
Kinen plus Freya kini sedang duduk di ruang tamu, mommy? Mommy ada di kamarnya sedang mengotak Atik laptopnya entah menyelidiki apa Freya pun tak tahu.
"Eh kin, Lusi kemana ya? Kok lama banget ke apotek doang?" Tanya Freya ketika ia baru ngeh kalau Lusi sudah menghilang sejak tadi.
"Lah iya ya kak.. kok kak Lusi lama ya?" Tanya balik kinen.
"Hmm.. kakak tak tahu lagi sih kok Lusi lama padahal ke apotek doang" jawab Freya.
"Ding dong~" ucap seorang wanita di depan pintu dengan pelan hingga Freya tidak mendengarnya, ia menunggu kinen agar meninggalkan Freya sendirian dengan begitu misinya bisa berhasil.
"Kakak.. kakak suka tidak sama Abang?" Tanya kinen penasaran tingkat tinggi.
"Eh.. kenapa kok pertanyaannya kayak gitu sih kin?" Tanya balik Freya yang mengangkat alisnya.
"Y-ya.. tidak tahu, tapi.. kakak jawab aja deh! Kakak suka atau tidak sama Abang?" Tanya kinen lagi.
"Emm.. itu kakak tidak tahu!" Jawab Freya memalingkan wajahnya.
"Eee tidak tahu atau tidak tempe kak?" Goda kinen.
"Kinen!! Ih dari tadi tidak ada puas puasnya gangguin kakak" balas Freya sedikit cemberut.
"Yaya lah, kan kakak cangtipku ini lucu kalau ngambek" sahut kinen yang jahil.
Jahil jahil begini bukan berarti ia tidak menuruni gen kedua orang tuanya loh.. garis bawahi gen.
Kalian tahu kan bagaimana gen dari gehara Joni berzeliuz dan quqi syarika oliver or quqi syarika berzeliuz?.
"Hadeh.. bisa aja kamu kin!" Ujar Freya tertawa kecil diikuti oleh tawa kinen.
"Haduh.. perutku sakit nih kak!" Balas kinen memegangi perutnya.
"Eh.. kamu kebanyakan ketawa sih!" Sahut Freya.
"Duh bukan karena itu kak! Tapi ini perutku mules!" Ucap kinen merintih.
__ADS_1
"Eh astaga, yaudah sana ke kamar mandi dong!" Balas Freya memegangi tangan kinen yang meremas perutnya.
"Kakak sendirian dong disini?" Tanya kinen menatap ke Freya.
"Eh.. kakak tidak papa kok! Tenang aja kakak tunggu kamu disini" jawab Freya membantu kinen berdiri lalu mendorong kinen pelan agar adik iparnya segera pergi.
"Oke! Ingat ya kak tunggu disini jangan keluar dari mansion!" Balas kinen lalu pergi setengah berlari ke kamar mandi.
Freya pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat adik iparnya.
Setelah itu Freya berbalik dan bom, seseorang yang ia kenal tiba tiba ada di depannya.
"Loh.. kamu dari tadi kemana aja? Kok lama?" Tanya Freya mendekat ke sosok yang dikenal dirinya.
"Kenapa ekspresimu datar begitu?" Tanya Freya lagi yang tidak dibalas dengan sosok itu.
Tiba tiba orang di depan Freya membius Freya hingga pingsan, Freya sudah berusaha melawan namun hasilnya nihil karena Freya tidak pernah belajar bela diri.
"Maaf" cicit orang itu lalu membawa Freya pergi bersamanya.
________________________
"Pan? Kamu serius?" Tanya Revan datar namun sedikit panik pada pandu.
"Tuan.. apa saya pernah bercanda?" Tanya balik pandu.
"Aku fikir kau yang menunjukkan alamat rumah ini" ucap Revan dingin.
"Saya tidak akan membocorkan sesuatu yang bersifat rahasia pada sembarang orang tuan" balas pandu dengan ekspresi datar.
"Cari posisinya" perintah Revan yang langsung ditanggapi oleh pandu.
Sesuatu yang ada di rumahnya ternyata seorang musuh di dalam selimut, dan tidak ada yang menyadari hal itu.
Sebegitu sibuknya mereka dengan urusan dunia bawah dan atas hingga melupakan sesuatu yang kecil namun penting di sekitar mereka.
__ADS_1
Seharusnya mereka sadar tentang ini lebih cepat karena nyawa Freya jadi taruhannya.
"Tuan.. dia sedang bergerak ke pelabuhan xxx" lapor pandu sambil menunjukkan laptop keberadaan seseorang yang pasti kalian tahu siapa itu.
"Pelabuhan?" Ulang Revan memutar otaknya berfikir.
Tik tok tik tok
Bunyi jam terus menerus secara teratur menemani Revan berfikir dengan segala kemungkinan yang ada.
"S*al! Ikuti b*jingan kecil itu!!" Teriak revan yang membuat pandu kaget tidak mau menambah hukuman pandu langsung meraih kunci mobil dan menyetir.
Namun yang namanya kota pasti padat penduduk bukan?.
Tentu saja pandu dan Revan terjebak kemacetan di tengah jalan "s*al! Minggir biar aku yang menyetir" ujar Revan penuh emosi membuat pandu langsung menuruti perkataan nya.
Revan membelah mobil mobil dengan melewati trotoar yang sepi melewati rambu rambu lalu lintas hingga mobil polisi mengikutinya.
Dan pandu hanya bisa berdoa semoga tuannya tidak membawa dirinya ke kematian.
Lalu Revan? Ya masa b*doh! Urusan tilang tinggal nanti saja.
Karena merasa terganggu dengan sirine mobil polisi itu Revan membuka jendela lalu mengulurkan kepalanya.
"Pak! Urusan tilang nanti saja saya punya urusan yang lebih mendadak" ucap Revan dingin setengah berteriak.
"Tidak bisa tuan! Pelanggaran tetap pelanggaran" Balas polisi di dalam mobil.
"Tapi ini masalah nyawa isteriku!!" Teriak Revan frustasi.
Polisi disana terlihat bingung lalu menjawab "baik! Namun kami akan mengikuti anda".
Setelahnya Revan hanya diam saat mobil polisi itu mengikutinya lantaran sirine yang mengganggunya sudah dimatikan oleh mereka.
_______________________
__ADS_1