My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.101. Ngidam #1


__ADS_3

Kali ini fern mendapat pelajaran atau lebih tepatnya peringatan untuk menjauhi seorang bumil.


“Abang! Ayo cepat” suara itu terdengar dari adik kesayangannya.


Ah Freya memang adik kesayangannya namun.. adiknya itu sekarang sedikit menyusahkan dirinya.


Fern melirik dengan mata agak memelas ke arah papa dan mamanya, sungguh ia tak pernah memohon seperti ini namun apa daya? Permintaan adiknya ini sangat ngadi-ngadi.


Mama grea dan papa Hunter hanya tersenyum kecil melihat wajah memelas fern.


“Frey, Abang akan mengabulkan permintaanmu tapi jangan yang ini! Kau mau punya blackcard sendiri? Biar Abang yang urus!” ujar fern mencoba menawar untuk kesekian kalinya.


“Frey ngga mau blackcard! Ayo bang tinggal terjun ke danau itu aja loh!” balas Freya menunjuk danau dengan panjang sekitar 30 m dan lebar 15 m.


“Darling, itu danau buaya! Seperti namanya tentu saja di dalamnya hanya ada buaya, kamu mau Abang m*ti ya? Salah Abang ke kamu apa sayang?” Tanya fern gregetan, sekali lagi delard yang melihat kejadian ‘menarik’ ini setelah mengamati Puteri purnama tahu satu hal, bahkan sangat tahu.


Kalau tuan bekunya itu tak akan bisa bersikap dingin ataupun menolak permintaan adiknya.


Delard menghela nafasnya mengasihani sang tuan namun suara nona Freya membuat fern yang tengah bersiap melompat menjadi terkejut.


Hingga pergerakan fern berhenti lalu menoleh ke Freya begitu pula dengan delard, mama grea dan papa Hunter.


“Ada apa Frey?” tanya mama grea dengan penasaran.


“Ma, Frey berubah fikiran! Delard juga harus melompat bersama abang kesana” Perintah Freya membuat delard melongo tak percaya.


“Tapi nona mengapa harus saya?” tanya delard tak terima, yang ‘membuat proyek’ siapa, yang disusahkan siapa?.


“Lalu kau mau mama grea tau papa Hunter yang melakukan itu bersama Abang huh? Lagipula Frey hanya mau kalau kau dan Abang berenang ditemani buaya disana, pasti sangat menyenangkan untuk dilihat” jawab Freya riang.


Namun melihat wajah delard yang menunjukkan protes besar Freya tiba-tiba berwajah murung.

__ADS_1


“Yasudah, kalau begitu biar Frey saja yang melompat kesana” ujar Freya melangkahkan kakinya.


“Eh jangan darling!” cegah fern, mama grea dan papa Hunter bersamaan.


Sedangkan delard hanya menatap takut-takut sebab dirinya tahu kalau ia akan segera mendapat perintah mutlak untuk menuruti kata nona muda s*alannya ini.


“Turuti atau kau yang akan hilang?” tanya fern dengan tersenyum namun matanya tetap melirik tajam pada delard.


Maksud hilang itu.. bukan m*ti kan? Hahaha.


“B-baik tuan, saya akan menuruti perkataan nona muda” jawab delard gelagapan.


Delard akhirnya harus menuruti permintaan g*la sang nona.


‘Kalau tahu begini aku tak akan mau menyewa danau untuk sendiri!’ batin delard.


Benar, delard disuruh fern mengosongkan danau S ini, meskipun pada awalnya fern tak tahu apa yang akan dilakukan Freya, namun karena itu adalah permintaan adiknya maka ia menurutinya hanya seperti itu.


Fern juga memboxing tempat ini sendiri hanya agar Freya tidak dapat bertemu dengan keluarga musuhnya.


‘Kenapa harus aku yang terseret disini? Bagaimana kalau buaya itu mendekat padaku? Oh tolonglah aku lebih suka di Medan perang daripada menuruti permintaan nona!’ batin delard selalu bersuara akan ‘demo’ yang ia miliki.


BYUR


Akhirnya delard harus tetap menyelam juga!.


***


“Huwaa, apa lagi sih ini huh?” tanya kinen lelah, kalau begini ia akan lebih memilih paket teroran saja, ia tak akan pernah mengeluh agar paket itu berhenti.


“Ada apa sayang?” tanya mommy yang baru mendekat ke arah kinen.

__ADS_1


“Mom, lihat itu! Apa-apaan ini? Kenapa tambah menyeramkan saja paket ini huh?” sungut kinen dengan amarah yang menggebu.


Mommy mengalihkan pandangannya pada sesuatu yang di tunjuk oleh kinen.


Sejenak mommy terpaku, “Apa? Orang g*la mana yang akan memotong bagian tubuh seperti ini?”.


“Mom! Ini udah kelewat batas, tujuan mereka bukan hanya sekedar agar aku tak bisa menemukan kakak! Tapi mereka juga mengincar mentalku!” sahut kinen.


“Sekarang, aku akan lebih serius untuk menemukan kak Freya, agar mereka tahu jika harusnya mereka tak melawan seorang gehara kinen Oliver berzeliuz si pewaris darah biru!” sambung kinen mantap.


Mommy hanya diam sebab ia tahu kalau sudah begini kinen tak akan bisa di hentikan.


Lalu mendadak mommy membelalakkan bola matanya, “Darimana kamu tahu kalau nama asli panjangmu begitu? Mommy tidak pernah mengatakannya padamu”.


“Dan.. siapa juga yang memberitahumu kalau kau anak kandung dari quqi dan Joni?, Begitu pula dengan pewaris darah biru, bagaimana kamu bisa tahu semua itu?” Sambung mommy dengan kecurigaan yang melonjak tajam.


“A-ah, itu.. aku.. aku..” kinen mencoba untuk memberi alasan namun ia tak mendapatkannya.


“Aku apa?” tanya mommy menatap curiga pada kinen.


‘Oh ayolah! Apa waktu bisa di ulang? Aku tidak akan mengatakan namaku kalau bisa!’ batin kinen meneguk ludahnya susah.


______________________________


Heyyo readers! Author mulai bisa mengatur waktu antara kesibukan dunia real alias dunia nyata dan waktu menulis di sini.


Oh ya, author juga mau minta saran, sebenarnya kalian mau kalau Freya di temukan saat sudah 6 bulan dia mengandung atau 6 tahun setelah anaknya lahir?.


Maafkan author yang teledor ini, author tadi salah up eps :).


Juga.. jangan lupa letakkan jempol di tempatnya dan berikan saran maupun kritik yang tentunya bersifat membangun ya!.

__ADS_1


Thank u readers~


-Nadira


__ADS_2