
Freya dan mommy pun hanya mampu bertatapan dengan bingung, mereka sudah berada di mansion setelah kinen menyetir mobil dengan kebut kebutan beruntung tak sampai membuat pelanggaran lalu lintas.
“Sebenarnya.. ini ada apa?” tanya mommy menatap heran kinen dan Freya bergantian.
Namun Freya hanya mengangkat bahunya pertanda jika ia juga tak tau tentang apa yang terjadi.
Pada akhirnya mommy dan Freya serempak menatap ke kinen yang tengah bernafas, ia sedari tadi berlari lari hingga nafasnya menjadi ngos-ngosan.
“Ini sebenarnya ada apa kin?” tanya Freya setelah kinen menatap ke arahnya.
“Kakak ingat orang asing yang ada di ruangan mommy?” tanya balik kinen.
Freya dan mommy pun berpandangan lalu mengangguk mengiyakan.
“Lalu ada apa?” balas mommy tak sabaran, baru saja ia bangun dan langsung di bawa kebut-kebutan.
Beruntung sejak awal mommy memang memiliki mental dan fisik yang kuat, jadi setidaknya ini tidak akan berdampak bagi mommy.
“Saat aku pergi ke taman rumah sakit, aku melihat musuh bebuyutan Abang! Anehnya tidak ada asistennya disana” jelas kinen membuat mommy mengerti semuanya.
“Lalu kamu pergi ke ruangan mommy dan mengungkap jati diri orang asing itu?” tebak mommy.
Namun kinen menggeleng “Yang di fikirkan mommy hanya separuh yang benar, aku tadi hanya bertanya tanya saja tiba tiba Abang langsung menodongkan pistol ke orang itu, sepertinya Abang tau siapa orang itu”.
Pada akhirnya mommy maupun Freya mengangguk mengerti dengan cerita kinen.
Sejujurnya walau Freya berada disana ia juga tetap tak mengerti, karena sejak awal Freya itu wanita biasa bukan wanita yang menekuni bela diri atau ke waspadaan semacam itu.
“Duduklah Kin, kamu pasti lelah karena berlari lari terus dari tadi” ujar Freya menggiring kinen ke samping sofa dimana mommy duduk.
__ADS_1
“Kakak tidak mau duduk?” tanya kinen nyaris menyeret tangan Freya lagi agar wanita itu jatuh ke sampingnya.
“Tidak, aku akan menyiapkan minuman untuk mommy dan kinen” tolak Freya membuat mommy mendelik.
“Menantu, nanti saja membuat minumnya.. takutnya keadaan masih belum aman” sahut mommy.
Padahal fern tidak berniat menyerang, pria itu hanya ingin menemui dan menjelaskan tentang identitas adiknya saja, namun keluarga purnama sudah salah faham terlebih dahulu.
Namun.. sebenarnya kesalahpahaman ini normal, sederhananya Arron Fernandez putra itu musuh dari Revan yang notabenenya mafia.
Entah siapa yang salah, fern yang mendatangi Freya tanpa aba aba atau Revan, kinen dan pandu yang gampang salah faham terhadap seseorang.
Freya mengangguk namun setelahnya ia melontarkan pertanyaan yang membuat kinen maupun mommy tercengang sendiri.
“Terkadang kakak penasaran, kenapa mereka menyerang kita mom, kin? Baru saja kita lolos dari orang yang menculik ku tapi tiba tiba ada orang lain yang ingin menyerang kita lagi?”.
“Bukankah ini terlalu mencurigakan jika tak ada tujuan maupun sebab yang jelas?”.
Freya merasa kalau jantungnya berdetak kencang lantaran matanya menangkap gerakan kaku dari mommy dan kinen.
Artinya.. mungkin mereka tau apa yang terjadi?.
“Apa kalian tau sesuatu?” tanya Freya, wanita muda itu mau tak mau menaruh curiga pada dua orang yang sangat menyayangi dirinya.
“Tidak kak, aku dan mommy tidak tau mengapa mereka menyerang kita namun.. sepertinya mereka memiliki tujuan, bukankah begitu?” jawab kinen dengan pertanyaan di akhir kalimatnya.
“Iya, itu benar frey.. sepertinya mereka memiliki tujuan yang besar” sahut mommy menaruh kagum pada pemikiran sang menantu.
Katanya Freya tak berpendidikan, lalu.. kenapa ia bisa menebak dengan tepat seperti ini? Bakat menyebalkan siapa yang menurun ke menantunya?.
__ADS_1
Benar benar ingin di Jambak oleh mommy.
“Yang jadi pertanyaan adalah apa tujuan mereka?, Kalau mommy dan kinen tidak tau lalu.. apa mungkin Revan dan pandu mengetahui sesuatu?” tanya Freya mendadak.
S*it!.
Tepat sasaran, namun Freya sepertinya agak salah kali ini, karena Revan adalah pelakon atau seseorang yang menyebabkan ini semua terjadi.
“Apa benar begitu, mom kin?” tanya Freya menatap pada kedua orang yang masih membeku di tempat mereka masing masing.
Kinen yang hanya menggerakkan bibirnya seolah olah mencari kata yang tepat pun membuat kecurigaan Freya semakin besar.
“Mom?, Aku tau.. mommy tau sesuatu kan?” tanya Freya dengan mata yang mulai berkaca-kaca sekaligus menajam.
Matanya menajam karena ia tak suka di bohongi, matanya juga berkaca-kaca lantaran Freya merasa jika mommy dan kinen tak mempercayai dirinya.
“Kami tidak tau tentang ini, namun.. mungkin menantu bisa menanyakan hal ini pada revan.. meski setahu mommy Revan juga tidak tau” jawab mommy tegas.
Freya yang terlanjur curiga tak akan mempercayai perkataan seperti ini, jika ia bertanya pada Revan maupun pandu ia pasti akan mendapatkan jawaban yang sama.
Maka.. ada satu pilihan yang dapat di ambil oleh Freya.
Menyelidiki semuanya secara diam diam.
________________________
Hello readers babang Revan belum syuting sebab dia masih makan tuh, kalian juga jangan lupa makan ya!.
Dan seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
__ADS_1
Thank u
- Nadira