My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.111. Kebenaran yang telah diketahui


__ADS_3

Setelah puas menertawai Andra, Freya menatap pada abangnya, hal ini di sambut heran oleh fern.


Fern dapat menebak ekspresi freya, adiknya seperti baru mengingat sesuatu.


“Ada apa hm?” tanya fern mengangkat alisnya bingung.


“Bang.. Abang lupa ya? Aku udah 24 tahun harusnya udah lulus sma.. tapi Abang bilang kalau usiaku ini sesuai untuk SMA?” tanya Freya murung, wanita ini mengira jika abangnya lupa.


“No darling!” jawab fern tegas lalu meraih tubuh Freya kembali membuat tubuh Freya tenggelam di pelukan hangat fern.


“Dengar, yang Abang maksud usia itu bukan umur sayang! Itu tentang pengetahuan mu, dari laporan Miss Eva pengetahuan menghitung mu sudah sampai tingkat SMA, jadi Abang mendaftarkan mu di sma” sahut fern.


Sungguh! Fern sangat bangga kepada freya, adiknya bisa sampai ke pengetahuan SMA padahal baru beberapa Minggu ia menyekolahkan Freya secara privat.


Akan tetapi..


Fern merasa bersalah jika adiknya sedih terutama hal ini karena dirinya, padahal maksudnya usia itu usia pengetahuan bukan umur!.


Tentang herbivora, karnivora dan omnivora? Ingat Freya belum mempelajarinya, salahkan saja missnya Miss Eva langsung melewatinya jadi Freya tak tahu apapun tentang ketiga macam hewan tersebut.


Mendengarnya Andra dan delard pun diam tak menyela maupun berbisik.


Suasana hening begitu lama hingga fern mengira bahwa Freya benar-benar marah padanya.


Lalu..


“Ahahah, Abang lucu banget! Frey cuman bercanda lagian Frey juga tahu kalau Abang mengukur usia dari ilmu pengetahuan kok!” semburan tawa Freya menggema di ruangan itu.


Sejenak fern menghela nafasnya agar ia diberi ketabahan lebih agar tak khilaf pada adiknya.


‘Ah iya, aku lupa! Dulu kan aku pernah menemukan buku di perpustakaan rumahnya revan, aku menaruhnya di laci! Tapi dulu aku mencoba mencarinya di laci.. kenapa tidak ada ya?’ batin Freya mencoba mengingat-ingat apa yang tertulis di sampul buku.


Ah kalau tak salah, ‘Album keluarga berzeliuz’.


‘Eh bukannya mommy, kinen dan Revan itu keluarga purnama ya? Bukan berzeliuz’ batin Freya makin bingung.


Di tengah kebingungan Freya, sebuah suara membuat wanita muda itu kehilangan fokus.


“Nona, maaf tapi boleh saya pergi dan melepaskan aksesoris ini? Saya memiliki urusan di luar” izin Andra sambil melepas satu persatu aksesoris yang melekat di badannya.


“Eh! Jangan, pergi saja dengan membawa aksesoris itu.”


JDYAR


Habis sudah kesabaran Andra, namun ia masih bertahan mati-matian untuk tidak memarahi si nona muda yang berlagak sok polos ini.


“Tapi nona, jika saya memakai aksesoris ini maka image saya akan buruk dan image saya akan mempengaruhi nama baik tuan fern, apa anda mau nama baik tuan fern tercemar?” tanya Andra sarkastik.


Padahal Andra hanya mengarang saja, Andra tahu bahwa Freya menyayangi fern jadi satu-satunya cara adalah mengancam Freya menggunakan nama fern.


Fern pun melotot pada Andra tapi ia tak mengatakan apapun, sebab dilihat dari ekspresi Andra saja fern tahu bahwa urusan yang dimaksud berurusan dengan mafia.


Fern sangat pintar dalam tebak-menebak, jadi jangan heran jika ia gampang membaca ekspresi milik Freya bahkan Andra di hari yang sama, lagipula..


Untuk saat ini fern tak bisa hadir begitu pula dengan delard, sebab delard harus bersama fern berjaga-jaga apabila ada serangan mendadak.


“Hmm, iya juga! Aku tidak mau image Abang, mama grea dan papa Hunter jadi jelek.. yasudah sana pergi” jawab Freya membalikkan badannya, melepaskan pelukannya dan duduk di samping abangnya.


“Hush hush pergi sana!” usir Freya mengibaskan tangannya dengan wajah datar.


Ucapan Freya tak searah dengan ekspresinya! Ah sudahlah Andra sudah lelah menghadapi keajaiban yang dimiliki oleh freya.


“Baik nona, tuan saya permisi dahulu” pamit Andra lalu keluar dari mansion arron.


Setelah Andra keluar..


“Bang, apa disini tidak ada perpustakaan pribadi?” tanya Freya membuat fern mengernyit.


“Ada, tapi kenapa kamu menanyakannya sayang?” tanya fern.


“Ya, tidak papa Frey hanya ingin membaca siapa tahu skill membaca milik Frey bisa mencapai level tinggi?” fern tertawa pelan mendengar ucapan Freya.


Sejak ada adiknya, hidupnya jadi lebih berwarna, bahkan ia kini lebih sering tersenyum daripada memasang wajah datar.

__ADS_1


Yah, itu semua karena Freya selalu berada di sekitarnya, jika adiknya menjauh maka ia pasti akan memasang wajah datar.


Namun Freya sama sekali tidak tahu tentang hal ini.


Realitanya seseorang tak pernah tahu seberapa dalam ia dicintai dan di sayangi.


“Baiklah, delard antar Freya kesana” titah fern turun.


Akan tetapi Freya menggelengkan kepalanya isyarat bahwa ia menolak titah fern.


“Ngga! Frey sendiri aja yang kesana, Abang cukup memberitahu letaknya soalnya sejak kemarin Frey belum sempat menelusuri mansion ini” balas Freya memasang mata berbinar-binar agar fern mau menuruti permintaannya.


‘Jika aku bersama delard pasti delard akan terus mengawasi pergerakan ku! Tidak mau! Nanti aku tak akan bisa mencari tahu tentang keluarga berzeliuz secara leluasa dong!’ batinan Freya bersuara kembali.


“Huft, yasudahlah kamu pergi saja ke lantai empat, perpustakaan ada di sana” sahut fern menghela nafasnya untuk kesekian kalinya.


Adiknya menyusahkan dirinya namun fern tak pernah membencinya sebab Freya adalah pelita bagi hidupnya.


Jadi sampai kapanpun fern akan berusaha untuk melindungi Freya semampu yang ia bisa.


Mata tajam fern melihat anggukan dari Freya, adiknya itu langsung pergi ke lantai dua.


***


“Wah amazing! Aku kira akan ada beberapa kamar di lantai ini ternyata cuma satu!” heboh Freya dengan pelan.


Ia sudah berada di lantai empat tempat dimana perpustakaan berada, Freya mengira jika ia akan melihat beberapa kamar berderet disini namun nyatanya hanya ada satu pintu.


Freya lupa menanyakan di posisi mana perpustakaan itu, ia baru ingat saat dirinya sudah berada di anak tangga terakhir dari atas, tapi sepertinya Freya tak perlu bertanya lagi.


“Jelas sekali bahwa ini adalah pintu perpustakaannya!” gumam Freya lalu membuka pintu itu.


CEKLEK


Pintu terbuka, seketika mata Freya membola.


“Wahh, besar sekali! Bahkan perpustakaan ini lebih besar daripada perpustakaan di rumah revan” ujar Freya berdecak kagum.


Tak heran, mereka sudah lama tak berjumpa.


Freya bisa saja langsung menemui Revan namun ia masih ingat kenapa ia pergi dari mansion yang ia tinggali dulu.


Wanita yang ini masih teguh pada pendiriannya, iya memang! Freya cengeng karena ia sempat menangis di mansion Revan dulu tapi sekarang ia tak akan menangisi itu lagi.


Jika Revan ingin bertemu maka pria itu harus berusaha dahulu, itulah yang di fikirkan Freya.


Freya mengelus perutnya, janin ini membuatnya merasa jauh lebih tenang.


Freya pun masuk dan menutup pintu perpustakaan, langkah kakinya terdengar menggema.


Hal ini di tunjang dengan keadaan perpustakaan yang sangat hening meskipun begini perpustakaan ini terlihat sangat rapi dan bersih.


Kemungkinan para maid membersihkannya setiap hari walau tak ada yang mengunjunginya.


“Tunggu sebentar bagaimana aku bisa menemukan buku ataupun artikel tentang keluarga berzeliuz?” gumam Freya pelan.


Di tengah-tengah kebingungan mata tajam Freya melihat judul yang terletak di setiap rak buku.


“Bisnis, ilmu pengetahuan, masa praaksara (masa sebelum dikenalnya tulisan), masa penjajahan” ucap Freya membaca runtutan judul di rak buku itu.


Setiap judul mendapatkan dua rak buku yang besar.


Freya membaca runtutan judul sambil berjalan pelan, sampai di rak ke sembilan langkah kakinya berhenti.


“Silsilah keluarga terkenal, wah ada juga judul macam begini! Fungsinya buat apa ya?” tanya Freya pada dirinya sendiri.


^^^Ya tentu saja untuk penyelidikan mafia fern lah freya 🙂.^^^


Freya pun melangkahkan kakinya, tangannya memegang buku itu, mencoba untuk membaca judul buku yang terletak di buku tersebut.


“Keluarga moerra, jiandra, duh mana sih” omel Freya tak jelas.


Sedari tadi wanita itu sibuk berbicara sendiri seperti orang gila.

__ADS_1


“Roland, purnama.. lah ada keluarganya mommy juga” ucap Freya, ia berhenti lalu mengambil buku setebal dosa itu.


Freya pun melanjutkan langkahnya mencari tentang keluarga berzeliuz.


“Angelina, Oliver, almanov, pietra, anfadil, Graham, berzeliuz! Ah ini dia” sambung Freya girang, ia langsung meraih buku itu.


Mata sipit Freya mencoba mencari tempat duduk di sekitar sini.


Senyuman manis terbit di wajah Freya ketika ia melihat sebuah tempat duduk dan meja.


Freya lalu berjalan kesana, setelah sampai ia meletakkan buku-buku itu.


SRET


Freya langsung duduk di kursinya, tangan mungil milik Freya langsung meraih buku tentang keluarga berzeliuz, tentang keluarga purnama nanti saja ia membacanya.


Ia lebih penasaran terhadap silsilah keluarga berzeliuz.


“Keluarga berzeliuz sering disebut sebagai pewaris darah biru, mereka memang merupakan seorang bangsawan, namun konon jika nyonya berzeliuz melahirkan dua anak maka salah satunya yang akan memiliki darah biru” ucap Freya lancar.


“Cerita demi cerita mengatakan bahwa kakek buyut buyutnya kakek buyut buyutnya kakek keluarga berzeliuz pernah bertemu seorang penyihir” sambung Freya membaca buku tersebut.


‘Banyak sekali kata buyut hingga aku tak bisa mencerna buyut mana yang dimaksud’ batin Freya meraba kepalanya yang mendadak pusing.


Tatapi membaca kata penyihir membuat Freya merinding sendiri.


SREK


Ia pun membalikkan halaman buku tersebut, “Katanya kakek buyutnya kakek keluarga berzeliuz pernah menolong penyihir tersebut hingga penyihir itu memberinya anugerah”


“bahwa ia dapat memastikan keturunan yang cerdas apabila terdapat darah biru di nadinya dengan kata lain, darahnya berwarna biru bukan merah.”


SREK


Freya pun membuka lembaran buku itu lagi.


“Hal ini dapat di gunakan untuk memilih keturunan sehingga tak akan pernah salah memilih, namun beberapa puluh tahun lalu terjadi suatu insiden gehara Napoleon berzeliuz anak dari gehara venxe berzeliuz dan clarie ladies garendra membuat kesalahan yang besar” Freya pun mulai melebarkan senyumnya.


Menarik.


“Leon membuat kenakalan yang begitu besar hingga marga berzeliuz di cabut darinya, Leon berusaha untuk menyakiti kakaknya yang bernama gehara Joni berzeliuz sebab Leon cemburu karena jonilah pemilik darah biru yang sesungguhnya” sambung Freya lagi.


SREK


“Akan tetapi setelah beberapa tahun berlalu Joni ditemukan meninggal bersama isterinya dan sahabat lelakinya, rafa aldeto.. pur-purnama” ucap Freya dengan mata bergetar, purnama? Akankah itu Daddy mertuanya?.


“Namun nyonya purnama tidak ditemukan, identitas nyonya berzeliuz dan purnama yang sangat tersembunyi, tapi dapat disimpulkan bahwa nyonya purnama selamat setelah dia memunculkan diri untuk menjadi ceo di perusahaan purnama.”


“Akan tetapi nyonya purnama sama sekali tidak mau membuka mulut tentang insiden hari itu, puteri kandung Joni juga dikabarkan menghilang sehingga tahta perusahaan berzeliuz tengah di genggam Leon, yang kini bernama Napoleon bondanes” ujar Freya lalu menutup buku itu.


Tak kuat sudah ia membacanya.


“Lalu.. siapa Puteri berzeliuz itu? Jangan-jangan mommy yang membawanya, Aku dengar tenggang waktu lahir antara Revan dan kinen hanya dua Minggu” gumam Freya mulai berfikir.


“Jika begitu harusnya kinen dan Revan itu kembar selain itu wajah kinen sama sekali tak mirip dengan wajah Revan, jika mereka kembar maka garis wajahnya pasti sama kan?” sambung Freya mulai memutar otaknya.


“Jangan bilang kalau...” Freya pun menggantung dugaan miringnya, ia terlalu shock.


Mungkin dugaannya salah namun ia jelas tahu bahwa keluarga purnama memiliki hubungan dengan keluarga berzeliuz.


_______________________________


Hello readers! Eps ini khusus untuk Freya, Freya sudah mulai mengetahui misteri yang disembunyikan rapat-rapat secara perlahan.


Author sih sebenarnya mau skip ke waktu saat Revan menemukan freya, walau mungkin author masih akan menjelaskan cara Revan menemukan freya sedikit-sedikit.


Menurut kalian bagaimana? Lebih baik author skip lagi agar tidak bertele-tele sekalian agar epsnya tak terlalu panjang atau membiarkan begini tanpa loncat-meloncat seperti kelinci?.


Ah, ya jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.


Thank u~


-Nadira

__ADS_1


__ADS_2