
Freya pun berlari menuju kamarnya
"Benar benar tu Daddy si Dinda , kenapa ia sampai curiga begitu ?" Tanya Freya pada dirinya sendiri .
Di sisi lain...
Pandu lebih memilih pulang menenangkan dirinya karena hal yang telah terjadi padanya juga dokter Anisa di rumah sakit tadi.
Beberapa menit setelahnya ia pun sampai di kediaman keluarga purnama, ia langsung pergi ke tuannya untuk melapor namun belum sempat ia melapor tuannya sudah mengatakan.
"Bilang pada gadis itu bahwa aku menyuruh agar dia dan aku tidur juga tinggal di kamar yang sama , aku akan menyuruh pembantu untuk membawa barang barangnya" ucap Revan.
Pandu pun langsung menuruti perkataan tuannya.
Freya...
Di tengah tengah saat ia merenung sambil mengacak acak rambutnya,
Tok tok tok
Bunyi pintu diketuk
"Permisi nyonya ini aku " ucap pandu yang berada di luar kamar.
"Silahkan masuk pan" ucap Freya setelah merapikan rambutnya setelah ia acak acak tadi. Pandu pun masuk dan mengatakan.
"Nyonya begini tuan Revan ingin anda dan dia tidur dan tinggal di kamar yang sama, dan para pembantu akan membawa barang barang anda ke kamar anda yang baru" ucap pandu .
Kali ini tidak ada yang bersuara setelah itu.
"Apa?! Apa dasar orang itu sampai dia menyuruhku seperti ini?!" Freya berteriak dengan nada tinggi, ah entahlah sudah berapa kali Freya melanggar aturan?.
"Nyonya tolong selalu ingat peraturan di rumah ini" ujar pandu menatap Freya.
"Maaf aku lupa, tapi apa yang terjadi pada Revan hingga ia memutuskan ini?" Tanya Freya merendahkan nada bicaranya.
"Saya juga tidak tau nyonya" jawab pandu yang memang tak tau apapun.
"Pan, tuan mu benar benar menjengkelkan" gumam Freya merutuki Revan.
"Pergilah, Aku akan menghabiskan waktu di kamar ini dulu" perintah Freya mencari alasan.
"Baik nyonya" ujar pandu. Setelah itu pandu pun keluar dari kamar Freya.
Di dalam kamar...
"Revan, Apa yang kau inginkan ? Tolong jangan mempersulit jalanku membantu putrimu" ucap Freya menatap langit langit atap.
"Dinda .. ini akan menjadi perjuangan yang panjang" keluh Freya, belum-belum ia sudah mau menyerah. Nantinya bagaimana dong?.
__ADS_1
"Dinda .... " Ucap Freya lalu mendengus kesal atas perlakuan Revan padanya.
"Huh Revan benar benar menyebalkan" ujar Freya lalu mengambil kursi di dalam kamarnya lalu ia taruh di samping jendela kamar , ia pun membuka jendela itu lalu ia pun duduk di kursi itu.
Ia pun memejamkan matanya perlahan menikmati angin juga rambutnya yang berkibar karena ia tengah membiarkan rambutnya terurai panjang.
'menyejukkan sekali' batin Freya menikmati serpihan angin yang datang padanya.
"Huh doakan saja aku bisa membantumu Dinda " ucap Freya masih memejamkan matanya menikmati sejuknya angin yang menerpa wajah juga rambutnya.
' ternyata benar apa yang ku kira ... Nyonya semoga anda bisa mewujudkan keinginan mendiang nona Dinda ' batin pandu yang mengintip dari pintu.
Pandu sudah curiga akan ini namun ia tidak mengungkapkannya kecurigaan pandu dimulai dari saat nyonyanya itu bisa menulis.
Setelah itu gaya dan perkataan nyonyanya yang mirip dengan mendiang nona Dinda , itu semakin memperkuat kecurigaannya .
Setelah itu pandu menutup pintu kamar Freya secara perlahan agar tidak menimbulkan suara.
"Nyonya semoga anda berhasil!" Gumam pandu setelah berhasil menutup pintu kamar Freya.
"Tapi keinginan anda menolong mendiang nona Dinda akan sedikit sulit anda bahkan belum tau sisi kejam dari seorang tuan Revan .." ucap pandu.
"Perjuangan anda masih panjang nyonya" gumam pandu menghela nafas lelah.
"Tunggu ! Aku belum melapor hari ini " ujar pandu lalu berlari menuju ruangan Revan.
Di sisi lain...
Burung itu sedang terbang bagaikan impian Freya yang harus ia capai. Namun apa daya Freya bahkan tidak sekolah ? , Yaa sekolah mungkin hanya terjadi di mimpinya saja.
"Apa mungkin kali ini aku sekolah ? Ku rasa tidak" ucap Freya termenung .
Lalu tiba tiba....
"Kau ingin sekolah?" Tanya Revan yang baru saja datang dan bersandar di pintu kamar Freya.
Freya pun menoleh
"Kau ... Sejak kapan kau disana ?" Tanya freya berbalik badan dan bangkit dari tempat duduknya.
"What ? Kenapa kau berdiri ? Lebih baik kau duduk seperti tadi" ucap Revan.
Flashback on
Sejak pertemuan Revan dan pandu...
Revan tertidur dan bermimpi adinda mendatanginya.
"Daddy, tolong mendekat lah seminggu saja ke mom Freya, Ayolah" rengek Dinda.
__ADS_1
"My princess, dad tidak bisa" balas Revan singkat.
"Tolonglah dadd kali ini aja" pinta adinda.
"Oke dad ngalah ..." Ujar Revan yang nyatanya tak bisa menolak permintaan sang Puteri.
' Lagipula dad mau memantaunya ' gumam Revan.
"Nahh bagus oke byee dadd " ujar Dinda perlahan menghilang.
Flashback off
"Dinda dad akan berusaha.. ini juga ada untungnya untuk dad" gumam Revan lirih.
"Hei jawab pertanyaanku! Sejak kapan kau disana ?" Ucap Freya mengulangi pertanyaannya.
"Baru saja, sekali lagi apa kau ingin sekolah?" Tanya Revan.
"Ingin tapi nanti tidak sekarang" jawab Freya mengalihkan pandangannya ke luar kembali.
"Kenapa tidak sekarang ?" Tanya Revan mengangkat alisnya.
"Aku belum mempelajari rumus matematika, aku memerlukannya ketika memasuki dunia prasekolahan " jawab Freya.
"Kau benar benar memikirkannya dengan matang" ujar Revan menatap sinis.
"Aku bukan kau yang memikirkan semuanya tanpa berfikir panjang " balas Freya.
"Kau sudah berani melawan" ujar Revan dingin.
"Kenapa aku harus takut? Kau dan aku sama sama manusia!" Balas Freya lagi.
"Huh sudahlah sekarang katakan kenapa kau menyuruhku tidur bersamamu?!" Tanya Freya sedikit meninggikan suaranya.
"Kenapa? Kita suami istri!" Jawab Revan.
' lagipula aku ingin memantaumu .. aku ingin tau apa kau benar benar membantu putriku ?' batin Revan.
"Tapi aku bahkan tidak menganggapmu suamiku, bagaimana tidak? Kau bahkan menikahi ku saat aku sedang pingsan" cibir Freya.
"Mau kau mengakuinya atau tidak, tetap kau istriku dan aku suamimu! Kita sudah sah" Ujar Revan menatap dingin Freya.
"Sudahlah, siapkan dirimu. Aku akan menyuruh para pelayan kemari membereskan barang barang mu" ujar revan dingin lalu pergi meninggalkan Freya.
"MENYEBALKAN, KAU SANGAT MENYEBALKAN TUAN REVAN!" Ucap Freya menekan semua kata katanya.
sedangkan pandu..
ia berniat melapor pada tuannya itu namun, apa daya? saat pandu sudah di ruangan tuannya ia tidak menemukan tuannya ...
__ADS_1
"matilah aku, jika aku tidak melapor aku akan terkena hukuman tapi sekarang dimana Tuan?!" ujar pandu kebingungan.