
Mama grea yang ada di bawah pun melihat kedatangan si empat pengawal, andra and the geng.
“Kenapa muka kalian masam begitu? Fern menyuruh sesuatu yang tidak masuk akal?” tanya mama grea penasaran, tak dapat dipungkiri ia takut fern menyuruh mereka berempat hal yang tidak masuk akal.
Seperti contohnya.. menikah dengan orang gila.
“Itu nyonya, tuan menyuruh kami untuk mencari tahu bagaimana cara agar nona muda tidak berniat kabur darisini” Andra pun menjawab diangguki oleh hyura.
Andra berharap bahwa dengan adanya si mama grea ini fern bisa membanting setir alias mengubah fikirannya.
“Lalu kenapa kalian murung? Bukankah perintah fern sudah bagus?” Andra hanya mampu melongo menatap mama grea.
‘Tapi ini tidak semudah itu nyonya!’ batin Andra berteriak ngenes.
“Yasudah, kami permisi nyonya” hyura memilih untuk mengambil alih, akhirnya mereka berempat pun keluar dengan muka masam bin ngenes yang ada di muka masing-masing.
“Jadi aku salah ya? Ngapain aku kemarin mau memantau nyonya kalau begini jadinya? Tapi.. tuan sampai datang sendiri, mana enak aku kalau begitu?” gumam hyura lirih. Andra yang tak sengaja mendengar hanya tersenyum tipis.
‘Ini yang baru saja menginjakkan kaki di kehidupan nona saja begini, apalagi aku yang sudah agak lama mendampingi nona? Wih, pasti level kesengsaraan ku sangat tinggi’ batin Andra yang tidak bisa ia ucapkan secara gamblang.
“Sudahlah, akan lebih baik jika kita harus cepat menemukan cara itu” irland membuka pembicaraan dengan suara dinginnya.
Bukannya membuat suasana adem, santai eh malah tu anak menambah es saja.
Andra dan hyura hanya bisa menghela nafas kesal menghadapi orang-orang beku seperti mereka berdua.
__ADS_1
Tapi sayangnya.. sebagian besar anak remaja zaman ini pasti mengejar yang namanya cowok kutub! Nah mengapa cowok seperti itu dikejar-kejar? Kek ngga ada cowok lain aja.
Sebenarnya, Andra hanya cemburu.
***
“Fern, Freya mana? Biasanya dia turun kemari bersamamu dan Revan kan?” papa Hunter bertanya ketika matanya menangkap bahwa si sulung sedang turun dan mendekati mereka.
“Aku tidak tau pa, Freya dan Revan masih ada di kamarnya. Sudah ku ketuk berkali-kali namun tidak ada jawaban sekali dari mereka” fern menjawab sambil menaikkan bahunya pertanda bahwa ia benar-benar tidak mengerti tentang apa yang terjadi.
Mama grea dan papa Hunter pun saling berpandangan seolah-olah mereka tengah berfikir hal yang sama dan reflek menoleh ke pasangan hidup masing-masing.
‘Memang begini ya nasibnya orang jomblo? Ngeliat orang mesraan ngga ada tempat sakit! Tapi kalau ngeliat orang yang tidak bermesraan seperti ada yang kurang’ batin fern, memang benar bahwa ia selama ini sedikit candu dengan yang namanya pasangan.
Dan tentunya fern juga tidak ada niatan untuk menjadi sugar Daddy, ingin menikah tetapi masih tidak ada calon.
Mau mencari tapi perempuan di luaran sana modelan fakegirl semua, kan tidak etis kalau ‘wanita’ dengan sikap begitu menjadi miliknya?.
Lebih pentingnya.. fern tak suka bekas murahan dari orang lain, punyanya ya punyanya tidak boleh direbut orang lain, milik orang lain ya milik mereka bukan miliknya.
Bermimpi untuk mendapatkan fern saat sudah menjadi bekas? Jangan mimpi! Fern ini selalu protektif dan menyelidiki semua tentang orang yang akan menjalin hubungan dengan orang-orang di dekatnya atau dirinya sendiri.
Yeah, type wanita Abang yang satu ini agak membanggongkan.
Unik namun langka sekaligus, dimana ia bisa mencari gadis
__ADS_1
modelan begitu dalam berhari-hari! Yang tidak bekas, tidak suka ngejoke berlebih pula.
“Itulah type ku” sesungguhnya hanya kata itu yang di patuhi oleh si waketos
Lama terdiam, hingga akhirnya ada sedikit lecet.
“Fern kamu tidak ada niatan untuk menikah? Adikmu bahkan sudah mau memiliki anak pertamanya" lagi-lagi fern hanya menghela nafasnya kesal ketika mendengar pertanyaan yang sama seperti orang yang ia tanyaka?.
“Ma, nyari pasangan ngga semudah itu. Semuanya harus di perhitungkan ma” fern lagi-lagi mengajaknya ngalor-ngidul ngga ada bayangan sama sekali.
“Atau mama jodohin kamu aja? Siapa tahu nasibmu bisa sampe kayak dr Anisa dan pandu.”
“Pa, ma aku tidak mau begitu! Aku yang akan memutuskan pasanganku sendiri tidak perlu sampai jodoh-jodohan kayak gitu! Dikira aku ini zaman apaan ma? Ngga jaman jodoh-jodohan begitu” fern membalas perkataan.
Sesungguhnya jika fern mau membuka sedikit saja celah di hatinya, mungkin hujan akan segera turun dan pelangi akan segera datang melakukan tugasnya.
_________________________________
Upnna sedikit? Iya memang. Sorry ye.
Semoga saja di chapter selanjutnya, okelah seperti biasanya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.
Thank u~
-Nadira
__ADS_1