
Beberapa jam kemudian pandu sudah selesai menjalankan hukumannya, sekarang tugas yang diberi tuannya hanya satu yaitu mencari siapa orang yang berani masuk ruangan tuannya itu.
Jika menurut pandangan pandu ia mengingat perkataan tuannya bahwa orang itu langsung pergi tanpa menyerang tuan.
Bisa dipastikan jika orang itu tidak menyerang tuan maka orang itu tidak melihat bahwa ada cctv tersembunyi disana.
Pandu pun menuju ruangan cctv namun alangkah terkejutnya saat ia sudah ditengah jalan ia melihat nyonyanya tertidur di kamarnya namun dalam posisi saat nyonyanya duduk di sofa.
Pandu pun menutup pintu kamar nyonyanya itu lalu ia melanjutkan jalannya menuju ruangan cctv.
Disana terlihat sangat sepi karena memang semua cctv di rumah keluarga purnama di letakkan secara tersembunyi.
Bahkan ruangan pengawas cctv itu juga terahasia dari dunia luar, yang tahu tentang ini hanya revan juga pandu saja.
Pandu pun mulai melihat rekaman cctv pada jam yang dibilang tuannya,
pandu mengawasi dengan teliti. Kini mata tajamnya mengawasi seluruh rekaman yang terlampir di hadapannya.
"Siapa yang masuk ke perpustakaan? bahkan sampai jam segini dia belum terlihat" ucap pandu.
"Lihat aku bahkan sudah keluar lalu dimana orang itu?" tanya pandu kebingungan. Adakah yang bisa menjawab pertanyaan berjibun di dalam dirinya ini?.
"Bagaimana bisa dia lebih pintar dariku?" tanya pandu menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
__ADS_1
flashback on
Saat freya keluar dan menunggu pandu keluar.
"Aish aku bodoh, pasti ada rekaman cctv disana! aku bisa ketahuan kalau begini" ujar freya menyadari kesalahannya.
Freya pun mulai berkeliling untuk mencari ruangan cctv itu namun tidak kunjung ia dapatkan, namun meski kakinya serasa ingin patah Freya masih tetap semangat untuk mencari ruangan tersebut.
' tunggu bukankah ruangan dad nya adinda saja ter rahasiakan ? apalagi ruangan cctv yang pastinya menguak banyak rahasia !' batin freya mulai berfikir.
' ruangan apa yang sama sekali tidak boleh ada orang yang masuk selain perpustakaan ?' batin freya lagi...
"Apa di gudang? ah tidak, itu tidak mungkin aku melihat banyak pembantu yang masuk ke gudang untuk mengambil bahan pangan atau peralatan" ucap freya mulai mengambil kesimpulan.
"Tapi... " ucap freya sambil berjalan namun..
Freya menabrak sebuah pintu yang terlihat tua namun tetap bersih dan kokoh.
Freya yang merasa penasaran dengan isinya pun membuka ruangan itu namun ruangannya terkunci.
"S*al! bagaimana cara membuka pintu ini? bukankah ruangan ini bisa jadi sebagai ruangan cctv?" ucap freya berfikir, lalu freya teringat perkataan adinda dulu.
' mom kalau ada pintu yang terkunci namun mom tidak punya kuncinya gunakan saja hiasan rambut adinda yang ini !' ucap adinda memberi hiasan rambut.
__ADS_1
Itulah putaran ingatan freya.
"Oh iya!" ujar freya mengambil sebuah hiasan rambut kecil, freya pun membuka pintu tersebut dengan hiasan rambut kecil milik adinda.
ceklek
Pintu berhasil dibuka, freya pun menerobos masuk. Lalu ia bersorak senang akhirnya ia menemukan ruangan cctv itu. Benarkah dugaannya tadi?.
Freya menghampiri semacam mesin yang terhubung dengan cctv,
namun ia bingung ia sudah menemukan dimana dirinya terlihat memasuki ruangan itu saat freya berjalan menuju ruangan itu sampai ia kemari.
' tunggu mesin ini dalam bahasa inggris ! adinda mengatakan bahasa inggrisnya hapus itu ... apa ya oh d-deleted !" batin freya lalu menekan tombol deleted.
Seketika rekaman itu terhapus freya pun bernafas lega, lalu freya segera keluar dan pergi ke kamarnya.
Karena kelelahan freya langsung duduk di sofa dan tertidur tanpa menutup pintu kamar terlebih dahulu.
flashback off
"****, apa yang harus ku katakan pada tuan jika seperti ini jadinya?!" ucap pandu emosi.
"Aku akan terkena hukuman lagi jika seperti ini!" ujar pandu lunglai, ia merasa lemas seketika saat mengingat kata ‘hukuman’.
__ADS_1
"Hari ini aku sudah terkena hukuman! apa aku harus mengulangi hukuman itu? oh tidak hukuman yang ini akan lebih berat kenapa aku sekarang selalu terkena hukuman?" gumam pandu prustasi.
' tunggu ada yang janggal , ruangan ini selalu terkunci lalu bagaimana bisa aku tadi masuk tanpa membuka kuncinya terlebih dahulu ?' batin pandu yang akhirnya menemukan informasi bak sebuah harta Karun.