My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.55. Kedatangan Revan sang tukang hilang.


__ADS_3

Kinen pun bertambah bingung ketika mendengar ucapan sang mommy yang nyaris membuat kinen pingsan.


"Menantu.. jangan fikirkan apapun! Nanti kesehatanmu keganggu , memang benar kata kinen kejadian ini bukan kejadian indah yang pantas untuk dibagi" ucap mommy ketika melihat wajah kebingungan menantunya.


"Iya mom.. Freya usaha kan" balas Freya tersenyum lembut pada sang mommy.


"Wait wait! Apa yang aku lewatkan?" Tanya kinen tanpa sadar duduk bangkit dari brankarnya.


"Eh sayang! Hati hati" ucap mommy memperingatkan.


"Ish , mom! Apa yang aku lewatkan?" Bukannya membalas 'iya' perkataan mommy , kinen malah mempertanyakan hal yang sama.


"Apa yang aku lewatin sih kak?" Karena mommy nya tidak menjawab , kinen bertanya pada kakak iparnya.


Bukannya mommy tidak menjawab tapi mommy tidak mengerti yang dimaksud oleh Puteri bungsunya ini , maksudnya Puteri sahabat baiknya!.


"Apa yang kau lewatkan kin? Tidak ada!" Balas Freya yang ikut kebingungan.


"Pasti ada kak!" Sahut kinen memandang kedua wanita... ralat! Yang satu wanita yang satu masih gadis , kinen yakin jika kakak iparnya ini masih virgin , temperamen abangnya saja masih dingin!.


"Kenapa kalian berdebat?".


Pertanyaan dingin itu muncul dari depan pintu , pasalnya disana Revan berdiri sambil menatap dingin ketiga orang dihadapannya.


Ketika mendengar jika sang adik sudah sadar Revan langsung meluncur kemari , tanpa mempedulikan bagaimana ia lari dari rumah mommy dua hari yang lalu.


"Rev! Kau kemana saja hah?! Kabur Mulu kerjaanmu! dasar tukang hilang" Oceh Freya pada revan yang hanya dibalas tatapan dingin dari sang pemilik nama.


"Abang! Jangan menatap kakakku seperti itu, ku congkel nanti itu mata!" Ucap kinen dengan menekan setiap huruf yang ia ucapkan.


"Siapa sebenarnya keluarga kalian?! Kalian selalu membela dia" ucap datar Revan sambil menunjuk Freya yang tersenyum karena sang adik ipar sekarang dan sang mommy tadi di rumah membela dirinya.

__ADS_1


"Dih , kamu itu son! Ya kalian berdua keluarga kita lah! Kan kamu anak mommy lalu Freya menantu mommy!" Balas mommy dengan sewot.


Sepertinya sifat bar bar sang mommy bangkit juga setelah sekian lama!.


"Mom?" Panggil kinen dan Revan serempak pasalnya selama mereka bersama mommy , mommy tidak pernah bicara bar bar seperti itu.


Freya yang mendengar panggilan serempak dari adik iparnya dan suam- eh memang benar kan Revan suaminya?.


Walau mereka tak pernah tidur di kamar yang sama! Ingatkah kalian? Saat Revan mengajak Freya ke kamarnya mereka belum sempat tidur! Karena musuh Revan keburu menyerang!.


Hal itu jauh di prediksi Revan! Ia kira musuh mereka akan menyerang kurang lebih 3 hari lagi namun nyatanya?..


"Rev , Anata no chikatta teki wa dōdesu ka?" Tanya mommy tiba tiba ia tak menjawab panggilan kedua orang anaknya, namun.. akankah kalian tahu? sang mommy sudah tahu kalau puteranya sudah membabat habis musuh nya hanya tinggal beberapa namun.. yang ia tanyakan adalah..


(Rev, bagaimana dengan musuh bebuyutan mu?)


Kening Freya pun mengerut ia tak mengerti bahasa asing selain bahasa Inggris!.


Kinen yang tampak mengerti pembicaraan sang mommy pun diam.


"Kare wa mada watashi ni jibun jishin o misetakunai" jawab Revan.


( Dia masih tidak mau menunjukkan dirinya kepada ku)


Revan tampak melirik ke arah Freya yang kebingungan , tepat sasaran! Mommy memilih bahasa dimana hanya dirinya , mommy dan kinen yang mengerti.


"Kare o damashite oidasu koto wa dekimasen ka?" Tanya kinen tiba tiba dengan asal , kinen tak mau dikacangi! Makanya ia bertanya secara asal.


(Tidak bisakah kamu menipu dia untuk menendangnya keluar?).


Mommy sontak tertawa terbahak bahak karena pertanyaan kinen sedangkan Revan tampak memikirkan usulan asal sang adik.

__ADS_1


"Boleh dicoba" ucap Revan yang membuat kinen melotot.


"Hey! Bang! Masa dia di ten.." balas kinen seolah ia lupa bahwa dirinyalah yang mengusulkan hal ini.


"Kan kamu yang ngusul kayak gitu dek!" Ucap Revan tajam sambil menggelengkan kepalanya.


"Eh- iya sih aku yang ngusul!" Sahut kinen cengar cengir pada sang Abang.


Freya tampak ingin bicara tapi ia urungkan lebih tepatnya Freya ingin bertanya 'apa yang kalian bicarakan?' tapi tak jadi! Ia takut akan mencampuri kehidupan keluarga pasalnya ia baru saja diterima oleh mommy ia tak mau membuat mommy menolak dirinya lagi.


Yah.. mungkin ia akan belajar bahasa asing setelah ini , minimal agar dirinya tidak dikerjai Revan! Walau tak mungkin Revan mengerjai dirinya..


Yah tiba tiba wajah Freya terlihat murung hanya karena pemikirannya, entah kenapa? Moodnya hancur sekarang.


Kinen yang melihat perubahan wajah kakak iparnya pun bertanya "kak.. kenapa wajah kakak seperti itu? Kakak ada masalah?".


Namun kinen seolah mematung setelah menatap lekat wajah kakak iparnya.


Bukankah kakaknya mirip... Oh my God! Mereka saudara tapi entah kenapa sifat mereka berbeda!.


Apa yang dimakan Mak lampir itu sehingga sifatnya dan gadis di depannya ini berbeda? Ingat gadis! Bukan wanita.


' tenang kin.. kak Freya tidak bersalah dalam hal ini! Lupakan saja! Hanya mereka bertiga yang pantas untuk di Bu*uh!' batin kinen menetralkan jiwa p*ikop*tnya.


Yah.. setelah berlatih bela diri yang diajari oleh dadnya mulai ada jiwa itu di dalam tubuh kinen rasanya kinen mau jadi mafia sekarang!.


Tapi ia masih ingat pesan sang Daddy pada akhirnya kinen juga bisa pasrah!.


"Eh kakak baik baik aja kok kin!" Ucap Freya yakin lalu tersenyum lebar pada kinen agar kinen percaya.


________________________

__ADS_1


__ADS_2