
Kini Freya berada di rumah mommy namun.. saat ini mereka sedang beres beres saat Freya bertanya mereka hanya menjawabnya dengan senyuman.
Meski begitu mommy meminta Freya untuk membereskan barang barangnya, entah kemana mereka bertiga akan pergi tanpa sepengetahuan Revan.
Jelas saja mommynya tidak menghubungi Revan , jika mommy menghubungi Revan maka semua akan kacau.
Freya pasti akan di paksa Revan agar pulang dan mommy tak mau itu , ia ingin puteranya menjanjikan cucu untuknya jika tidak maka Freya tidak akan ia serahkan pada Revan.
Egois memang tapi kenyataannya kinen juga mendukung sang mommy bukan Revan.
"Mom , udah siap semua kan?" Tanya kinen pada mommynya yang terlihat menghitung semua perlengkapan yang akan ia bawa.
"Kayaknya sudah sayang , menantu sudah selesai belum?" Jawab mommy dengan pertanyaan di akhir kalimatnya.
"Sudah mom , tapi ini mau kemana?" Balas Freya bertanya untuk kesekian kalinya.
"Ikut saja kak! , Yang pasti kita akan ke suatu tempat yang pernah menyimpan memori indah" sahut kinen ceria namun tersirat sedikit kesedihan.
Yang dikatakan kinen memang benar adanya namun kebenarannya hanya separuh karena tempat itu juga menyimpan memori sedih yang masih terekam jelas oleh otak kinen dan mommy.
Freya pun manggut-manggut mendengar pernyataan kinen , tapi... Memang tempat apa yang seperti itu?.
Melihat semua barang barang di rumah mommy kosong, pasti mereka pindah ke tempat itu bahkan para pelayan tak terkecuali lusi, para pengawal pun sudah menghilang.
Mungkin mereka sudah ada di tempat yang dimaksud oleh kinen.
Freya pun memikirkan semuanya dengan melamun , ia tersentak ketika kinen menariknya seraya berucap sekaligus menggoda freya "kakak! Jangan melamun nanti kesurupan loh!".
Kinen memang memiliki perubahan dengan sikapnya namun tidak sifatnya , sifat kinen tidak pernah berubah periang, ceria , suka bergaul dan tentunya sekarang ia lebih menakutkan.
__ADS_1
"Hush , bicaramu kin! Mana mau kakak kesurupan!" Bantah Freya menggelengkan kepalanya mengikuti langkah kinen.
"Mangkanya kak! Jangan ngelamun terus!" Sahut kinen terus menarik kakaknya agar mommy tidak menunggu terlalu lama.
"Kalian ini kok lama? Mommy nunggu kalian dari tadi loh!" Omel mommy ketika melihat menantu dan puterinya mendekat.
"Hehehe maaf mom ,habisnya kak Freya nih! Masa ngelamun terus yaudah kinen susul dulu tadi" sahut kinen terkekeh.
"Lah lah, kok jadi kakak sih kin?" Tanya Freya tak mengerti.
"Ya kan memang bener kak, kakak tadi ngelamun terus tuh!" Jawab kinen atas pertanyaan yang diajukan Freya.
Mommy pun menengahi perdebatan mereka dengan berucap "sudah! Jangan bertengkar oh iya kin mungkin kakakmu rindu sama abangmu".
"Wahh , mommy benar mungkin kakak rindu sama abang!" Sahut kinen semangat lantaran ia bisa menggoda kakaknya lagi.
"Haduh , mommy sama kinen tidak ada bedanya! Sukanya nggodain aku Mulu!" Ucap Freya dengan nada kesal sambil cemberut.
"Hahaha , sudah kin sudah! Lihat pipi kakakmu sudah merah kayak gitu loh nanti kalau kamu lanjut nggodain dia pipinya bisa kebakar!" Timpal mommy ikut tertawa.
Sedangkan Freya dibuat cemberut , sudah tidak bisa bertemu fern ehh malah digoda kayak gini!.
Kali ini Freya hanya bisa menghela nafas dengan kasar, sepertinya ia harus mengundur janji lagi kepada fern.
Entah kenapa fern tidak mau membicarakannya di wha*sapp! Dan ini menjadi kesulitan tersendiri untuk Freya.
Susah agar bebas dari jangkauan mommy , susah untuk menghindari kinen termasuk Lusi bahkan seluruh pengawal yang berada di rumah mommy.
Namun nyatanya ia belum bisa bertemu fern hingga saat ini.
__ADS_1
Sudahlah bebas dari penjagaan mommy hanya angan angan semata! Mimpi doang!.
"Kak! Ih kok ngelamun Mulu sih?" Tanya kinen untuk kesekian kalinya , walau memang benar kenyataannya Freya sering melamun akhir akhir ini.
"Eh tidak kok kin! Kakak tidak ngelamun" jawab Freya sambil menggelengkan kepalanya sebuah isyarat dari kata 'tidak'.
"Tapi... Aku perhatiin kakak ngelamun Mulu deh! Ada apa sih kak?" Tanya kinen lagi ia jelas jelas melihat dari mata kepalanya sendiri kalau kakaknya ini melamun! Kinen hanya khawatir kakaknya kesambet!.
"Iya tuh, mommy juga lihat dari tadi kamu ngelamun Mulu , kenapa?" Tanya mommy menatap belakang ke arah Freya.
"Ishh , tidak papa! Udah jangan curiga curigaan Mulu" jawab Freya lalu mengalihkan pandangannya ke luar kaca mobil sambil memangku wajahnya di tangannya.
Yah.. sebenarnya dia agak tidak nyaman berada di dalam mobil selain tidak suka bau AC , ia juga tidak bisa merasakan udara kebebasan.
Dan.. sesuatu menarik perhatiannya hingga wajahnya meleset dari pangkuannya.
"Loh kenapa kak/menantu ?" Mommy dan kinen bertanya secara bersamaan karena ekspresi Freya yang aneh.
Tiba tiba ekspresi kesal Freya berubah menjadi ekspresi yang datar , eh tunggu datar? Siapa yang mengajarkan Freya?!.
Maka Freya hanya perlu menjawab 'ekspresi Revan dan mommy dulu bisa ku buat sebagai contoh'.
Mommy dibuat mengernyit akibat ekspresi asing dari wajah menantunya , kenapa wajahnya datar begitu? Ada apa di luar?.
Mommy pun melirik ke arah tatapan Freya sedangkan kinen sudah mengikuti tatapan Freya sedari tadi, anehnya setelah kinen melihatnya kinen mengepalkan tangannya kuat.
Ini membuat mommy makin penasaran sebenarnya apa yang dilihat oleh menantu dan puterinya?.
Seketika wajah mommy tidak jauh berbeda dari kinen juga Freya, sampai sampai gigi mommy berbunyi karena mommy terlampau marah.
__ADS_1
________________________