My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.95. Hilang#2


__ADS_3

Freya hanya bisa menghela nafasnya lagi ketika ia tengah di apit oleh dua orang paruh baya berbeda jenis.


“Sayang, sudah berapa lama kamu mengandung?” pertanyaan itu di ajukan oleh sang wanita.


Freya mengerutkan keningnya berfikir “Emm.. sekitar sepuluh hari ma”.


Benar, ia mengingat apa yang dikatakan doker Juju padanya ‘Nona, kandungan anda masih berusia delapan hari, selamat ya nona’.


Setelahnya Freya dipaksa menginap di rumah sakit selama dua hari, jadi usia kandungannya.. delapan ditambah dua, sudah sepuluh hari kan?.


“Astaga! Son kenapa kau tidak memberitahu dad dan mom kalau Freya mengandung?” tanya sang pria pada pria yang terlihat bingung.


“Aku saja tidak tahu tentang itu dad!” Jawab fern frustasi.


Bagaimana ia bisa ketinggalan berita sepenting ini soal kehidupan adik kesayangannya huh?.


Yup! Freya sedang berada di mansion keluarga Arron, Freya duduk diapit oleh mom grea dan dad Hunter.


Namun Freya memutuskan untuk menyebut mereka ‘papa dan mama’ itupun karena permintaan grea dan Hunter.


Sebenarnya mereka ingin di sebut mom dan dad, namun yah panggilan mom sudah disematkan untuk mommy lestari.. jadi Freya mengusulkan bagaimana jika dirinya memanggil papa dan mama saja?.


Dan ya.. mama grea dan papa Hunter tidak keberatan.


“Dasar! Hal sepenting ini kamu tidak tahu?” tanya mom grea.


“Yasudahlah ma, yang penting kita sudah mengetahuinya kan?” tanya balik fern.


“Mama?” ulang mom grea.


“Hm, bolehkan fern mengganti panggilan mom dan dad dengan mama dan papa?” Tanya fern, ia jadi ingin memanggil seperti ini karena Freya.


“Boleh saja” jawab papa Hunter.


“Waa, Abang tiru-tiru Frey!” seru Freya dengan wajah cemberut yang menyebalkan.


“Wii ibing tiri-tiri fley!” ujar fern meniru ucapan Freya namun dengan bahasa cadel.

__ADS_1


Yah Abang fern hanya ingin mengganggu Freya.


“Hiih, awas ya Freya makan nanti Abang!” sahut Freya mengarahkan dua jarinya ke mata fern lalu ke mata dirinya.


Akhirnya tawa pun pecah di antara keluarga itu.


Jika keluarga Arron sedang bahagia maka berbeda dengan keluarga purnama yang tengah diselimuti kekhawatiran yang mendalam.


“Bang! Gimana sih njagain kak Freya aja ngga bisa” seru kinen menatap abangnya tajam.


Sudah sepuluh menit kinen memarahi abangnya itu namun yang dimarahi malah diam dengan fikiran yang mengambang entah kemana.


“Sudah-sudah! Kalau begini kapan kita mau nyari menantu tersayang mommy?” lerai mommy.


Mommy kemudian menatap datar ke arah pandu dan Revan berdiri.


“Katakan, bagaimana bisa Freya keluar dari penjagaan disini? Dan.. kenapa dia keluar?” tanya mommy.


Revan yang sedang memantapkan hatinya untuk melancarkan rencana pun menjadi bimbang kembali.


“Mom! Mommy tahu kan? Freya itu adik rina” bukannya menjawab Revan malah berseru hal lain.


“Bang! Kalau Abang dendam sama si reret itu silahkan aja! Tapi balas ke orangnya jangan ke kak Freya, iya emang kak Freya itu adiknya wanita j*lang itu”.


“Tapi kak Freya tidak bersalah!, Kalau Abang mau mantan isteri Abang merasakan kehilangan yang sama dengan apa yang Abang rasakan dulu, maka Abang harus menyakiti orang yang disayangi orang itu.. kak Freya sama sekali tak disayangi oleh dia” sambung kinen.


“Dengan kata lain, dia tak akan merasa kehilangan sama sekali bang!” tegas kinen dengan penjelasan panjang lebar.


Diam-diam Revan mengerti sejak awal ia hanya ingin menjauhi Freya berharap rasa yang hinggap di hatinya ini akan hilang namun tak semudah itu.


Nyatanya memang tak semudah itu.


Akan tetapi.. ketika Revan menyadari bahwa perkataan kinen ada benarnya Revan lagi-lagi bimbang.


S*alan! siapa yang bisa menolongnya saat ini?.


revan diam karena berfikir begitu pula dengan mommy yang juga hanya diam sebab mommy juga merasa bahwa perkataan kinen benar adanya.

__ADS_1


Setelah diam sejenak mommy akhirnya buka suara “Begini saja, mantapkan hatimu Rev! Mommy dan kinen akan mencari Freya sekarang juga”.


“Dan untuk kau pan, temani Revan.. aku tahu kau itu hanya akan mengikuti perintah Revan” Sambung mommy sinis.


Kalau saja pandu tidak keluyuran dan menetap di mansion Revan maka Freya pasti tak akan hilang begitu saja tanpa jejak.


Jika mommy berkata dengan bijak walau agak sinis beda lagi dengan kinen yang bahkan hanya menunjukkan tatapan datar dan senyum sinisnya.


Sungguh kinen benar-benar kesal pada sang Abang yang tak mengerti perasaan seorang wanita, pasti kakaknya itu langsung di jauhi tanpa mengerti sebabnya.


Saat sang mommy berbalik badan dan ingin menarik tangan sang puteri agar pergi mencari Freya bersamanya, kinen kembali mengajukan protesnya.


“Wait mom, pasti ada sebab kalau kak Freya sampai kabur kayak gini” ujar kinen menatap sinis pada Revan.


“Abang pasti melakukan sesuatu yang tak terduga, siapa tahu kita bisa mendapat petunjuk?” tanya kinen mengusulkan.


Mommy pun tampak menimbang-nimbang usulan sang Puteri, memang benar itu bisa saja menjadi petunjuk untuknya.


“Itu benar..” jawab mommy lalu menatap Revan kembali.


Revan menghela nafasnya lelah, sudah lama sejak ia ingin mengeluh namun sayang sekali tenggorokannya akan sakit jika dirinya terlalu banyak bicara.


“Mom percaya pada ku, mom dan kinen tidak akan menemukan petunjuk apapun kalau menyelidiki tentang sebab seperti ini” jelas Revan dingin.


Pada akhirnya ia juga harus memberikan penjelasan.


“Kalau begitu.. dimana Abang saat kakak menyelinap keluar? Bagaimana bisa Abang tidak menyadarinya?” tanya kinen yang menjelma menjadi detektif jadi-jadian.


______________________________


Hahaha, emangnya detektif kinen sama detektif mommy bisa mencari petunjuk tentang Freya ya?.


Wah padahal Freya baik-baik aja di mansion Arron, malah Freya di manja sama keluarga Arron.


Freya senang, mommy plus kinen pusing!.


Udahlah, jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.

__ADS_1


Thank u~


-Nadira


__ADS_2