
Disinilah Freya berada , di ruangan kinen ia tak sendiri disini ia bersama sang mertua dan pelayan pribadi nya.
Tadi ia berniat mengajak Revan ikut sekalian tapi orang yang dicari sudah menghilang lagi.
Ia sekarang sedang menatap nanar kinen , kapan kiranya kinen ini bangun ? Masih lamakah ? Apa kinen tak merindukan dirinya , mommy atau pun Revan ?.
Kenapa kinen belum bangun ? Itu adalah pertanyaan yang selalu ada di fikirannya , namun percuma jika ia bertanya ! Jelas tak ada yang bisa menjawab , kecuali.. kinen sendiri yang menjawabnya.
Namun gadis remaja itu sekarang sedang tergeletak singkatnya kinen sekarang tidak sadar!.
"Menantu.. jangan memikirkan yang berat berat takutnya nanti malah sakit iya kan ?" Ucap mommy sambil bertanya pada Lusi yang berada tak jauh dari mereka.
"Iya nyonya" jawab Lusi pada mommy , memang benar! Nanti malah kondisi nyonya mudanya keganggu gimana ?.
"Tapi mom.. kinen.." sahut Freya mengalihkan pandangan dari mommy ke kinen.
Tatapan mata Freya berubah menjadi sendu ketika menatap sang adik ipar yang tak kunjung sadar.
Padahal kinen baik baik saja secara fisik di masa lalu! Tapi yang disini malah sedih sedihan karena kondisi kinen!.
"Menantu mommy sayang! , Mommy tahu.. mom juga sedih tapi hampir sama seperti katamu bersedih juga tak akan mengubah apapun !" Balas mommy pada menantunya namun tatapan mommy terarah ke sang Puteri.
"Mom benar" ucap Freya , seketika Freya langsung ingat pesan yang dikirim fern tadi.
Ia pun langsung meminta izin pada mommy "mom , aku mau keluar sebentar mencari udara segar untuk menenangkan diri" alasan yang cukup logis untuk keadaan saat ini.
Yah memang ia harus menenangkan diri! Atau ia akan meledak!.
"Tapi menantu..." Ucap mommy ragu.
"Lusi ada bersamaku mom , tenang saja aku juga tidak akan jauh jauh dari sini" balas Freya tersenyum.
Pada akhirnya mommy mengangguk namun mommy memperingatkan Lusi agar menjaga menantunya , jika menantunya lecet sedikit saja maka nyawa Lusi taruhannya.
Saat mommy memperingatkan Lusi , Freya berbatin mendengar ucapan mommy ' mom , mom ! Dikira nyawa bisa diisi ulang ? Seenak jidatnya saja menghabisi orang!' .
"Menantu! Kau juga jaga dirimu !" Pesan mommy pada Freya membuat Freya langsung menatap ibu mertuanya.
"Iya mom , aku pasti akan menjaga diri" balas Freya lalu akhirnya pergi dengan Lusi.
Saat dirasa sudah sedikit jauh dari ruangan kinen , Freya memecahkan keheningan diantara keduanya.
"Lus , kenapa kakimu gemetaran ?" Tanya Freya , ia sedari tadi melihat itu namun ia tak menemukan waktu yang pas untuk bertanya.
"Anu nyonya besar tadi menyeramkan , saya sampai gemetaran" jawab Lusi dengan suara yang pelan.
Seketika Freya pun terkekeh , memang benar ibu mertuanya ini sedikit menyeramkan.
__ADS_1
________________________
"Tuan , saya mohon maaf tapi meeting kali ini tidak bisa diundur" ucap pandu pada tuannya yang kini tengah menatap tajam dirinya.
Niat hati mereka ingin membabat habis satu organisasi mafia lagi! Tapi tiba tiba hanpon pandu berdering , pandu terlihat uring uringan.
Klien mereka tak ingin mengundur waktu, dan ini cukup membuat mood tuannya buruk kembali.
Tadi setelah nyonya mudanya bicara dengan tuan , aura tuannya ini kembali seperti semua namun sekarang.. bahkan para resepsionis , cleaning servis bahkan manager sekalipun tak ada yang berani menatap dan menyapa Revan.
Pandu lagi lagi hanya bisa menghela nafas melihat mood tuannya yang memburuk!.
Semoga klien mereka itu masih selamat setelah ini.
"Ck! Alasan saja ! Kau yang tidak bisa mengatur waktu!" Sahut Revan dingin menambah kesan suram di sekitarnya.
Pandu sendiri sudah bergidik ngeri , aura tuannya benar benar gelap saat ini!.
Pada akhirnya pandu hanya mampu diam selama perjalanan.
Tak perlu banyak waktu mereka sampai di ruang meeting , Revan tampak menekan kode masuk.
TIT
TIT
TIT
TIT
Disana ada orang yang menunggu Revan sedang duduk dengan santai.
Setelah ada disana Revan langsung duduk tak berniat untuk bicara, pandu pun mengambil alih bicara "mohon maaf tuan , saya dan tuan saya terlambat".
"Tidak papa" balas orang itu singkat dengan selalu tersenyum simpul , biasanya orang ini tak pernah selalu tersenyum!.
Hanya saja ini demi menyelidiki sesuatu yang teramat penting di hidupnya.
"Jadi bagaimana tuan dengan kerja sama yang saya tawarkan?" Tanya delard yang terpaksa tersenyum.
Benar majikan delard , fern ia berusaha menyelidiki lebih lanjut tentang Freya , akankah Freya ini adiknya atau tidak?.
Beruntung fern sempat menyamar ,kini ia bukan cogan lagi! Ia seorang yang sangatt cupu meski masih terlihat tampan!, khusus yang sekarang , delard yang jadi bos dan fern bawahannya!.
Begitu pula delard juga menyamar namun jika penyamaran fern membuat ia menjadi jelek maka penyamaran delard adalah kebalikannya.
Lihat.. bagaimana fern bisa rela menjadi bawahan ? Setelah delard sudah menyerahkan kedua contoh rambut fern dan Freya untuk di tes malah ia terjebak disini!.
__ADS_1
Bahkan sedari tadi tuannya menatap tajam dirinya agar tak berbuat sesuatu yang mencurigakan.
Namun tingkah delard malah mencurigakan! Biasanya kan delard selalu menemani dirinya meeting ! Lalu kenapa sekarang delard malah bukan seperti CEO !.
Revan pun mengangkat alisnya , biasanya tak ada orang yang langsung menanyakan to the point seperti ini ! , Biasanya dirinya dan kliennya akan membahas sesuatu untuk berbasa basi walau dirinya lebih sering mengangguk daripada membalas.
Tampak pandu sendiri kebingungan di belakang tuannya.
Pada akhirnya fern yang mengambil alih "mohon maaf tuan tuan , dia adalah anak dari bos kami , maka dari itu dia TAK BEGITU FAHAM dengan hal seperti ini" terpaksa fern menyertakan senyuman manisnya.
Sengaja ia menekan kata 'tak begitu faham' agar delard lebih hati hati lagi.
Sontak delard menolehkan kepalanya kepada fern yang sedang tersenyum , sebuah senyuman manis bagi orang lain namun membawa kesan seram pada delard.
Revan tampak menelisik ke wajah keduanya , sementara pandu memilih untuk memutar otaknya.
Sebenarnya mereka bingung bukan hanya karena ucapan si anak bos ini!.
"Apa dia benar anak bos?" Tanya Revan singkat.
"Benar tuan , saya anak bos" jawab delard.
"Hm , berapa keuntungan?" Tanya Revan cuek.
Fern tampak mengernyit karena bahasa yang digunakan Revan terlalu singkat berbeda dengan delard yang sudah berpengalaman!.
Ucapan fern juga sama singkatnya dengan ucapan Revan jadi delard sudah berpengalaman!.
"Keuntungannya kita akan bagi rata tuan , bagaimana ?" Ucap delard.
Fern mengerutkan kening ketika mendengar jawaban delard , ia tak percaya delard bisa memahami ucapan singkat musuhnya.
Lagi... Bagi rata ? Meski fern tak kebagian keuntungan pun tak apa! Ia hanya ingin menyelidiki sesuatu disini.
"Hm.. , kita harus menemukan letak strategis untuk membangunnya" balas Revan dingin.
Delard pun membatin ' aura aura seperti ini! Aku mengenalnya ini hampir sama seperti aura tuan saat tuan marah! Itu berarti musuh tuan ini sedang..' .
"Baik tuan , menurut anda lebih baik dimana?" Tanya delard.
"Saya rasa harus berdiskusi lebih lanjut tentang ini" jawab Revan datar.
Pada akhirnya mereka meeting selama setengah jam.
"Baik tuan , saya pamit pergi dulu" ucap delard menjabat tangan revan lalu pergi diikuti fern.
Revan pun menoleh ke arah pandu "kau memikirkan hal yang sama?" Tanyanya dengan nada datar.
__ADS_1
Pandu pun mengangguk membenarkan ucapan tuannya , ini membingungkan!.
________________________