B*nuh saja dia! Tidak ada jaminan jika orang ini akan melepaskan aku!” teriak Freya dengan air mata buaya.
Bukannya menolong ia malah membuat masalah disini.
“No frey! Mommy tidak bisa melihat kematian dari orang yang mommy sayang lagi please!” ujar mommy, air mata akhirnya menetes ketika sekelebat bayangan masa lalu muncul di fikirannya.
Pada akhirnya mereka tak menyadari bahwa mata tajam yang tiba tiba sendu milik Leo terarah ke mom lestari, ia masih tak bisa menghapus perasaan itu.
Leo hanya bisa berandai andai, bagaimana jika lestari itu miliknya bukan milik Rafa? Bagaimana jika ia menemukan lestari lebih cepat?.
“Wuah, aku terharu karena mommy, kinen dan Revan menyayangiku” ujar freya tiba tiba, ia bertingkah seolah tak terjadi apapun, ia bertingkah seolah keadaan ini adalah keadaan yang cukup lumrah.
Ucapan Freya membuat mata semua orang membulat bahkan nyaris membuat Freya ingin mencolok mata mereka satu persatu.
“Oh ternyata kau sudah siap untuk m*ti ya?” suara menyebalkan Leo terdengar kembali.
“b*doh bukan begitu! Aku masih ingin bahagia dengan keluargaku!”.
Setelah Freya mengatakan itu, ia langsung memukul perut orang yang tengah menahannya dengan sikutnya.
Ia melepas sepatu heels nya lalu memukulkan sepatunya ke adik kecil orang itu.
BUK
Kinen, mommy, Revan, pandu bahkan Leo sendiri ngilu melihatnya.
Bagaimana tidak? Bayangkan saja saat ia memukul orang itu Freya memakai bagian bawah sepatunya, dan.. ia memakai sepatu heels yang cukup tebal di bagian bawah dan cukup 'runcing'.
Perhatian RUNCING!.
“Gimana enak kan? Mau lagi?” tanya Freya geregetan.
Bagaimana Freya tidak geregetan? Orang ini muncul saat suami tampan nan gagahnya mau mengakhiri hidup si musuh dengan estetik.
Tak lama setelah Freya bertanya begitu ia memukul adik orang itu lagi bahkan lebih keras.
BRUAK
Orang itu tumbang dengan tangan memegang adik kecilnya.
“S*al! Bagaimana kau bisa memukuliku seperti ini hah?!” ujar orang itu setengah merintih.
“Oh mengumpat ya? Sini aku tambahkan!” balas Freya bersemangat tanpa memperdulikan pandangan aneh Revan, pandu dan leo yang di arahkan padanya.
Ingat, Revan, pandu dan leo itu lelaki! Jelas mereka memiliki adik juga.
BUK
__ADS_1
BUK
BUK
Freya memukul tiga kali tepat di ujung adiknya seketika orang itu pingsan tanpa sempat berbicara apapun.
‘ wow, the power of girls’ batin pandu melihat ke arah nyonya mudanya yang kini terlihat begitu perkasa di matanya.
Meski ngilu Revan hanya diam dengan tatapan datarnya, revan mengangkat samurainya lalu membalikkan tubuh leo agar leo bisa menghadap ke arahnya.
“Eits! Son jangan di b*nuh dulu! Kami belum memberinya pelajaran!” cegah mommy ketika melihat kalau Revan hendak mengayunkan samurainya.
“Benar! Lagipula dia harus membayar semua kesalahannya di masa lalu ditambah karena dia berani menculik kakakku!” ucap kinen menatap tajam ke leo yang tidak terlihat gentar sekalipun.
“Silahkan” satu kata dari Revan, ia pun melemparkan tubuh leo yang sudah ia lumpuhkan ke depan kinen dan mommy disambut pandu yang sekarang tengah menekan tubuh leo ke tanah.
Memaksa musuh mereka tunduk di hadapan orang orang yang sudah ia sakiti mental nya beberapa tahun silam, dan luka tidak berdarah itu masih membekas di hati mereka semua.
“Pan, awasi” perintah Revan pada pandu, setelah mendapat anggukan dari pandu Revan mulai mengedarkan pandangannya.
“Kalian pergi ke helikopter itu, obati luka kalian” sambung Revan, sebagai ketua ia harus menyelesaikan bekas masalah ini.
Tak lama satu, dua ah dua puluh helikopter mendarat semua anak buah Revan yang masih hidup dan mengalami luka pun pergi secara bertahap.
“Kalian berdua pisahkan korban dengan luka parah dan ringan” Revan menunjuk ke dua orang yang baru turun, tentu saja Revan tidak b*doh, dia menyisakan beberapa Mafioso di markas dan menyuruh seperempat dari mereka untuk pergi kesini jika jika mereka memerlukan bantuan.
Walau nyatanya tidak, namun apa salahnya berjaga jaga?.
“Sisanya selain yang menyetir helikopter angkat mayat mayat ini ke dalam markas itu lalu bom markas itu hingga tak meninggalkan jejak” ujar Revan.
“Sisakan satu helikopter disini untuk memulangkan orang orang yang betugas untuk mengebom markas itu” sambung Revan terus berbicara.
Ia harus menerangkan ini semua agar anak buahnya tidak bingung, ini moment yang langka ketika Revan mau berbicara panjang meski dengan nada dingin.
“Yang lain bagaimana tuan? Satu helikopter tidak bisa menampung mereka semua” tanya pandu angkat bicara.
“Beberapa orang kembali dan beberapa orang ikut kami untuk menggantikan mu mengawal kami” jawab Revan jelas.
“Menggantikan saya?” ulang pandu.
“Mommy akan menghubungi dr Anisa untuk mengobati asistenmu” ujar mommy yang tahu jika anaknya tidak mempunyai nomor telepon dr Anisa, karena dr itu adalah dr pribadi keluarga purnama yang cukup baru.
Revan.. memerlukan banyak Mafioso untuk menggantikan posisi pandu sementara karena satu Mafioso tak akan kuat untuk menggantikan pandu jika ada serangan dadakan.
“Tapi tuan?” pandu terlihat ingin membantah.
“Kau juga harus mengawasi makhluk itu” potong Revan melihat tajam kepada leo.
“Baik tuan, saya akan membawanya ke markas” balas pandu tegas.
Freya pun mendekat lalu mengusap air mata mommy “maaf karena aku sudah membuat mommy khawatir, tapi aku hanya ingin bermain main” ujar Freya.
Mommy memegang tangan Freya, “Ya tidak apa apa yang penting kamu dan kita semua selamat” balas mommy.
Yah walau Revan dan pandu sama sama memiliki luka, pandu memiliki luka yang sangat dalam sedangkan Revan memiliki luka yang sedikit dalam namun masuk kategori ringan.
Seketika ide gila melintas di kepala kinen “Kak, bang aku dan mommy akan kembali bersama pandu, dengan begitu kami bisa langsung menyiksa orang ini” ujar kinen, gerak gerik dari adik ipar Freya ini benar benar sangat mencurigakan.
Entah apa lagi yang difikirkan oleh gehara kinen Oliver berzeliuz ini!.
“Eh? Kenapa bukankah kalian bisa menyiksa cicak melata ini nanti?” tanya Freya sedikit sedih memandang lekat ke arah mommy dan kinen.
Mommy yang awalnya mengerutkan keningnya pun akhirnya mengerti akan tujuan tersembunyi dari kinen.
“Tidak apa apa, lagipula penyiksaan kami hanya untuk pemanasan penyiksaan yang sebenarnya akan diberikan Revan” balas mommy melepaskan tangan sang menantu dari genggamannya dengan lembut.
“Kalau begitu aku akan ikut dengan kalian” sahut Freya menatap mommy dan kinen dengan mata yang berkaca-kaca.
“Lalu kakak mau meninggalkan abang sendirian?” tanya kinen.
“Kan aku dan Revan juga bisa ikut” jawab Freya enteng atas pertanyaan yang diajukan kinen.
“Helikopternya tidak akan cukup sayang, kamu disini saja bersama revan” ujar mommy mencoba terus mempertahankan niat terselubungnya dan sang Puteri.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu pandu, mommy dan kinen pergi secepat kilat seperti orang yang tengah berhutang.
Sementara Revan diam diam tersenyum licik di antara wajah datarnya.
Ia itu lelaki yang impeden dan dewasa ia jelas menangkap niat hati dari keluarganya, sungguh benar benar katak dalam tempurung!.
“My wife, ayo” ujar Revan mengulurkan tangannya kepada Freya.
Karena Freya lumayan tahu tentang bahasa Inggris dia otomatis tahu tentang arti kata ‘My wife’ yang diucapkan Revan, ia tersenyum cerah lalu menyambut uluran tangan revan tanpa tahu tujuan mommy dan kinen meninggalkannya bersama sang suami kulkasnya.
‘ semoga berhasil son!’ batin mommy dari helikopter memandang ke bawah yang masih memperlihatkan jelas putera dan menantunya yang tengah berjalan sambil bergandengan.
“Mom, kira kira aku dapat ponakan laki laki atau perempuan?” tanya kinen membuat fokus sang nyonya besar kembali ke arah puterinya.
“Entahlah, namun jenis kelamin tak menjadi masalah bukan?” tanya balik mommy.
“Iya, mommy benar” jawab kinen.
Tentu saja meskipun jenisnya nanti perempuan maupun lelaki mereka tak ada bedanya, karena mereka sama sama anak dari Abang dan kakak kesayangannya.
Dan itu tentu saja tidak bisa di ganggu gugat!.
“Tapi mom? Identitas kak Freya..” gantung kinen lantaran mommynya pasti sudah sadar akan hal ini, ia yakin momnya memperhatikan wajah kak freyanya.
“Apa itu akan membuat masalah di kemudian hari? Bukankah kita akan tetap menyayangi Freya? Sejatinya dia tidak bersalah yang bersalah hanya wanita itu!” balas mommy retoris, ia tahu kemana arah pembicaraan Puteri dari sahabatnya ini.
“Kita akan tetap begitu mom, tapi bagaimana jika Abang sudah tahu?” tanya kinen lagi lagi merasa khawatir akan hubungan keduanya.
“Apa abangmu belum tahu kin?” mommy seolah olah ketinggalan kabar tentang kehidupan yang tengah dijalani oleh puteranya.
Namun meski begitu doa seorang ibu tidak akan pernah berubah, mommy hanya ingin kebahagiaan kembali menyertai kehidupan kelam yang berwarna abu abu sang putera tunggalnya dengan sang suami.
Karena.. memang begitu lumrahnya perasaan seorang ibu kepada anak anaknya.
Semarah apapun, sebenci apapun dan sekesal apapun seorang ibu pada anaknya, ia akan tetap mencintai dan menyayangi anaknya.
Bukankah begitu?
“Dilihat dari reaksi Abang sepertinya tidak tahu dan mungkin itu akan berat bagi Abang mom, tapi kita akan tetap menjaga dan mendampingi Abang juga kakak!” balasan dengan suara tegas dan teramat yakin keluar dari kinen yang duduk di sebelah mommy.
Sama seperti janjinya kepada dad rafanya, pesan untuk mom tari? Ia akan menyampaikan nya jika mom tari sedang terpuruk dengan begitu pesan dad Rafa bisa membangkitkan kebahagiaan momnya lagi.
Asisten putera keluarga purnama? Pandu berada di helikopter yang berbeda karena dia sedang membawa seorang tahanan yang bertanggung jawab atas kehidupan kelam dari keluarga purnama maupun Puteri tunggal sekaligus pewaris keluarga berzeliuz!.
Dengan kata lain, pandu tidak mengetahui perbincangan kedua nyonya dan nona mudanya, yang menyetir helikopter? Jelas ia tak berani menguping pembicaraan kedua orang penting bagi tuannya.
Ia jelas masih mau hidup, jadi dia jelas juga tidak akan sebegitu berani menguping pembicaraan.
Padahal harusnya Revan adalah orang pertama yang harus tahu tentang identitas Freya atau masalah buruk akan terjadi di masa depan nantinya.
Lebih buruknya Freya memang gadis yang tidak tahu tentang identitas aslinya sendiri, itu semua karena ingatan dirinya berusaha membuang pengalaman buruk yang pernah terjadi, lagipula kejadian itu saat dia kecil bukan? Jelas dia sudah benar benar lupa.
dan yang kinen khawatirkan adalah masa depan! bagaimana jika di masa depan akan ada sesuatu yang buruk? ia tak mau jika Abang maupun kakaknya mengalami hal hal buruk.
________________________
Huhuhu sebenarnya di tengah tengah pertarungan tiba tiba Freya di jadikan sandera sama anak buahnya leo! Jadi anak buah leo ini baru muncul saat Revan sudah pergi jadi Revan tidak menyadari keberadaan orang ini.
namun Freya malah sengaja menyerahkan dirinya agar ia bisa menguji keluarganya dan sekalian ia juga kesal dengan orang-orang yang ada di bawah leo makanya dia langsung memukul adik dari orang itu karena Freya sendiri tahu dimana letak kelemahan lelaki.
Yah tentu karena Freya itu perempuan kan? Perempuan harus bisa menjaga dirinya sendiri jika suatu saat ia sedang di kepung atau bahkan di serang bukan?.
Gitu readers jadi jangan bingung ya! Author sedikit sertain drama jadi jadian di sini, di chapter ini.
Dan maafin author yang ngga bisa up rutin seminggu kemarin, sesuai janji saya akan up tiga chapter dengan jumlah katanya sekitar dua ribu kata.
Dan kalau boleh nih.. author mau minta saran.
Menurut kalian cerita ini akan berakhir happy end atau sad end? Kalau author boleh minta saran, kalian mau cerita sad atau happy?.
Sejujurnya author masih meraba raba apa author berniat membuat sad end atau happy end! Jadi author serahin keputusan ini kepada para pembaca, enaknya dibuat sad atau happy?.
Oh iya.. letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang pastinya bersifat membangun ya!
__ADS_1
Terima kasih atas partisipasi kalian semua disini!.
- Nadira