My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.52. Informasi


__ADS_3

"tuan ! Tunggu saya !" Teriak pandu dari belakang Revan , tuannya ini berjalan sangat cepat!.


Seolah tak mendengar Revan terus melangkahkan kakinya malah tambah cepat.


"Rev! Tunggu bentar!"


Terdengar suara dari jarak yang cukup jauh dari Revan dan pandu , mendengar suara yang ia kenal Revan berhenti lalu berbalik pertama kali yang ada di pandangannya saat ia berbalik adalah wajah terkejut pandu.


Namun ya Revan masa bodoh dengan itu semua ?.


"Hm?" Dehem Revan mengalihkan pandangannya pada sosok yang berada di atas tangga.


Sosok yang ditatap Revan kini menuruni tangga dengan sedikit tergesa gesa , ia harus menanyakan ini!.


Di belakang sosok itu ada dua orang yang berteriak "menantu! Hati hati jangan tergesa gesa begitu! Pelan pelan saja!" Ucap orang pertama yaitu mommy, "Nyonya hati hati !" Ucap Lusi.


Yap ! Freya saat ini sedang berlari menuju Revan , hingga ketika ia sudah ada di depan Revan ia baru menarik nafas dalam-dalam.


"Kenapa ?" Tanya Revan datar.


"Itu! Kau tidak bisa dihubungi beberapa hari ini! Kau ganti nomor ? Sini nomor barumu!" Jawab Freya disertai pertanyaan.


Revan dan pandu saling tatap , selama ini pandu dan Revan sibuk menghabisi musuh dan mengurus perusahaan! , Mereka melupakan tentang hanpon Revan yang rusak!.


Revan menatap mommy dengan wajah dingin , mommy pun menatap heran pada puteranya itu!.


"Rev! Siniin nomor barumu , kok malah diem !" Ucap Freya lagi.


Namun Revan tetap tidak bergeming pandangan Revan tetap terarah pada mommy.


Mommy yang akhirnya mengerti akan tatapan dingin puteranya pun mendekat ke sang menantu.


"Menantu! , Aku lupa kita harus ke rumah sakit , siapa tahu ada perkembangan tentang kinen , kita sudah lama meninggalkan kinen sendiri" ucap mommy mencoba mengalihkan perhatian Freya.


"Ah mommy benar ! Ayo sebentar aku ambil ponselku dulu!" Sahut Freya lalu pergi ke kamar kinen diikuti Lusi yang sedari tadi diam.


Mommy mengamati menantunya sampai ia benar benar masuk ke kamar kinen setelah itu ia langsung menatap puteranya.


"Jelaskan ! Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?" Tanya mommy dengan tegas.


"Ceritanya panjang mom , intinya ponselku di banting musuh" jawab Revan datar.

__ADS_1


"Bagaimana bisa ? Kenapa kau lengah?" Tanya mommy lagi.


"......" Untuk pertanyaan kali ini Revan tak bisa menjawabnya.


Karena puteranya tak bersuara mommy beralih menatap pandu.


"Nyonya besar , mohon maaf apa bisa nanti saja ? Nyonya muda pasti akan segera turun" ucap pandu dengan tatapan memohon.


"Baiklah! Tapi nanti biar Revan yang menjelaskan" sahut mommy menatap tajam Revan.


Revan mau tak mau mengangguk , lalu Revan dan pandu kabur dari rumah mommy.


Setidaknya untuk saat ini Freya tidak boleh berada di samping mereka berdua , keselamatan yang paling penting di atas segalanya kalian faham kan?.


________________________


Fern mengerutkan dahinya ketika tak ada jawaban dari Freya padahal gadis itu sudah membaca pesannya!.


Apa ada sesuatu yang terjadi dengan gadis itu ? Fern mendadak cemas , tapi.. tunggu dulu! Ada apa dengan perasaan dirinya ? Dia dan Freya hanya bertemu satu kali!.


Lalu kenapa ia mendadak cemas hanya karena hal sepele ? Tidak mungkin cinta.. fern merasakan sesuatu yang lebih dari kata cinta ini.


Akankah Freya yang ia kenal ini....


Baru ia berfikir tentang semua kemungkinan , tiba tiba..


Pintu ruangan fern diketuk dari luar , fern pun membalas dengan dingin "siapa ?".


"Ini saya tuan!" Terdengar balasan dari depan pintu , itu suara sang asisten.


"Masuk!" Balas fern datar , entah kenapa asistennya ingin berbicara dengannya.


Asistennya pun masuk dan menatap tuannya yang tengah memasang wajah datar kepadanya!.


Namun sudah lama ia berada di samping tuannya ini , ia pun tahu sekarang tuannya sedang penasaran kenapa ia ingin bicara dengan tuannya!.


"Tuan , saya mengambil beberapa gambar isteri musuh anda , beberapa hari ini musuh anda menghindari isteri nya mungkin karena perlombaan akhir akhir ini" lapor asistennya sambil menyerahkan beberapa foto.


' itu berarti Revan memang mencintai gadis itu! Tidak dapat dipercaya! Hmm , aku jadi tak sabar untuk menghancurkannya lewat gadis itu' batin fern sambil membayangkan sesuatu yang akan sangat ia nikmati.


Namun saat ia melihat foto itu.. kalian tahu ?Di foto itu , terpampang jelas wajah orang yang baru ia chat ! Gadis yang memiliki garis wajah saja seperti dirinya.

__ADS_1


Fern tanpa sadar tercengang , tubuhnya kaku mendadak , ia jelas mengenal gadis yang ada di foto ini!.


"Kau yakin ini foto isteri ba*ingan itu ?" Tanya fern tak percaya.


"Iya tuan! Saya sendiri yang melihat dan mengambil fotonya , saya bahkan mengambil sedikit rambutnya , saat itu saya sengaja membius nya" jawab asistennya secara rinci.


"Kenapa kau membiusnya ?!" Tanya fern sedikit membentak , entah kenapa ia sedikit kesal.


Ia bertanya begitu sambil melempar kasar foto Freya yang tengah tergeletak pingsan.


"Itu-" baruu saja asistennya mau menjelaskan malah sang tuan sudah memotong terlebih dahulu!.


"Kau.. kau melakukan hal yang tidak senonoh dengan dia ?!" Bentak fern.


"Astaga tuan , saya masih waras! Saya tak mau berhubungan tanpa adanya cinta , apalagi gadis itu isteri orang!" Sahut asistennya.


"Lalu kenapa kau membiusnya?" Tanya fern lagi dengan dingin.


' baru saja dia melepas wajah datar dan nada dinginnya itu! Sekarang sudah kembali lagi!' batin asisten fern.


"Saya membiusnya karena wajahnya mirip dengan anda jadi saya bisa leluasa mengambil rambutnya" jawab asisten fern lalu menyerahkan sebuah plastik berisi sehelai rambut hitam pekat yang panjang.


"Bagus" sahut fern.


' irit bicara saja kau tuan!' batin asistennya , yah mana berani ia bilang langsung pada tuannya ini?.


"Yasudah , delard ! Tes" sambung fern datar.


"Tes apanya tuan?" Tanya asistennya , delard dengan tak mengerti.


"Tes DNA!" Jawab fern nyolot sambil menekan setiap kata yang ia lontarkan.


"A-ah ba-baik tuan saya pergi dulu" ucap delard kemudian menarik sehelai rambut fern lalu lari terbirit-birit.


Yah mana mungkin ia tak membawa rambut fern ? Jika ia tak membawanya lalu bagaimana caranya melakukan tes DNA ?.


"DELARD!!" teriak fern menggelegar tentu saja masih dengan nada dingin andalannya.


Abaikan kekesalan fern! Delard memang begitu! Eitss jangan salah , delard mungkin usil tapi bukan berarti ia tak memiliki sisi yang serius.


________________________

__ADS_1


Darah lebih kental daripada air~


__ADS_2